1 Nyawa Sangat Berharga, Tapi Kematian Jauh Lebih Tinggi Jika Ada Kelaparan

Siswanto

Rabu, 09 September 2020 | 11:50 WIB
1 Nyawa Sangat Berharga, Tapi Kematian Jauh Lebih Tinggi Jika Ada Kelaparan
Ilustrasi Covid-19. (Pexels)

Suara.com - Sekitar 59 negara melarang warga Indonesia masuk ke negaranya. Hal ini berkaitan dengan tingginya angka kasus positif Covid-19 di Tanah Air. Hingga Senin, 7 September 2020, total kasus virus corona di Indonesia mencapai 196.989 orang, adapun jumlah pasien sembuh total 140.652 orang, dan 8.130 pasien dilaporkan meninggal (Tempo).

Pelarangan terhadap pendatang dari Indonesia tersebut merupakan bagian dari upaya mereka untuk melindungi warga dari potensi masuknya Covid-19 dari luar.

"Kabarnya 59 negara melarang warga Indonesia masuk krn pandemi corona di Indonesia. Apa bedanya dengan Indonesia yang juga melarang WNA masuk? Atau Uni Eropa melarang wisatawan AS berkunjung? Masing-masing negara sekarang memang sedang mencoba melindunginya warganya dari penularan warga asing," kata pengamat politik dan ekonomi Rustam Ibrahim melalui akun Twitter yang dikutip Suara.com.

Rustam berharap perkembangan tersebut menjadi sumber pembelajaran dan dapat diambil hikmahnya oleh bangsa Indonesia demi memperbaiki kondisi perekonomian dalam negeri yang telah terganggu akibat pandemi.

"Jika negara-negara asing melarang warga Indonesia berkunjung ke negaranya, mari kesempatan ini digunakan untuk lebih banyak melihat Tanah Air sendiri, wisata domestik. Daripada belanja dollar di negeri orang, lebih baik membelanjakan rupiah di negara sendiri. Akan banyak membantu pemulihan ekonomi," kata dia.

Rustam Ibrahim juga menyoroti kalangan yang mengkritisi kebijakan penanganan pandemi Covid-19 yang dilakukan pemerintahan Joko Widodo. Dia berharap penilaian didasarkan pada data dan fakta sehingga obyektif. Menurut dia tidak sepenuhnya betul jika dikatakan kondisi perekonomian Indonesia setelah terjadi pandemi menjadi yang terburuk di dunia. 

"Mengkritik penanganan pandemi dan upaya pemulihan ekonomi Indonesia boleh-boleh saja. Tapi jangan berbohong dengan mengatakan Indonesia paling parah. Indonesia jauh lebih baik dari banyak negara lain," katanya.

"Kalau boleh tahu, penanganan seperti apa menurut anda yang harus dilakukan, yang berbeda dari sekarang? Sehingga kesannya anda tidak hanya omdo," Rustam menambahkan.

Lebih jauh, dia menyoroti tentang tingkat kesadaran masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan dan tindakan yang dilakukan petugas yang dinilainya kurang tegas terhadap pelanggar aturan. Jika tetap seperti itu, menurut dia, Covid-19 sulit benar-benar diberantas.

baca juga

"Dengan tingkat kesadaran masyarakat mematuhi protokol kesehatan seperti sekarang dan aparat yang kurang reperesif menegakkan protokol kesehatan tersebut, saya skeptis kita akan sukses menurunkan jumlah kasus, sampai dengan vaksin virus corona digunakan warga. Semoga awal 2021 sudah tersedia," katanya.

Rustam berharap pemerintah benar-benar mempertimbangkan semua hal yang akan ditempuh untuk menangani Covid-19 dan dampaknya, terutama dari aspek ekonomi.

"Jangan sampai pemulihan ekonomi dikorbankan demi penanganan virus corona yang belum tentu bisa sukses diturunkan, sampai vaksin dan obat-obatan ditemukan atau digunakan," kata dia.

"Satu nyawa memang sangat berharga untuk diselamatkan. Tapi tingkat kematian akan jauh lebih tinggi jika terjadi kelaparan. Percayalah!!! Kematian karena corona akan banyak bisa diselamatkan jika rakyat sendiri disiplin memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan di luar rumah," Rustam menambahkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Anggota DPR: Buat Apa Kita Bicara Hukum kalau yang Meninggal Nenek-nenek hanya Masalah Kelaparan

Anggota DPR: Buat Apa Kita Bicara Hukum kalau yang Meninggal Nenek-nenek hanya Masalah Kelaparan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 20:05 WIB

WNI 18 Tahun Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Ada Barbuk 25 Kg Sabu dan Heroin

WNI 18 Tahun Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Ada Barbuk 25 Kg Sabu dan Heroin

News | Sabtu, 19 September 2026 | 12:31 WIB

Kisah Sukses Zulhaida Sitanggang, Mampu Sulap Sampah Pasar Jadi Usaha Beromzet Jutaan Rupiah

Kisah Sukses Zulhaida Sitanggang, Mampu Sulap Sampah Pasar Jadi Usaha Beromzet Jutaan Rupiah

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 16:45 WIB

74 WNI Terjebak di Tengah Perang Yaman saat Pertempuran Houthi Memanas

74 WNI Terjebak di Tengah Perang Yaman saat Pertempuran Houthi Memanas

News | Kamis, 17 September 2026 | 16:12 WIB

Mekkah Diserang Houthi, Kemlu Minta WNI Hati-hati di Arab Saudi

Mekkah Diserang Houthi, Kemlu Minta WNI Hati-hati di Arab Saudi

News | Kamis, 17 September 2026 | 15:57 WIB

Update Kondisi TKI Pasca Serangan Houthi ke Makkah Arab Saudi, Apakah Ada Evakuasi?

Update Kondisi TKI Pasca Serangan Houthi ke Makkah Arab Saudi, Apakah Ada Evakuasi?

News | Kamis, 17 September 2026 | 15:48 WIB

Review Above & Below: Bertaruh Nyawa di Tengah Hiu dan Kartel

Review Above & Below: Bertaruh Nyawa di Tengah Hiu dan Kartel

Your Say | Kamis, 17 September 2026 | 15:00 WIB

Series Dendam: Perjalanan Cinta Laura Memburu Dalang Kematian Keluarga

Series Dendam: Perjalanan Cinta Laura Memburu Dalang Kematian Keluarga

Your Say | Kamis, 17 September 2026 | 11:00 WIB

SEJARAH! WNI Jadi Pelanggar Buang Puntung Rokok Sembarangan Pertama yang Dipenjara di Malaysia

SEJARAH! WNI Jadi Pelanggar Buang Puntung Rokok Sembarangan Pertama yang Dipenjara di Malaysia

News | Rabu, 16 September 2026 | 14:01 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×