Taman Nasional Thailand Kirim Bingkisan Isi Sampah ke Pengunjung, Kok Bisa?

Reza Gunadha, Fitri Asta Pramesti

Jum'at, 18 September 2020 | 14:27 WIB
Taman Nasional Thailand Kirim Bingkisan Isi Sampah ke Pengunjung, Kok Bisa?
Ilustrasi sampah plastik. (Pixabay/Stux)

Suara.com - Pihak berwenang di sebuah taman nasional di Thailand menyiapkan bingkisan bagi pengunjung yang membuang sampah sembarangan, yakni paket berisi sampah.

Menyadur BBC, Jumat (18/9/2020), Taman Nasional Khao Yai akan mengirim sampah berupa bungkus makanan hingga botol plastik kepada pengunjung yang melanggar aturan.

Untuk melancarkan program dan memudahkan pelacakan orang yang meninggalkan sampah, setiap pengunjung taman saat ini harus mandaftarkan alamat tempat tinggal mereka.

Lebih lanjut disebutkan para pelanggar nantinya juga akan berurusan dengan aparat kepolisian.

Menteri Lingkungan Hidup Thailand Varawut Silpa-archa mengonfirmasi upaya ini dengan membagikan rupa bingkisan sampah melalui akun Facebook pribadinya.

Taman Nasional Khao Yai kirim paket isi sampah ke pengunjung. (BBC/TOPVARAWUT)
Taman Nasional Khao Yai kirim paket isi sampah ke pengunjung. (BBC/TOPVARAWUT)

"Sampah anda, kami akan mengirimkan kembali kepada anda," tulis Varawut dalam caption unggahannya.

Varawut juga menyematkan sebuah foto yang menunjukkan sebuah boks berisi sejumlah kemasan makanan ringan, kaleng, dan beberapa botol air minum plastik.

Melalui postingan ini, sang menteri mengimbau orang-orang bahwa membuah sampah sembarangan di taman nasional adalah pelanggaran dan dapat dihukum hingga lima tahun penjara, lengkap dengan denda yang besar.

"Kamu lupa barang-barang ini di Taman Nasional Khao Yai," bunyi catatan kecil yang nantinya akan dikirim bersamaan dengan boks sampah itu.

baca juga

Taman Nasional yang terletak di timur laut ibu kota Thailand, Bangkok, ini menyebut sampah yang tertinggal dan tidak dibuang di tempatnya bisa sangat berbahaya bagi hewan-hewan.

Mereka khawatir para hewan akan memakan sampah-sampah itu karena mengira sebagai makanan.

Adapun Tamana Nasional Khao Yai, yang membentang dengan luas lebih dari 2.000 km persegi, sangat populer di kalangan pendaki.

Tempat ini menjadi taman nasional tertua di Thailand, terkenal dengan air terjun, hewan, dan pemandangannya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Demi Kesehatan dan Lingkungan, Yuk Ajak Anak Pilah Sampah Sejak Dini!

Demi Kesehatan dan Lingkungan, Yuk Ajak Anak Pilah Sampah Sejak Dini!

Health | Jum'at, 18 September 2020 | 10:04 WIB

Berbahaya, Sampah Plastik Bisa Sebabkan Kanker

Berbahaya, Sampah Plastik Bisa Sebabkan Kanker

Health | Jum'at, 18 September 2020 | 08:29 WIB

Langgar Protokol Kesehatan, Ratusan Warga Purwakarta Dihukum Pungut Sampah

Langgar Protokol Kesehatan, Ratusan Warga Purwakarta Dihukum Pungut Sampah

Jabar | Selasa, 15 September 2020 | 14:05 WIB

Terkini

Teheran Tutup Wilayah Udara Selama Prosesi Pemakaman Ali Khamenei

Teheran Tutup Wilayah Udara Selama Prosesi Pemakaman Ali Khamenei

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 23:24 WIB

Pakar UGM: Wajar Publik Curiga Pengangkatan Komisaris BUMN karena Balas Jasa Politik

Pakar UGM: Wajar Publik Curiga Pengangkatan Komisaris BUMN karena Balas Jasa Politik

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 22:39 WIB

Kronologi Pertemuan Menhut dan Bupati Kuansing, Dari Amplop Sampai Alih Fungsi Hutan

Kronologi Pertemuan Menhut dan Bupati Kuansing, Dari Amplop Sampai Alih Fungsi Hutan

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 22:28 WIB

Penguatan Fiskal hingga Digitalisasi Layanan Masuk 10 Rekomendasi untuk Kota di Indonesia

Penguatan Fiskal hingga Digitalisasi Layanan Masuk 10 Rekomendasi untuk Kota di Indonesia

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 21:39 WIB

Bukan Provokasi, Boikot Pajak Dinilai jadi Hak Pembangkangan Sipil

Bukan Provokasi, Boikot Pajak Dinilai jadi Hak Pembangkangan Sipil

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 21:20 WIB

Minta Bantuan Dana Parpol Naik, ICW Tantang Partai Buka Laporan Keuangan

Minta Bantuan Dana Parpol Naik, ICW Tantang Partai Buka Laporan Keuangan

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 20:59 WIB

Perludem Usul Sistem e-Banpol, Publik Bisa Pantau Penggunaan Dana Partai Secara Real-Time

Perludem Usul Sistem e-Banpol, Publik Bisa Pantau Penggunaan Dana Partai Secara Real-Time

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 20:37 WIB

Vonis Seumur Hidup untuk Priyo, Eksekutor Keji yang Habisi 5 Nyawa di Indramayu

Vonis Seumur Hidup untuk Priyo, Eksekutor Keji yang Habisi 5 Nyawa di Indramayu

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 20:35 WIB

Korban Penyekapan 3 Tahun Bakal Jalani Operasi Bertahap, Begini Kondisinya Kini

Korban Penyekapan 3 Tahun Bakal Jalani Operasi Bertahap, Begini Kondisinya Kini

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 20:05 WIB

Bayar Rp200 Ribu Sebulan Bisa Naik Transjakarta Setiap Hari? Begini Skemanya

Bayar Rp200 Ribu Sebulan Bisa Naik Transjakarta Setiap Hari? Begini Skemanya

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 19:54 WIB

×