Dikritik Bawa Jenazah Sekda DKI, Wagub: Kebetulan Jalannya Lewat Balai Kota

Jum'at, 18 September 2020 | 10:42 WIB
Dikritik Bawa Jenazah Sekda DKI, Wagub: Kebetulan Jalannya Lewat Balai Kota
Jelang penghormatan terakhir jenazah Sekda DKI Saefullah, PNS berkumpul di Balai Kota. (Suara.com/Fakhri).

Suara.com - Acara penghormatan terakhir untuk almarhum Sekretaris Daerah (Sekda) DKI yang wafat karena corona belakangan ini mendapat kritikan.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria pun buka suara untuk membelanya.

Riza mengatakan acara itu menerapkan protokol pencegahan penularan Covid-19 secara ketat. Para peserta menjaga jarak, menggunakan masker, dan jenazah Saefullah tidak dikeluarkan dari mobil ambulans selama acara.

"Kita Gubernur, jajaran memberikan penghormatan terakhir tetap dengan protokol covid-19. Jenazah tetap di mobil jarak jauh. Semua berjarak," ujar Riza kepada wartawan, Jumat (18/9/2020).

Riza menyebut Saefullah merupakan sosok yang berjasa dan dekat dengan orang-orang di lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Karena itu, kata Riza, Saefullah layak diberikan penghormatan terakhir meski di tengah Corona.

"Pak Sekda itu kan pimpinan di Pemprov yang selama ini kerja tulus, ikhlas pagi, siang, sore malam selama ini memberikan pelayanan untuk Jakarta selama karirnya," jelasnya.

Selain itu, jalur dari RSPAD tempat Saefullah wafat menuju rumahnya disebut Riza melewati Balai Kota. Karena itu pihaknya menggelar penghormatan terakhir sekaligus mendoakan almarhum agar diterima amal ibadahnya.

"Jenazah dari RS kan ingin dibawa ke tempat pemakaman.  Kebetulan jalannya memang lewat Balai Kota," pungkasnya.

Pemimpin Pongah

Baca Juga: Bawa Jenazah Sekda DKI ke Balai Kota, Anies Disebut Pemimpin Congkak

Sebelumnya, Ketua Forum Komunikasi Warga Jakarta, Azas Tigor Nainggolan mengaku heran dengan tindakan Gubernur Anies Baswedan yang membuat acara penghormatan terakhir untuk Sekretaris Daerah (Sekda) Saefullah. Pasalnya Saefullah diketahui wafat karena terjangkit Covid-19.

Menurut Tigor, pasien positif corona seharusnya langsung dimakamkan begitu dinyatakan wafat. Pasalnya jenazah pasien Covid-19 disinyalir masih dapat menulari virus ke orang lain di sekitarnya.

"Seseorang yang positif Corona seharusnya langsung dibawa dan dimakamkan segera sesuai protokol kesehatan masa pandemi Covid 19," ujar Tigor kepada wartawan, Kamis.

Ia lantas mempertanyakan tujuan Anies mengadakan acara penghormatan terakhir yang dihadiri oleh para PNS dan pejabat itu. Seharusnya, kata Tigor, Anies lah yang menghampiri jenazah Saefullah ke Rumah Sakit sendiri.

"Jika memang ingin memberi penghormatan terakhir, kenapa tidak Anies Baswedan sebagai gubernur Jakarta yang datang menghampiri jenazah almarhum ke rumah sakit," jelasnya.

Ia lantas menganggap Anies hanya menunjukan sisi kesombongan seorang atasan kepada bawahan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI