Seorang Suami di India Tega Lukai Perut Istri Demi Ingin Tahu Kelamin Anak

Reza Gunadha, Hikmawan Muhamad Firdaus

Selasa, 22 September 2020 | 13:12 WIB
Seorang Suami di India Tega Lukai Perut Istri Demi Ingin Tahu Kelamin Anak
Ilustrasi ibu hamil (Unsplash)

Suara.com - Seorang pria ditangkap di India utara setelah merobek perut istrinya yang sedang hamil dengan dalih ingin mengetahui jenis kelamin anaknya.

Menyadur Asia One, Selasa (22/9/2020) korban mengalami kritis akibat luka yang dideritanya dan sang bayi laki-laki yang ada di dalam kandungannya meninggal dunia sebelum ia lahir.

Insiden tersebut terjadi pada hari Sabtu (19/9) dan wanita itu dalam perawatan intensif di sebuah rumah sakit di ibu kota New Delhi, kata polisi di Budaun, negara bagian Uttar Pradesh.

Golu Singh, kakak korban, serangan itu terjadi karena sang suami ingin mengetahui jenis kelamin bayi tersebut.

"Dia menyerangnya dengan sabit dan mengoyak perutnya sambil mengatakan bahwa dia ingin memeriksa jenis kelamin bayi yang belum lahir," ujar Golu Singh kepada Thomson Reuters Foundation.

Saudara perempuan korban mengatakan pasangan itu sering bertengkar tentang anak-anak mereka, karena sang suami ingin sekali memiliki seorang putra.

Suaminya diyakinkan oleh seorang pendeta desa bahwa istrinya mengandung putri keenam, kata polisi kepada Times of India.

Tersangka mengatakan kepada media lokal bahwa dia tidak sengaja menyakiti istrinya. Dia mengatakan dia melemparkan sabit ke arahnya tetapi tidak mengira itu akan melukainya begitu parah.

"Saya memiliki lima anak perempuan. Salah satu anak saya sudah meninggal," katanya dikutip dari Global News.

baca juga

"Saya tahu bahwa anak-anak adalah anugerah Tuhan. Sekarang apapun yang akan terjadi, akan terjadi." sesalnya.

Polisi mengatakan bayi tidak bisa diselamatkan dan terpaksa harus dilahirkan dalam kondisi tidak bernyawa sehari setelah kejadian.

Polisi juga sudah menahan pelaku untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Anak perempuan sering dipandang sebagai beban di India karena keluarga harus membayar mas kawin ketika mereka menikah, sementara anak laki-laki dihargai sebagai pencari nafkah yang mewarisi harta dan meneruskan nama keluarga.

Sekitar 46 juta anak perempuan diperkirakan telah hilang di India selama 50 tahun terakhir, menurut laporan dari Dana Kependudukan PBB.

Jumlah perkiraan tersebut adalah yang terbanyak kedua setelah 72 juta anak perempuan yang hilang di China.

Aborsi janin perempuan sudah dilarang di India, di mana preferensi untuk anak laki-laki telah menyebabkan berkurangnya jumlah anak perempuan.

Menurut survei pemerintah yang dirilis pada bulan Juli, rasio gender India, atau jumlah perempuan per 1.000 laki-laki, adalah 896 antara 2015 dan 2017, turun dari 898 pada 2014 - 2016 dan 900 pada 2013 - 2015.

Hukum India melarang dokter dan petugas kesehatan menginformasikan jenis kelamin anak yang belum lahir kepada orang tuanya, atau melakukan tes untuk menentukan jenis kelamin anak, dan hanya praktisi medis terdaftar yang diizinkan melakukan aborsi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemandu Wisata Dirudapaksa 5 Pria 1 Wanita di Hotel Bintang 5

Pemandu Wisata Dirudapaksa 5 Pria 1 Wanita di Hotel Bintang 5

News | Selasa, 22 September 2020 | 10:03 WIB

'Monumen Cinta' Taj Mahal Kembali Dibuka Meski Infeksi Corona Melonjak

'Monumen Cinta' Taj Mahal Kembali Dibuka Meski Infeksi Corona Melonjak

News | Selasa, 22 September 2020 | 07:15 WIB

Ingin Tahu Jenis Kelamin Bayinya, Ayah Nekat Robek Perut Istri

Ingin Tahu Jenis Kelamin Bayinya, Ayah Nekat Robek Perut Istri

News | Senin, 21 September 2020 | 16:21 WIB

Terkini

Ramalan Shio Tikus Hari Ini: Hati-Hati Belanja Mewah, Peluang Cuan Justru Datang dari Mantan Rekan

Ramalan Shio Tikus Hari Ini: Hati-Hati Belanja Mewah, Peluang Cuan Justru Datang dari Mantan Rekan

Lifestyle | Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:34 WIB

Kalah dari Arsenal, Calvin Verdonk Jadi Pemain Indonesia Pertama yang Tampil di Liga Champions

Kalah dari Arsenal, Calvin Verdonk Jadi Pemain Indonesia Pertama yang Tampil di Liga Champions

Bola | Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:27 WIB

Misteri Bau Menyengat di Kontrakan Pagelaran Terkuak: Wanita Ditemukan Tak Bernyawa di Kasur

Misteri Bau Menyengat di Kontrakan Pagelaran Terkuak: Wanita Ditemukan Tak Bernyawa di Kasur

Lampung | Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:26 WIB

Rupiah Berbalik Melemah Paling Dalem di Asia, Dolar AS Naik Dekati Rp17.917

Rupiah Berbalik Melemah Paling Dalem di Asia, Dolar AS Naik Dekati Rp17.917

Bisnis | Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:26 WIB

Rekomendasi Mobil Murah untuk Pekerja Bergaji UMP Jakarta

Rekomendasi Mobil Murah untuk Pekerja Bergaji UMP Jakarta

Otomotif | Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:25 WIB

Pakar Lingkungan UGM: Keputusan Karhutla Bukan Bencana Nasional Adalah Kekonyolan

Pakar Lingkungan UGM: Keputusan Karhutla Bukan Bencana Nasional Adalah Kekonyolan

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:23 WIB

Persib Dapat Keuntungan di ACL 2, The Cong Viettel Diterpa Krisis Pemain

Persib Dapat Keuntungan di ACL 2, The Cong Viettel Diterpa Krisis Pemain

Bola | Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:21 WIB

Asap Tak Kenal Retorika: Menguji Keseriusan Pemerintah Menangani Karhutla

Asap Tak Kenal Retorika: Menguji Keseriusan Pemerintah Menangani Karhutla

Your Say | Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:20 WIB

8.093 Berkas Sertifikat Tanah Warga Jakarta Mandek, DPRD Desak Percepatan Penyelesaian

8.093 Berkas Sertifikat Tanah Warga Jakarta Mandek, DPRD Desak Percepatan Penyelesaian

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:16 WIB

Sekolah di Pekanbaru PJJ Lagi, Imbas Kabut Asap Tak Kunjung Hilang

Sekolah di Pekanbaru PJJ Lagi, Imbas Kabut Asap Tak Kunjung Hilang

Riau | Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:11 WIB

×