Pakar: Penegakan Hukum Jadi Kunci Tekan Rokok Ilegal

Vania Rossa

Selasa, 21 April 2026 | 20:41 WIB
Pakar: Penegakan Hukum Jadi Kunci Tekan Rokok Ilegal
Ilustrasi rokok ilegal. (Freepik)
baca 10 detik
  • KPK mengungkap kasus dugaan suap distribusi pita cukai di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Kementerian Keuangan.
  • Lemahnya pengawasan serta ketidaksinkronan data produksi memicu maraknya peredaran rokok ilegal yang merugikan penerimaan negara.
  • Pemerintah perlu melakukan evaluasi tata kelola cukai dan penegakan hukum tegas untuk mengatasi kejahatan ekonomi tersebut.

Suara.com - Pengungkapan kasus dugaan suap di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Kementerian Keuangan, terkait distribusi pita cukai rokok oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadi alarm keras atas masih maraknya peredaran rokok ilegal di Indonesia. Kasus ini menyoroti lemahnya pengawasan serta celah dalam sistem tata kelola cukai yang berujung pada potensi kerugian negara.

Pengamat kebijakan publik Ronny Bako menilai persoalan mendasar dalam tata kelola cukai terletak pada ketidaksinkronan antara produksi rokok dan distribusi pita cukai. Idealnya, jumlah pita cukai yang beredar harus sebanding dengan jumlah produksi.

“Kalau diproduksi satu juta batang, maka pita cukai yang keluar juga harus satu juta. Tapi di lapangan sering kali tidak seperti itu. Di situ muncul celah,” ujarnya.

Di sisi lain, kebijakan kenaikan tarif cukai yang terus dilakukan pemerintah turut mendorong harga rokok legal semakin tinggi. Kondisi ini memicu pergeseran konsumsi ke produk yang lebih murah, termasuk rokok ilegal. Permintaan yang tinggi terhadap rokok berharga rendah menjadi lahan subur bagi peredaran produk tanpa cukai.

Pelanggaran di sektor ini pun semakin beragam, mulai dari penyalahgunaan personalisasi pita cukai, salah peruntukan, penggunaan pita cukai bekas, pemalsuan, hingga peredaran rokok polos tanpa pita cukai. Tren ini terus meningkat dan diperkirakan telah mencapai 13,9 persen pada 2025.

Lemahnya pengawasan, terutama di tingkat daerah, juga membuka peluang terjadinya pelanggaran hingga potensi gratifikasi dalam proses distribusi pita cukai. Karena itu, penguatan sistem pengawasan yang terintegrasi antara pusat dan daerah menjadi kebutuhan mendesak.

Ronny menegaskan, langkah KPK dalam mengusut kasus ini menjadi sinyal bahwa pelanggaran cukai tidak lagi bisa dipandang sebagai persoalan administratif semata, melainkan telah masuk dalam kategori kejahatan ekonomi.

“Kalau sudah ada unsur gratifikasi dan kerugian negara, ini jelas masuk tindak pidana dan kejahatan ekonomi. Penanganannya harus secara hukum,” katanya.

Lebih jauh, keberadaan rokok ilegal juga berdampak pada struktur pasar. Pelaku usaha yang patuh membayar cukai harus bersaing dengan produk ilegal yang tidak menanggung beban pajak, sehingga menciptakan persaingan yang tidak sehat. Saat ini, komponen pajak bahkan mencapai sekitar 70 persen dari harga jual rokok legal.

baca juga

Di tengah kondisi tersebut, rokok ilegal tanpa pita cukai masih menjadi sumber utama kebocoran penerimaan negara. Bahkan, Ronny menduga angka sebenarnya di lapangan bisa jauh lebih besar dari data resmi.

“Di situ celah rokok ilegal masuk dan berkembang. Akhirnya penerimaan negara yang hilang juga sangat signifikan,” ujarnya.

Terkait wacana penambahan layer tarif cukai baru dengan tarif lebih rendah sebagai upaya mengakomodasi rokok ilegal, Ronny menilai kebijakan tersebut tidak akan efektif jika tidak dibarengi penguatan pengawasan.

“Kalau tidak ada integrasi antara kebijakan fiskal dan pengawasan distribusi, layering berpotensi tidak efektif menekan rokok ilegal. Bahkan kontraproduktif bisa mematikan industri legal,” tegasnya.

