Viral Lelaki Hampiri Polisi saat Aksi: Saya Kecil Tapi Tahu NKRI Harga Mati

Reza Gunadha | Hernawan | Suara.com

Jum'at, 09 Oktober 2020 | 20:24 WIB
Viral Lelaki Hampiri Polisi saat Aksi: Saya Kecil Tapi Tahu NKRI Harga Mati
Viral Bocah Lelaki Hampiri Polisi saat Aksi, Sebut NKRI Harga Mati (TikTok/@syafa170312).

Suara.com - Aksi demonstrasi menolak Undang-Undang Cipta Kerja marak terjadi di berbagai kota. Unjuk Rasa ini meninggalkan jejak dokumentasi yang tak jarang membuat miris hati, seperti halnya video ini.

Pemilik akun TikTok @syafa170312 pada Kamis (8/9/2020) membagikan video yang merekam aksi seorang bocah laki-laki sedang menyuarakan keresahnnya kepada polisi yang berdiri tegap dihadapannya.

Lelaki tersebut diperkirakan masih belia, tetapi semangatnya untuk memperjuangkan keadilan dirasa menggelora.

Ia berdiri di depan polisi dengan helm berwarna hijau yang masih terpasang di kepalanya.

Kepada polisi, ia menyampaikan rasa tidak terimanya terhadap aksi demonstrasi UU Cipta Kerja. Pasalnya, lelaki ini mengatuhi bahwa tidak sedikit oknum polisi yang bertindak represif kepada para pendemo.

Viral Bocah Lelaki Hampiri Polisi saat Aksi, Sebut NKRI Harga Mati (TikTok/@syafa170312).
Viral Bocah Lelaki Hampiri Polisi saat Aksi, Sebut NKRI Harga Mati (TikTok/@syafa170312).

Dengan ekspresi seperti berkaca-kaca, ia mengaku sedih melihatnya.

"Sedih pak, sedih banget," ujarnya.

Lebih lanjut lagi, lelaki tersebut pun menuturkan kepada polisi bahwa NKRI harga mati. Itu yang menjadi motivasinya ikut turun dalam aksi demonstrasi.

"Saya memang kecil pak, tapi saya tahu negara harga mati Pak," tandasnya.

Oleh si perekam video, lelaki tersebut bercerita bahwa Ayahnya berprofesi sebagai satpam, sementara Ibunya adalah penjual kue.

Tak hanya itu, ia juga mengatakan saat ini sudah keluar dari sekolah lantaran terhalang biaya. Oleh sebab itu, ia kemudian ikut turun ke jalan guna menyuarakan keadilan bagi rakyat biasa.

Dalam rekaman video tersebut, si lelaki berharap agar perwakilan massa bisa masuk ke gedung untuk menyuarakan tuntutannya pada pejabat negara. Kendati demikian, ia mengaku sudah mengetahui Jokowi tidak sedang di tempat.

Video unggahan @Syafa170312 itu kini tengah viral. Hingga artikel ini diterbitkan, videonya tersebut telah ditayangkan sebanyak 4,1 M kali dan dibanjiri belasan ribu komentar warganet.

"Dari tatapan matanya, dia benar-benar tulus. Itu keluh kesahnya. Keluarganya kekurangan ekonomi dan dia mencari keadilan sampai begitu berani untuk mati," kata Heny Prawita.

"Apa petinggi negara gak malu dapat pesan dari dek ini. Dia putus sekolah karena gak ada biaya, sedangkan anak petinggi negara pada jalan-jalan terus ke luar negeri," balas Nanastan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pangdam Jaya Luruskan Video Viral TNI Beri Tameng ke Massa Aksi UU Ciptaker

Pangdam Jaya Luruskan Video Viral TNI Beri Tameng ke Massa Aksi UU Ciptaker

Jakarta | Jum'at, 09 Oktober 2020 | 18:59 WIB

Polisi Bubarkan Massa Aksi Tolak UU Cipta Kerja di Depan DPRD Sumut

Polisi Bubarkan Massa Aksi Tolak UU Cipta Kerja di Depan DPRD Sumut

Sumut | Jum'at, 09 Oktober 2020 | 18:48 WIB

Jokowi Urai Kenapa Dibuat UU Ciptaker sampai Bantah Upah Minimum Dihapus

Jokowi Urai Kenapa Dibuat UU Ciptaker sampai Bantah Upah Minimum Dihapus

News | Jum'at, 09 Oktober 2020 | 18:24 WIB

Terkini

Skandal Peras Izin TKA Rp135 Miliar: 8 Eks Pejabat Kemenaker Hadapi Sidang Vonis Hari Ini!

Skandal Peras Izin TKA Rp135 Miliar: 8 Eks Pejabat Kemenaker Hadapi Sidang Vonis Hari Ini!

News | Rabu, 22 April 2026 | 08:48 WIB

Bongkar SDB Milik Rizal Bea Cukai di Medan, KPK Sita Logam Mulia hingga Valas Senilai Rp2 Miliar!

Bongkar SDB Milik Rizal Bea Cukai di Medan, KPK Sita Logam Mulia hingga Valas Senilai Rp2 Miliar!

News | Rabu, 22 April 2026 | 08:19 WIB

Momen Mayor Windra Sanur Pamit ke Jokowi Usai 8 Tahun Mengawal: Kini Emban Tugas Baru di Tangerang

Momen Mayor Windra Sanur Pamit ke Jokowi Usai 8 Tahun Mengawal: Kini Emban Tugas Baru di Tangerang

News | Rabu, 22 April 2026 | 07:53 WIB

Perang AS vs Iran: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu

Perang AS vs Iran: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu

News | Rabu, 22 April 2026 | 07:44 WIB

Haji 2026 Dimulai: 391 Jemaah Kloter Pertama Resmi Bertolak ke Madinah via Bandara Soetta

Haji 2026 Dimulai: 391 Jemaah Kloter Pertama Resmi Bertolak ke Madinah via Bandara Soetta

News | Rabu, 22 April 2026 | 07:05 WIB

Bareskrim Bongkar Gudang Ponsel Ilegal di Sidoarjo, Satu Truk Barang Bukti Disita

Bareskrim Bongkar Gudang Ponsel Ilegal di Sidoarjo, Satu Truk Barang Bukti Disita

News | Selasa, 21 April 2026 | 22:11 WIB

Sasar Pelanggan Kategori 2A, PAM Jaya Distribusikan Puluhan Toren untuk Ibu-ibu di Koja

Sasar Pelanggan Kategori 2A, PAM Jaya Distribusikan Puluhan Toren untuk Ibu-ibu di Koja

News | Selasa, 21 April 2026 | 21:42 WIB

Terisak Merasa Dikambinghitamkan, Ibam: Niat Bantu Nadiem Malah Dikriminalisasi 22 Tahun

Terisak Merasa Dikambinghitamkan, Ibam: Niat Bantu Nadiem Malah Dikriminalisasi 22 Tahun

News | Selasa, 21 April 2026 | 21:25 WIB

Analis Masih Yakin Amerika Kalah Perang dengan Iran Meski dengan Bom

Analis Masih Yakin Amerika Kalah Perang dengan Iran Meski dengan Bom

News | Selasa, 21 April 2026 | 21:05 WIB

Terima Telepon PM Albanese, Prabowo Bahas Ekspor Pupuk Urea ke Australia

Terima Telepon PM Albanese, Prabowo Bahas Ekspor Pupuk Urea ke Australia

News | Selasa, 21 April 2026 | 21:02 WIB