Isi Chat WA Group KAMI Mengerikan, Polisi: Pantas Masyarakat Tersulut

Iwan Supriyatna

Rabu, 14 Oktober 2020 | 06:57 WIB
Isi Chat WA Group KAMI Mengerikan, Polisi: Pantas Masyarakat Tersulut
Ilustrasi Memegang Handphone whatsapp (Unsplas/Christian Wiediger)

Suara.com - Polisi menyebut isi percakapan di grup WhatsApp orang-orang Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) mengerikan.

"Ini terkait demo omnibus law yang berakhir anarkis. Patut diduga mereka-mereka itu tadi memberikan informasi yang menyesatkan, berbau SARA dan penghasutan-penghasutan itu. Kalau rekan-rekan ingin membaca WA-nya ngeri," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono dilansir Batamnews.co.id, Rabu (14/10/2020).

Awi menuturkan, isi percakapan menyulut rasa kebencian. Awi juga menyinggung soal rencana perusakan.

"Pantas di lapangan terjadi anarki sehingga masyarakat yang, mohon maaf, tidak paham betul akan tersulut. Ketika direncanakan sedemikian rupa, untuk membawa ini-itu untuk melakukan perusakan semua terpapar jelas di WA," tuturnya.

Untuk diketahui, Bareskrim Polri menangkap petinggi dan anggota Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI). Total ada 8 anggota KAMI Medan dan Jakarta yang ditangkap.

"Medan KAMI: Juliana, Devi, Khairi Amri, Wahyu Rasari Putri. Jakarta: Anton Permana, Syahganda Nainggolan, Jumhur, Kingkin," kata Awi saat dimintai konfirmasi.

Kedelapan orang ditangkap dari lima kota, yakni Medan, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Depok, dan Tangerang Selatan.

Salah satu pelaku yang ditangkap yaitu Ketua KAMI Medan, Khairi Amri mengakui adanya ajakan demonstrasi rusuh di WhatsApp group (WAG) 'KAMI Medan'. Salah satu member grup menyerukan ajakan demo seperti 1998.

"Ya saya kurang kontrol itu walaupun saya sudah terakhir kejadian ini, dibuka saya baru sadar rupanya itu isinya. Itu kadang saya cuma klik aja, tidak saya baca memang, memang itu saya akui, jarang saya baca WA," tutur Khairi.

baca juga

"Bukan (ujaran kebencian) SARA, tapi ada apa ya, ke penguasa pula. Mengajak (demonstrasi) sampai chaos. Saya kaget itu, 'Ayo kita buat seperti '98'. Tidak ada kayaknya SARA, nggak ada. Cuma ketidaksenangan ke kebijakan pemerintah, apalagi kita sama-sama nggak tahu nih omnibus law, tapi kita anggap kita menolak gitu," sambung dia.

Berita ini sebelumnya dimuat Batamnews.co.id jaringan Suara.com dengan judul "Ngeri Baca Isi WA Group KAMI, Polisi: Pantas di Lapangan Terjadi Anarki"

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Profil Jumhur Hidayat Terlengkap

Profil Jumhur Hidayat Terlengkap

News | Rabu, 14 Oktober 2020 | 06:13 WIB

Aktivisnya Ditangkapi, KAMI Siap Berikan Pendampingan Hukum

Aktivisnya Ditangkapi, KAMI Siap Berikan Pendampingan Hukum

Jabar | Rabu, 14 Oktober 2020 | 06:05 WIB

Jumhur Dkk Dibekuk, KAMI Bantah Bahas Aksi Tolak UU Ciptaker di Grup WA

Jumhur Dkk Dibekuk, KAMI Bantah Bahas Aksi Tolak UU Ciptaker di Grup WA

News | Rabu, 14 Oktober 2020 | 00:48 WIB

Terkini

Semprot Wartawan 'Punya Otak Nggak Lo?', Hotman Paris Minta Maaf

Semprot Wartawan 'Punya Otak Nggak Lo?', Hotman Paris Minta Maaf

Video | Senin, 20 Juli 2026 | 13:00 WIB

Kendaraan Berhenti Mendadak Picu Kecelakaan Beruntun di MT Haryono Pancoran

Kendaraan Berhenti Mendadak Picu Kecelakaan Beruntun di MT Haryono Pancoran

News | Senin, 20 Juli 2026 | 12:51 WIB

Kasus Pajak di Banjarmasin Belum Selesai, KPK Kembangkan Perkara dengan Sprindik Baru

Kasus Pajak di Banjarmasin Belum Selesai, KPK Kembangkan Perkara dengan Sprindik Baru

News | Senin, 20 Juli 2026 | 12:48 WIB

Dana SAL Jadi Buffer Fiskal, Penggunaan di Luar Defisit Kini Wajib Restu DPR

Dana SAL Jadi Buffer Fiskal, Penggunaan di Luar Defisit Kini Wajib Restu DPR

Bisnis | Senin, 20 Juli 2026 | 12:48 WIB

Selain Mereka Teman Amerika, Apa Lagi Alasan Iran Berani Serang Negara Tetangga?

Selain Mereka Teman Amerika, Apa Lagi Alasan Iran Berani Serang Negara Tetangga?

News | Senin, 20 Juli 2026 | 12:48 WIB

Aksi Les Grow hingga Juara ADWI: Sinergi Warga Desa Les Rawat Bumi & Tradisi

Aksi Les Grow hingga Juara ADWI: Sinergi Warga Desa Les Rawat Bumi & Tradisi

Your Say | Senin, 20 Juli 2026 | 12:46 WIB

Solidaritas di Balik Peron: Cerita Unik dan Sisi Humanis Menjadi Anak Kereta

Solidaritas di Balik Peron: Cerita Unik dan Sisi Humanis Menjadi Anak Kereta

Your Say | Senin, 20 Juli 2026 | 12:45 WIB

IHSG Terbang di Sesi I ke Level 6.228, BBCA dan BBRI Mulai Jadi Buruan

IHSG Terbang di Sesi I ke Level 6.228, BBCA dan BBRI Mulai Jadi Buruan

Bisnis | Senin, 20 Juli 2026 | 12:45 WIB

Tolak Tekanan Sosial: Mengapa Perempuan Tak Perlu Malu Memakai Outfit yang Sama

Tolak Tekanan Sosial: Mengapa Perempuan Tak Perlu Malu Memakai Outfit yang Sama

Your Say | Senin, 20 Juli 2026 | 12:45 WIB

Helmy Yahya Tawarkan Rebana ke Investor Malaysia, Lahan Industri 43 Ribu Hektare Masih Longgar

Helmy Yahya Tawarkan Rebana ke Investor Malaysia, Lahan Industri 43 Ribu Hektare Masih Longgar

Bisnis | Senin, 20 Juli 2026 | 12:44 WIB

×