Menteri Perkeretaapian India Meninggal Dunia karena Covid-19

Reza Gunadha | Hikmawan Muhamad Firdaus | Suara.com

Kamis, 24 September 2020 | 12:55 WIB
Menteri Perkeretaapian India Meninggal Dunia karena Covid-19
Suresh Angadi, Menteri Negara Perkeretaapian India meninggal akibat Covid-19.[Twitter/@SureshAngadi_]

Suara.com - Menteri Negara Perkeretaapian India dan Anggota Parlemen BJP Karnataka Suresh Angadi meninggal pada Rabu (23/9) beberapa hari setelah dinyatakan positif Covid-19.

Menyadur Hindustan Times, Kamis (24/9/2020) Suresh Angadi menjadi menteri serikat pertama yang menyerah pada penyakit yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2.

Angadi mengumumkan pada 11 September bahwa dia telah dinyatakan positif Covid-19 dan telah meminta semua orang yang melakukan kontak dekat dengannya selama beberapa hari terakhir untuk memantau kesehatan mereka dan menjalani tes jika ada gejala.

Dia dirawat di rumah sakit AIIMS di New Delhi segera setelah positif Covid-19. Sejauh ini setidaknya empat anggota parlemen termasuk Angadi dan enam dari MLA meninggal karena penyakit tersebut.

Pria berusia 65 tahun tersebut adalah anggota parlemen masa jabatan keempat dari Belagavi, Karnataka dan menjabat sebagai anggota parlemen dari tahun 2004.

Angadi menjadi wakil presiden unit distrik Belagavi BJP pada tahun 1996 dan melanjutkan jabatan itu hingga tahun 1999.

Pada tahun 2001 ia dicalonkan sebagai presiden unit distrik dan terus memegang jabatan itu sampai dia dicalonkan sebagai kandidat partai untuk daerah pemilihan Belagavi Lok Sabha pada tahun 2004.

Angadi menjabat sebagai Menteri Negara Perkeretaapian sejak 2019.

"Shri Suresh Angadi adalah seorang Karyakarta yang luar biasa, yang bekerja keras untuk memperkuat Partai di Karnataka. Dia adalah anggota parlemen yang berdedikasi dan Menteri yang efektif, dikagumi di seluruh spektrum. Kematiannya menyedihkan. Pikiranku bersama keluarga dan teman-temannya di saat-saat sedih ini. Om Shanti," Perdana Menteri Narendra Modi menuliskan di akun Twitternya.

Mantan Perdana Menteri dan kepala JDS, HD Deve Gowda mengungkapkan kesedihannya atas kematian Angadi dan men-tweet bahwa dia seperti "adik laki-laki".

"Saya terkejut dan sangat sedih dengan kematian Menteri Persatuan Negara untuk Perkeretaapian dan anggota parlemen empat periode dari Belagavi Shri Suresh Angadi. Dia seperti adik bagiku. Saya merasa sangat sedih kehilangannya. Ini kerugian yang tak tertahankan bagi bangsa kita," ujar Deve Gowda.

Presiden Partai BJP JP Nadda juga turut berbela sungkawa atas kematiannya. "Sangat sedih dengan meninggalnya Menteri Pusat Shri Suresh Angadi. Dia adalah pemimpin luar biasa yang mengabdikan seluruh hidupnya untuk organisasi dan terus melayani masyarakat dengan ketekunan dan kasih sayang sepenuhnya. Pikiran dan doa saya bersama keluarga dan pengikutnya," tweetnya.

Untuk menghormati kematian Suresh Angadi, Kementerian Dalam Negeri India menyatakan hari berkabung dengan mengibarkan bendera setengah tiang.

"Karena kematian Shri Suresh Angadi, Menteri Negara Perkeretaapian, telah diputuskan bahwa bendera nasional akan dikibarkan setengah tiang pada tanggal 24 September 2020 di semua kantor Pemerintah di Delhi," kata juru bicara kementerian dalam negeri India.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Seorang Remaja Dicokok, Diduga Rudapaksa Bayi 18 Bulan

Seorang Remaja Dicokok, Diduga Rudapaksa Bayi 18 Bulan

News | Kamis, 24 September 2020 | 10:25 WIB

Bayar Pengobatan Anak dan Utang, Ibu Rela Jual Semua Organ Tubuhnya

Bayar Pengobatan Anak dan Utang, Ibu Rela Jual Semua Organ Tubuhnya

News | Rabu, 23 September 2020 | 18:06 WIB

Melonjak Lagi, Kasus Covid-19 di India Capai 83 Ribu Dalam Satu Hari

Melonjak Lagi, Kasus Covid-19 di India Capai 83 Ribu Dalam Satu Hari

Health | Rabu, 23 September 2020 | 15:45 WIB

Terkini

68 Ribu Hewan Kurban Disembelih di Jakarta, Bagaimana Pemprov DKI Pastikan Dagingnya Aman?

68 Ribu Hewan Kurban Disembelih di Jakarta, Bagaimana Pemprov DKI Pastikan Dagingnya Aman?

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 17:15 WIB

Usut Suap Bea Cukai, KPK Bedah Misteri Kontainer yang Mengendap 30 Hari di Tanjung Emas

Usut Suap Bea Cukai, KPK Bedah Misteri Kontainer yang Mengendap 30 Hari di Tanjung Emas

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 17:03 WIB

Kabar Gembira! 93 Sekolah Rakyat Rampung Juni, Gus Ipul Siapkan Lowongan bagi 8.000 Tenaga Pendidik

Kabar Gembira! 93 Sekolah Rakyat Rampung Juni, Gus Ipul Siapkan Lowongan bagi 8.000 Tenaga Pendidik

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 16:48 WIB

Tepis Isu Pesanan, Dasco Tegaskan Revisi UU Polri Bukan Demi Jabatan Kapolri

Tepis Isu Pesanan, Dasco Tegaskan Revisi UU Polri Bukan Demi Jabatan Kapolri

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 16:21 WIB

Konflik Papua Tak Kunjung Usai, Komnas HAM Desak Tiga Pihak Ini Segera Duduk Bersama

Konflik Papua Tak Kunjung Usai, Komnas HAM Desak Tiga Pihak Ini Segera Duduk Bersama

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 16:17 WIB

Jerit Keadilan Keluarga M Berlian di DPR: Vonis Seumur Hidup Cuma Modal Lie Detector!

Jerit Keadilan Keluarga M Berlian di DPR: Vonis Seumur Hidup Cuma Modal Lie Detector!

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 16:06 WIB

Kronologi Lengkap Oknum Peneliti Indonesia Diduga Palsukan Riset Demi 'Travel Grant'

Kronologi Lengkap Oknum Peneliti Indonesia Diduga Palsukan Riset Demi 'Travel Grant'

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:54 WIB

Penjajahan Gaya Baru? PSN Papua Berpotensi Singkirkan Warga Lokal

Penjajahan Gaya Baru? PSN Papua Berpotensi Singkirkan Warga Lokal

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:47 WIB

Pramono Wukuf di Arafah, Wagub Rano Karno Pimpin Jakarta Rayakan Idul Adha

Pramono Wukuf di Arafah, Wagub Rano Karno Pimpin Jakarta Rayakan Idul Adha

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:42 WIB

Final dan Mengikat, Dasco Pastikan Putusan MK Soal Kuota Perempuan 30 Persen Masuk Revisi UU Pemilu

Final dan Mengikat, Dasco Pastikan Putusan MK Soal Kuota Perempuan 30 Persen Masuk Revisi UU Pemilu

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:41 WIB