Menurutnya, momentum pengungkapan kasus oleh KPK harus dimanfaatkan untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem tata kelola cukai. Penegakan hukum yang tegas dan konsisten menjadi fondasi utama untuk menekan peredaran rokok ilegal, melindungi penerimaan negara, serta menjaga keberlangsungan industri legal.

Tanpa langkah tersebut, praktik pelanggaran berisiko terus berulang dan menjadikan rokok ilegal sebagai ancaman permanen bagi fiskal negara dan ekosistem industri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kritik Rencana Penambahan Layer Cukai Rokok Ilegal, Pakar Sebut Tak Efektif Tekan Konsumsi

Kritik Rencana Penambahan Layer Cukai Rokok Ilegal, Pakar Sebut Tak Efektif Tekan Konsumsi

News | Selasa, 21 April 2026 | 17:31 WIB

Negara Rugi Bandar Akibat Rokok Ilegal, Ekonom: Penegakan Hukum Tak Bisa Ditawar

Negara Rugi Bandar Akibat Rokok Ilegal, Ekonom: Penegakan Hukum Tak Bisa Ditawar

News | Jum'at, 17 April 2026 | 20:42 WIB

Petani Tembakau Madura Desak Pemerintah Ubah Kebijakan Rokok Ilegal

Petani Tembakau Madura Desak Pemerintah Ubah Kebijakan Rokok Ilegal

News | Kamis, 16 April 2026 | 21:20 WIB

Terkini

Kanye West Siap Guncang GBK Malam Ini, Promotor Rilis Rundown dan Panduan Konser

Kanye West Siap Guncang GBK Malam Ini, Promotor Rilis Rundown dan Panduan Konser

Entertainment | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 10:39 WIB

14 Ide Hadiah Terbaik untuk Zodiak Scorpio: Dijamin Disukai Pria dan Wanita

14 Ide Hadiah Terbaik untuk Zodiak Scorpio: Dijamin Disukai Pria dan Wanita

Lifestyle | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 10:35 WIB

Sepasang Sepatu Nike dari Manhattan dan Cerita di Balik Sosok Jenderal Maruli Simanjuntak

Sepasang Sepatu Nike dari Manhattan dan Cerita di Balik Sosok Jenderal Maruli Simanjuntak

News | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 10:30 WIB

Bisnis Bullion Bank Mandiri Perluas Akses ke Investasi Emas

Bisnis Bullion Bank Mandiri Perluas Akses ke Investasi Emas

Bisnis | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 10:25 WIB

Film GJLS: Berapi-Api Angkat Sisi Lain Petugas Damkar, Jadi Andalan Warga di Luar Urusan Kebakaran

Film GJLS: Berapi-Api Angkat Sisi Lain Petugas Damkar, Jadi Andalan Warga di Luar Urusan Kebakaran

Entertainment | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 10:24 WIB

ELECEED Umumkan Tayang April 2027, Kisah Bocah SMA dan Kucing Superkuat

ELECEED Umumkan Tayang April 2027, Kisah Bocah SMA dan Kucing Superkuat

Your Say | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 10:20 WIB

7 Sepatu Jalan Paling Nyaman dan Anti Pegal, dari Brand Lokal hingga Global

7 Sepatu Jalan Paling Nyaman dan Anti Pegal, dari Brand Lokal hingga Global

Lifestyle | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 10:07 WIB

Gaya Kepemimpinan Merakyat Ahmad Luthfi Curi Perhatian Para Akademisi Ilmu Sosial dan Politik

Gaya Kepemimpinan Merakyat Ahmad Luthfi Curi Perhatian Para Akademisi Ilmu Sosial dan Politik

News | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 10:00 WIB

Anak Perempuan yang Tak Boleh Tersesat

Anak Perempuan yang Tak Boleh Tersesat

Your Say | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 09:58 WIB

14 Kode Redeem FF Terbaru 24 Oktober 2026, Lengkap Trik Dapatkan Bundle Hantu Bolong

14 Kode Redeem FF Terbaru 24 Oktober 2026, Lengkap Trik Dapatkan Bundle Hantu Bolong

Tekno | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 09:56 WIB

×