Mampukah Vaksin Buatan Tahun 1921 Hentikan Pandemi Covid-19?

Reza Gunadha | BBC | Suara.com

Senin, 12 Oktober 2020 | 20:11 WIB
Mampukah Vaksin Buatan Tahun 1921 Hentikan Pandemi Covid-19?
Ilustrasi Vaksin Covid-19 (getty image)

Suara.com - Sekelompok ilmuwan di Inggris menguji vaksin BCG yang dikembangkan tahun 1921 dalam upaya menghentikan pandemi virus corona covid-19.

Vaksin BCG didesain untuk menghentikan tuberculosis. Namun belakangan muncul bukti ilmiah bahwa vaksin itu dapat mencegah infeksi penyakit lainnya.

Sekitar seribu orang dilibatkan dalam uji klinis yang berlangsung di University of Exeter, Inggris tersebut.

Walaupun jutaan orang di Inggris telah disuntik BCG saat mereka masih anak-anak, sekarang mereka diperkirakan perlu menjalani vaksinasi ulang lagi untuk mendapatkan manfaatnya.

Vaksin BCG dirancang untuk melatih sistem kekebalan sehingga memberikan berkelanjutan terhadap suatu infeksi tertentu.

Namun proses itu juga menyebabkan perubahan meluas pada sistem kekebalan tubuh.

Vaksin BCG meningkatkan respons terhadap infeksi lain. Oleh karena itu, para ilmuwan berharap itu bahkan dapat menyokong tubuh kita untuk melawan virus corona.

  • Uji klinis sebelumnya menunjukkan, BCG mengurangi kematian bayi yang baru lahir hingga 38% di Guinea-Bissau. Dampak vaksin ini sebagian besar mengurangi kasus pneumonia dan sepsis.
  • Kajian di Afrika Selatan menghubungkan vaksin ini dengan pengurangan 73% infeksi di hidung, tenggorokan dan paru-paru.

Sementara itu, uji klinis di Belanda menunjukkan bahwa BCG mengurangi jumlah virus demam kuning di dalam tubuh.

"Temuan ini bisa jadi sangat penting dalam skala global," kata John Campbell, profesor di Fakultas Kedokteran di University of Exeter.

"Meskipun kami tidak berpikir vaksin perlindungan hhusus untuk melawan Covid-19, BCG berpeluang mengisi kekosongan selama beberapa tahun sebelum vaksin Covid dan perawatan lainnya dikembangkan," kata Campbell.

Uji klinis di Inggris itu adalah bagian dari studi yang digelar di Brace internasional. Kajian serupa juga berlangsung di Australia, Belanda, Spanyol, dan Brasil. Penelitian ini melibatkan sekitar 10.000 orang.

Penelitian ini akan fokus pada petugas medis karena mereka lebih mungkin terpapar virus corona. Para peneliti berharap dapat mengetahui secara lebih cepat apakah vaksin tahun 1921 itu benar-benar efektif.

Sam Hilton, seorang dokter umum dari Exeter, ikut serta dalam uji klinis ini. Alasannya, kata dia, sebagai seorang dokter dia berisiko tinggi tertular Covid-19.

"Ada teori yang cukup bagus bahwa BCG mungkin membuat Anda cenderung tidak sakit ketika Anda tertular Covid-19," ucapnya.

"Jadi saya melihat uji klinis ini sebagai peluang untuk sedikit terlindungi, yang berarti saya punya peluang lebih besar untuk bekerja musim dingin ini," kata Hilton.

Tedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), adalah salah satu penulis artikel di Jurnal Lancet. Dia menyebut vaksin BCG berpotensi menjembatani kesenjangan sebelum vaksin suatu penyakit dikembangkan.

"Ini akan menjadi alat penting dalam mengatasi Covid-19 dan pandemi di masa depan," tulisnya dalam artikel itu.

Namun, vaksin BCG tidak akan menjadi solusi jangka panjang.

Ketahanan tubuh terhadap Covid diperkirakan akan berkurang. Artinya, orang yang mendapatkan suntikan BCG pada masa kecil tidak lagi memiliki perlindungan.

BCG tak lagi digunakan di Inggris sejak 2005 karena tingkat tuberkulosis di negara itu sangat rendah.

Selain itu, vaksin ini tidak melatih sistem kekebalan untuk menghasilkan antibodi dan sel darah putih yang da pat mengenali dan melawan virus corona.

Tujuan akhir uji klinis

Tujuan besar secara global tetaplah mengembangkan vaksin yang secara khusus melawan virus corona. Sepuluh vaksin kini sedang dalam tahap akhir penelitian klinis, termasuk yang dikembangkan di University of Oxford.

Profesor Andrew Pollard, dari Oxford Vaccine Group, berkata kepada BBC, "Sebagian besar vaksin membuat respons kekebalan tubuh yang sangat spesifik terhadap kuman yang Anda coba cegah.

