Ribuan Hoaks Covid-19, Pemerintah Klaim Tak Batasi Kebebasan Berpendapat

Bangun Santoso, Stephanus Aranditio

Senin, 19 Oktober 2020 | 12:58 WIB
Ribuan Hoaks Covid-19, Pemerintah Klaim Tak Batasi Kebebasan Berpendapat
Ilustrasi hoaks. (Shutterstock)

Suara.com - Kementerian Komunikasi dan Informatika sudah menghapus ribuan unggahan informasi bohong alias hoaks yang beredar di media sosial terkait pandemi virus corona Covid-19 selama 10 bulan terakhir.

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan, hal ini bukan berarti pemerintah melakukan pembatasan terhadap kebebasan berpendapat dan berekspresi yang merupakan hak warga negara, melainkan meluruskan informasi yang salah dan berbahaya saat pandemi.

"Kami semua perlu melakukan pengendalian (informasi) bukan untuk membatasi masyarakat terhadap kebebasan berekspresi atau berpendapat, tapi karena situasi pandemi ini kami perlu meluruskan informasi-informasi yang salah," kata Semuel dalam jumpa pers virtual dari Lawan Covid19 ID, Senin (19/10/2020).

Dia mengklaim, pemerintah selalu mengedepankan tindakan pencegahan hoaks dengan melakukan literasi pandemi ke masyarakat, baru menindak secara hukum jika hoaks yang beredar sudah berbahaya dan meresahkan masyarakat.

Dalam temuannya, Kominfo menemukan 2.020 hoaks, 1.759 diantaranya sudah dihapus pemerintah, data ini dihimpun sejak 23 Januari - 18 Oktober 2020.

"Saat ini ada sekitar 2.020 hoaks yang beredar di sosial media, kategorinya ada 1.197 (jumlah topik), dari 2.020 ini sudah di-takedown ada sekitar 1.759 hoaks," ungkapnya.

Ribuan hoaks ini, kata Semuel sangat mengganggu berbagai upaya yang dilakukan pemerintah karena memunculkan stigmatisasi terhadap petugas-petugas yang bekerja menangani pandemi Covid-19.

"Stigmatisasi terhadap rumah sakit, tenaga medis, dan penyintas covid, serta proses yang sudah dilakukan ini yang menjadi berbahaya bagi masyarakat kalau masyarakat akhirnya membuat stigma," ucapnya.

Sebagai informasi, saat ini pandemi virus covid-19 di Indonesia sudah menjangkiti 361.867 orang positif, 64.032 di antaranya dirawat, 285.324 sembuh dan 12.511 jiwa meninggal dunia.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemerintah Temukan 2.020 Hoaks Terkait Pandemi Covid-19

Pemerintah Temukan 2.020 Hoaks Terkait Pandemi Covid-19

News | Senin, 19 Oktober 2020 | 11:24 WIB

Kominfo: Ada 2.020 Sebaran Hoaks di Medsos, Paling Banyak Soal Covid-19

Kominfo: Ada 2.020 Sebaran Hoaks di Medsos, Paling Banyak Soal Covid-19

News | Minggu, 18 Oktober 2020 | 15:59 WIB

Istana Sebut Kisruh Omnibus Law Karena Publik Lebih Percaya Medsos

Istana Sebut Kisruh Omnibus Law Karena Publik Lebih Percaya Medsos

News | Sabtu, 17 Oktober 2020 | 12:47 WIB

Betulkah Pakai Alat Makan Bersama Bisa Tularkan Sariawan?

Betulkah Pakai Alat Makan Bersama Bisa Tularkan Sariawan?

Banten | Jum'at, 16 Oktober 2020 | 14:42 WIB

ASN yang Pasang Status Aksi akan Ricuh Jika Dikawal Polisi, Jadi Tersangka

ASN yang Pasang Status Aksi akan Ricuh Jika Dikawal Polisi, Jadi Tersangka

Kaltim | Jum'at, 16 Oktober 2020 | 13:22 WIB

Bertemu Sultan, Menkominfo Sebut Hoaks Pandemi COVID-19 Capai 2.000 Lebih

Bertemu Sultan, Menkominfo Sebut Hoaks Pandemi COVID-19 Capai 2.000 Lebih

Jogja | Jum'at, 16 Oktober 2020 | 13:20 WIB

Pakai Alat Makan Bersama Bisa Tularkan Sariawan, Hoaks atau Fakta?

Pakai Alat Makan Bersama Bisa Tularkan Sariawan, Hoaks atau Fakta?

Health | Jum'at, 16 Oktober 2020 | 08:30 WIB

Terkini

Lawan Praperadilan Ketum Kesthuri, KPK: Status Tersangka Korupsi Haji Sah, Bukti Lebih dari Dua!

Lawan Praperadilan Ketum Kesthuri, KPK: Status Tersangka Korupsi Haji Sah, Bukti Lebih dari Dua!

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 07:52 WIB

Iran: Prancis Jangan Perumit Situasi dan Provokasi!

Iran: Prancis Jangan Perumit Situasi dan Provokasi!

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 07:50 WIB

Hari Ini! Nadiem Makarim Hadapi Sidang Vonis Korupsi Chromebook, Bakal Dibui 18 Tahun?

Hari Ini! Nadiem Makarim Hadapi Sidang Vonis Korupsi Chromebook, Bakal Dibui 18 Tahun?

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 07:34 WIB

Penembakan Brutal di Rumah Aman Stade Jerman, 6 Orang Tewas

Penembakan Brutal di Rumah Aman Stade Jerman, 6 Orang Tewas

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 07:21 WIB

Teror Penembakan di Piala Dunia 2026: 1 Orang Tewas, Korban Lainnya Kritis

Teror Penembakan di Piala Dunia 2026: 1 Orang Tewas, Korban Lainnya Kritis

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 07:10 WIB

Mukjizat! 30 Jam di Bawah Reruntuhan: Bayi 18 Hari Selamat dari Gempa Venezuela

Mukjizat! 30 Jam di Bawah Reruntuhan: Bayi 18 Hari Selamat dari Gempa Venezuela

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 07:00 WIB

Tragedi Berdarah di Jerman: 6 Tewas dalam Penembakan, Polisi Ungkap Motif Dendam

Tragedi Berdarah di Jerman: 6 Tewas dalam Penembakan, Polisi Ungkap Motif Dendam

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 06:10 WIB

China Wajibkan AI di Sekolah: Semua Siswa Wajib Kuasai Kecerdasan Buatan dalam 5 Tahun

China Wajibkan AI di Sekolah: Semua Siswa Wajib Kuasai Kecerdasan Buatan dalam 5 Tahun

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 06:05 WIB

Misteri Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi Beijing, Pemerintah Bungkam Sensor Ketat

Misteri Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi Beijing, Pemerintah Bungkam Sensor Ketat

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 05:30 WIB

Taruna Akmil akan Dampingi Siswa Sekolah Rakyat Belajar Mandiri di Asrama Selama 5 Hari

Taruna Akmil akan Dampingi Siswa Sekolah Rakyat Belajar Mandiri di Asrama Selama 5 Hari

News | Senin, 29 Juni 2026 | 23:37 WIB

×