Sebut PSBB DKI Bernuansa Politik, PDIP: Anies Hanya Cari Popularitas

Dwi Bowo Raharjo | Fakhri Fuadi Muflih | Suara.com

Selasa, 29 September 2020 | 13:42 WIB
Sebut PSBB DKI Bernuansa Politik, PDIP: Anies Hanya Cari Popularitas
Anies Baswedan mengumumkan bahwa bioskop di Jakarta akan segera dibuka. (Youtube BNPB Indonesia)

Suara.com - Fraksi PDIP DPRD Jakarta menilai kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) jilid II yang diambil Gubernur Anies Baswedan bernuansa politik. Ungkapan ini senada dengan pernyataan dari Dokter Tirta yang menyebut hal sama.

Ketua Fraksi PDIP DPRD Jakarta Gembong Warsono menyebut PSBB kerap dimanfaatkan Anies untuk mencari popularitas semata. Karen itu ia meragukan tingkat kesuksesan penerapan PSBB jilid II itu.

"PSBB ini nuansanya sangat politis. (Anies) hanya mencari popularitas saja," ujar Gembong saat dikonfirmasi, Selasa (29/9/2020).

Karena terlalu politis, Anies disebutnya tak melakukan koordinasi yang baik dengan daerah penyangga dalam melakukan pembatasan aktivitas. Padahal, kata Gembong, pergerakan masyarakat dari luar Jakarta adalah faktor penting dalam penularan corona.

"Sebagus apapun kebijakan di Jakarta berkaitan dengan kebijakan pemerintah daerah penyangga itu. Kebijakan apapun yang diambil harus selalu berkoordinasi dan komunikasi dengan daerah penyangga karena," tuturnya.

Salah satu contoh jelas kurang koordinasi Anies dengan kepala daerah penyangga adalah ketika banyak warga Jakarta datang ke Bekasi untuk ikut menonton konser. Masyarakat tak mematuhi instruksi Anies untuk tetap berada di rumah selama PSBB jilid II.

"Nah itu karena luput dari koordinasi jadi Warga Jakarta justru mencari hiburan di luar," pungkasnya.

Lewat akun Instagramnya, Dokter Tirta menumpahkan kegelisahannya terhadap penanganan Covid-19 di Indonesia dalam kapasitasnya sebagai tenaga medis.

Ia mengkritik pedas penanganan Covid-19 dengan langkah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) khususnya yang diterapkan di DKI Jakarta.

"PSBB Jakarta tapi jumlah positif per hari tetap ribuan. Ujung-ujungnya warga yang disalahkan. Sudah enggak makan, disalah-salahin. Didenda pula. Saya kira PSBB beneran. Tapi yang di razia cuma rumah makan dan lapangan," tulis keterangannya di akun Instagram @dr.tirta, Jumat (26/09/2020).

Menurutnya, denda yang diterapkan kali ini tajam ke bawah, tapi tumpul ke atas. Tidak hanya itu, dokter nyentrik ini juga mempertanyakan larinya uang denda yang dikeruk petugas, apakah ke rakyat atau ke yang lainnya.

"Saya yakin saya juga bakal remuk. Cepat atau lambat. Entah secara ekonomi/kena covid juga," imbuhnya.

Di unggahan selanjutnya dengan format live Instagram, Dokter Tirta bicara panjang lebar selama satu jam lebih.

Disematkan pula di keterangan video live Instagramnya bahwa Covid-19 di Indonesia ditunggangi politik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pengusaha Minta Anies Izinkan Pengunjung Hotel dan Mal Makan di Tempat

