Ikan Keberuntungan Mati, Presiden hingga Mahasiswa di Zambia Berduka

Reza Gunadha, Hikmawan Muhamad Firdaus

Rabu, 09 September 2020 | 13:11 WIB
Ikan Keberuntungan Mati, Presiden hingga Mahasiswa di Zambia Berduka
Mafishi, ikan keberuntungan di Zambia mati.[Twitter/@HonMushimba]

Suara.com - Presiden Zambia ikut menghormati dan memberikan ungkapan belasungkawa atas kematian seekor ikan yang dianggap membawa keberuntungan.

Menyadur BBC News, Rabu (9/9/2020) Presiden Edgar Lungu bergabung dengan masyarakat untuk mengungkapkan duka cita atas kematian seekor ikan 'keberuntungan' yang hidup di kolam Universitas Copperbelt (CBU).

Mahasiswa di universitas terbesar di negara tersebut menyalakan lilin dan berbaris mengelilingi kampus untuk berduka atas meninggalnya Mafishi, nama ikan besar tersebut.

Selama dua dekade terakhir, mahasiswa CBU percaya bahwa ikan tersebut akan membawa keberuntungan bagi mereka yang akan ujian.

Mafishi, yang berarti "Ikan Besar" dalam bahasa Bemba setempat, diperkirakan berusia 22 tahun dan sudah tinggal di kolam universitas selama lebih dari 20 tahun, kata ketua mahasiswa Lawrence Kasonde.

Presiden Serikat Mahasiswa Universitas Copperbelt tersebut mengatakan bahwa kematian ikan keberuntungan tersebut masih diselidiki. "(Ikan) belum dikuburkan, kami berencana membalsemnya," kata Kasonde kepada BBC.

Beberapa mahasiswa memberi penghormatan kepada ikan sebelum ujian, mereka percaya jika itu akan membawa keberuntungan sementara yang lain melihatnya sebagai penghilang rasa stres, kata wartawan BBC Zambia, Kennedy Gondwe.

Seorang mahasiswa bernama Edwin Nambo menggambarkan ikan itu sebagai simbol ikon universitas. "Hanya dengan melihatnya berenang akan membawa ketenangan bagi jiwa sebelum ujian dan saat-saat sulit," tambahnya.

"Kebesaran suatu bangsa dan kemajuan moralnya dapat dinilai dari cara hewannya diperlakukan." tulis Presiden Zambia di akun Facebooknya mengutip perkataan tokoh India Mahatma Gandhi.

baca juga

"Aku senang kamu menerima upacara perpisahan yang pantas. Kami semua akan merindukanmu," sambung sang presiden.

Kementerian Pendidikan Zambia juga ikut menyatakan belasungkawa atas kematian ikan besar tersebut. "RIP ..... senang kamu mendapat upacara perpisahan khusus oleh mahasiswa CBU." tulisnya di akun Twitter sembari memposting foto ikan tersebut.

Pemimpin oposisi Hakainde Hichilema berkata: "Kami mendukung komunitas mahasiswa CBU, dulu dan sekarang, atas kematian hewan peliharaan ikonik mereka, Mafishi."

Kabar mengenai kematian ikan keberuntungan tersebut langsung menjadi viral di media sosial Twitter, tagar Mafishi langsung menjadi trending topic.

Akun @MoffatSamora mengatakan: "Semoga siripnya beristirahat dengan tenang. Kami telah mengirim pengacara dan akuntan terbaik untuk datang dan membantu keluarga dalam persiapan wasiatnya."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Iklan Sampo Dinilai Rasis, Warga Afrika Selatan Gelar Protes

Iklan Sampo Dinilai Rasis, Warga Afrika Selatan Gelar Protes

News | Selasa, 08 September 2020 | 18:50 WIB

Negara Miskin Disebut Lebih Tahan Banting Covid-19?

Negara Miskin Disebut Lebih Tahan Banting Covid-19?

Tekno | Selasa, 08 September 2020 | 15:00 WIB

Dipercaya Tinggi Protein, Banyak Masyarakat Afrika Kini Makan Sate Tikus

Dipercaya Tinggi Protein, Banyak Masyarakat Afrika Kini Makan Sate Tikus

Lifestyle | Senin, 07 September 2020 | 12:38 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×