"Tapi untuk memicu kekebalan yang baik, ada juga 'peningkatan' yang tidak terlalu spesifik dan yang mengubah cara sistem kekebalan dapat merespons di masa depan.

"Masalah yang kami hadapi sekarang adalah saya tidak dapat memberi tahu Anda apa yang dapat Anda lakukan dengan vaksin lainnya untuk meningkatkan kekebalan Anda terhadap virus corona karena kami tidak memiliki bukti sama sekali," kata Pollard.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pemerintah Jamin Vaksin Corona Covid-19 Tidak Haram

Pemerintah Jamin Vaksin Corona Covid-19 Tidak Haram

Bisnis | Senin, 12 Oktober 2020 | 16:26 WIB

Videografis: Makanan Bergizi Peningkat Imun Tubuh untuk Hadapi Pandemi

Videografis: Makanan Bergizi Peningkat Imun Tubuh untuk Hadapi Pandemi

Video | Senin, 12 Oktober 2020 | 11:15 WIB

Semoga Menjadi Kabar Baik, Ilmuwan Uji Vaksin BCG untuk Covid-19

Semoga Menjadi Kabar Baik, Ilmuwan Uji Vaksin BCG untuk Covid-19

Tekno | Senin, 12 Oktober 2020 | 07:49 WIB

Videografis: Panduan Belanja Aman dan Sehat saat Pandemi

Videografis: Panduan Belanja Aman dan Sehat saat Pandemi

Video | Sabtu, 10 Oktober 2020 | 10:00 WIB

Hore! BLT UMKM Cair Pekan Ini, Ini Syarat yang Harus Disiapkan

Hore! BLT UMKM Cair Pekan Ini, Ini Syarat yang Harus Disiapkan

Jawa Tengah | Jum'at, 09 Oktober 2020 | 07:12 WIB

Videografis: 5 Anjuran  untuk Mengatasi Cemas Akibat Covid-19

Videografis: 5 Anjuran untuk Mengatasi Cemas Akibat Covid-19

Video | Jum'at, 09 Oktober 2020 | 09:20 WIB

WHO Sebut Vaksin Virus Corona Bisa Tersedia Beberapa Minggu Lagi

WHO Sebut Vaksin Virus Corona Bisa Tersedia Beberapa Minggu Lagi

Health | Rabu, 07 Oktober 2020 | 12:31 WIB

Videografis: Barang yang Wajib Dibawa saat New Normal

Videografis: Barang yang Wajib Dibawa saat New Normal

Video | Rabu, 07 Oktober 2020 | 12:00 WIB

Terkini

Bantah Pemerintah Larang Nobar Film Pesta Babi, Menko Yusril: Silakan Tonton dan Debat!

Bantah Pemerintah Larang Nobar Film Pesta Babi, Menko Yusril: Silakan Tonton dan Debat!

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 17:39 WIB

Italia Murka Israel Serang Pasukan Perdamaian PBB yang Tewaskan Tentara Indonesia

Italia Murka Israel Serang Pasukan Perdamaian PBB yang Tewaskan Tentara Indonesia

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 17:37 WIB

Tolak SPPG di Dalam Kampus, UMY Usul Fokus Jadi Mitra Kajian Program MBG

Tolak SPPG di Dalam Kampus, UMY Usul Fokus Jadi Mitra Kajian Program MBG

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 16:56 WIB

'Kode Merah' di Balik Room VIP: Bareskrim Bongkar Modus Narkoba di B-Fashion dan The Seven Jakbar

'Kode Merah' di Balik Room VIP: Bareskrim Bongkar Modus Narkoba di B-Fashion dan The Seven Jakbar

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 16:48 WIB

SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!

SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 16:35 WIB

Israel Jadi Negara Paling Tidak Disukai di Dunia Menurut Survei Global 2026

Israel Jadi Negara Paling Tidak Disukai di Dunia Menurut Survei Global 2026

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:52 WIB

Sadis! Hanya Demi Motor, Pemuda di Karawang Nekat Habisi Nyawa Adik Kelas di Bantaran Citarum

Sadis! Hanya Demi Motor, Pemuda di Karawang Nekat Habisi Nyawa Adik Kelas di Bantaran Citarum

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:52 WIB

Mahfud MD Ungkap Isi Obrolan dengan Jokowi di Kondangan Soimah: Gak Ada Bahas Politik

Mahfud MD Ungkap Isi Obrolan dengan Jokowi di Kondangan Soimah: Gak Ada Bahas Politik

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:44 WIB

Dharma Pongrekun Gugat UU Kesehatan ke MK: Soroti Ancaman Denda Rp500 Juta dan Kontrol Global

Dharma Pongrekun Gugat UU Kesehatan ke MK: Soroti Ancaman Denda Rp500 Juta dan Kontrol Global

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:31 WIB

Siswa SMK Karawang Terancam Hukuman Mati Usai Rencanakan Pembunuhan Adik Kelas

Siswa SMK Karawang Terancam Hukuman Mati Usai Rencanakan Pembunuhan Adik Kelas

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:23 WIB