Pengusaha Minta Anies Izinkan Pengunjung Hotel dan Mal Makan di Tempat

News | Selasa, 29 September 2020 | 12:11 WIB

Warga ke Mal Luar Kota Imbas PSBB DKI, Rektor UIC: Kalau Tertangkap Ditahan

Warga ke Mal Luar Kota Imbas PSBB DKI, Rektor UIC: Kalau Tertangkap Ditahan

News | Selasa, 29 September 2020 | 12:45 WIB

Gatot Nurmantyo Berat Jadi Calon Presiden, Ini Kata Pengamat Politik

Gatot Nurmantyo Berat Jadi Calon Presiden, Ini Kata Pengamat Politik

News | Selasa, 29 September 2020 | 12:43 WIB

Ucapan Dokter Tirta Soal Pandemi Ditunggangi Politik Tak Bisa Jadi Acuan

Ucapan Dokter Tirta Soal Pandemi Ditunggangi Politik Tak Bisa Jadi Acuan

News | Senin, 28 September 2020 | 21:07 WIB

Angka Harian Pasien Corona di Jakarta Turun, Tambah 807 Orang Hari Ini

Angka Harian Pasien Corona di Jakarta Turun, Tambah 807 Orang Hari Ini

News | Senin, 28 September 2020 | 20:55 WIB

Terkini

Mengenal Amal Khalil, Jurnalis Pemberani yang Dibunuh Israel di Lebanon

Mengenal Amal Khalil, Jurnalis Pemberani yang Dibunuh Israel di Lebanon

News | Jum'at, 24 April 2026 | 08:18 WIB

Pungli Berjamaah di Dinas ESDM Jatim: 19 Pegawai Kembalikan Duit 'Panas' Rp707 Juta ke Jaksa

Pungli Berjamaah di Dinas ESDM Jatim: 19 Pegawai Kembalikan Duit 'Panas' Rp707 Juta ke Jaksa

News | Jum'at, 24 April 2026 | 08:12 WIB

Pria Yahudi Ditangkap karena Pakai Kippah Bergambar Bendera Israel dan Palestina

Pria Yahudi Ditangkap karena Pakai Kippah Bergambar Bendera Israel dan Palestina

News | Jum'at, 24 April 2026 | 07:57 WIB

Berlabel Pupuk! Polisi Sita 1,9 Ton Sianida Asal Filipina dari Kapal yang Kandas di Gorontalo

Berlabel Pupuk! Polisi Sita 1,9 Ton Sianida Asal Filipina dari Kapal yang Kandas di Gorontalo

News | Jum'at, 24 April 2026 | 07:47 WIB

Tentara Khusus AS Ditangkap Usai Skandal Tahuran Rp 6,9 Miliar dalam Penangkapan Presiden Maduro

Tentara Khusus AS Ditangkap Usai Skandal Tahuran Rp 6,9 Miliar dalam Penangkapan Presiden Maduro

News | Jum'at, 24 April 2026 | 07:33 WIB

Italia Respon Usulan Gantikan Iran di Piala Dunia 2026

Italia Respon Usulan Gantikan Iran di Piala Dunia 2026

News | Jum'at, 24 April 2026 | 07:21 WIB

Kenapa Indonesia Tidak Bisa Pungut Tarif di Selat Malaka, Akal-akalan Malaysia atau Tabrak Hukum?

Kenapa Indonesia Tidak Bisa Pungut Tarif di Selat Malaka, Akal-akalan Malaysia atau Tabrak Hukum?

News | Jum'at, 24 April 2026 | 07:15 WIB

263 Napi Risiko Tinggi Dipindah ke Nusakambangan, Terbanyak Asal Riau!

263 Napi Risiko Tinggi Dipindah ke Nusakambangan, Terbanyak Asal Riau!

News | Jum'at, 24 April 2026 | 07:11 WIB

Wacana Tarif Purbaya, Menhan Malaysia Tegas: Tak Ada Negara Bisa Kuasai Selat Malaka!

Wacana Tarif Purbaya, Menhan Malaysia Tegas: Tak Ada Negara Bisa Kuasai Selat Malaka!

News | Jum'at, 24 April 2026 | 06:55 WIB

Resmi Disahkan! Panduan Lengkap UU PPRT: Apa yang Berubah bagi Majikan dan Pekerja?

Resmi Disahkan! Panduan Lengkap UU PPRT: Apa yang Berubah bagi Majikan dan Pekerja?

News | Kamis, 23 April 2026 | 22:26 WIB