Belanda Beri Kompensasi ke Anak - Janda Korban Perang Kolonial di Indonesia

Reza Gunadha, Arief Apriadi

Selasa, 20 Oktober 2020 | 12:27 WIB
Belanda Beri Kompensasi ke Anak - Janda Korban Perang Kolonial di Indonesia
Ilustrasi - Pengunjung melintas di depan benteng peninggalan zaman kolonial Belanda di Puncak Gunung Palasari, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Selasa (4/8/2020). [ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi]

Suara.com - Pemerintah Belanda akan memberikan kompensasi kepada janda dan akan-anak Indonesia yang kehilangan orang tua, akibat eksekusi kolonial selama Perang Kemerdekaan RI antara tahun 1945-1950.

Menyadur Al Jazeera, Selasa (20/10/2020), janda dan anak-anak itu akan mendapat kompensasi sebesar 5.000 Euro atau setara Rp 87,2 juta.

Pengumuman pada Senin (19/10/2020) itu dilakukan menyusul putusan pengadilan awal tahun ini, yang memerintahkan Belanda untuk memberi kompensasi.

Pemerintah Belanda akan memberikan uang tersebut kepada keluarga dari 11 pria yang terbunuh antara tahun 1946 dan 1947 di Sulawesi selatan.

Hakim pengadilan Belanda sebelumnya menampik argumen yang menyatakan kekerasan selama perjuangan kemerdekaan Indonesia terikat oleh undang-undang pembatasan.

Dalam surat bersama ke parlemen, Menteri Luar Negeri Belanda Stef Blok dan Menteri Pertahanan Ank Bijleveld menyatakan tidak akan mengajukan banding atas putusan pengadilan Maret lalu itu.

"Anak-anak yang dapat membuktikan bahwa ayah mereka adalah korban eksekusi singkat seperti yang dijelaskan ... berhak atas kompensasi," kata kedua menteri itu.

Namun, mereka yang mengklaim kompensasi harus memenuhi serangkaian kriteria.

Hal itu termasuk bukti bahwa orang tua memang telah dibunuh dalam eksekusi yang terdokumentasi dan bukti ayah melalui dokumen identitas.

baca juga

Pengadilan Belanda sedang mendengarkan beberapa kasus kerabat lainnya yang meminta kompensasi atas kekejaman yang dilakukan oleh pasukan kolonial selama tindakan pembersihan untuk membasmi pejuang kemerdekaan Indonesia.

Sedikitnya 860 orang tewas oleh regu tembak, kebanyakan antara Desember 1946 dan April 1947 di Sulawesi.

Pemerintah Belanda meminta maaf pada tahun 2013 atas pembunuhan yang dilakukan oleh tentara kolonialnya dan mengumumkan kompensasi kepada para janda dari mereka yang meninggal.

Tapi saat itu, Belanda secara konsisten menolak untuk membayar ganti rugi kepada janda dan anak-anak korban eksekusi.

Seorang juru bicara pemerintah mengatakan tidak jelas berapa banyak orang yang akan meminta kompensasi di bawah penyelesaian baru ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Miris! Viral Video Anak-anak Lebih Hafal Nama Artis Ketimbang Gus Dur

Miris! Viral Video Anak-anak Lebih Hafal Nama Artis Ketimbang Gus Dur

News | Selasa, 20 Oktober 2020 | 07:41 WIB

Fakta Baru Pembunuhan Sadis Janda Hayati, Mayat Dalam Karung Pondok Aren

Fakta Baru Pembunuhan Sadis Janda Hayati, Mayat Dalam Karung Pondok Aren

Jakarta | Selasa, 20 Oktober 2020 | 06:54 WIB

Belanda Tawarkan Ganti Rugi Rp86 Juta Pada Anak-anak Korban 1945-1950

Belanda Tawarkan Ganti Rugi Rp86 Juta Pada Anak-anak Korban 1945-1950

News | Selasa, 20 Oktober 2020 | 06:50 WIB

Misteri Mayat Dalam Karung Janda Hayati, Pembunuh di Gunung Cirebon

Misteri Mayat Dalam Karung Janda Hayati, Pembunuh di Gunung Cirebon

Jakarta | Senin, 19 Oktober 2020 | 19:05 WIB

Bus NU di Era Jokowi, Gus Nur: Ada Kiai Masuk Istana, Udah Main Duit

Bus NU di Era Jokowi, Gus Nur: Ada Kiai Masuk Istana, Udah Main Duit

Jabar | Senin, 19 Oktober 2020 | 15:05 WIB

Terkini

John Herdman Dibuat Pusing Jelang Timnas Indonesia vs Timor Leste di Piala AFF 2026, Kenapa?

John Herdman Dibuat Pusing Jelang Timnas Indonesia vs Timor Leste di Piala AFF 2026, Kenapa?

Bola | Rabu, 29 Juli 2026 | 10:33 WIB

4 Rekomendasi Smartwatch Xiaomi Termurah, Fitur Canggih dan Baterai Super Awet

4 Rekomendasi Smartwatch Xiaomi Termurah, Fitur Canggih dan Baterai Super Awet

Tekno | Rabu, 29 Juli 2026 | 10:33 WIB

Nyesek! Fabio Quartararo Ternyata Bukan Pilihan Utama Honda untuk Direkrut

Nyesek! Fabio Quartararo Ternyata Bukan Pilihan Utama Honda untuk Direkrut

Your Say | Rabu, 29 Juli 2026 | 10:31 WIB

Review Thunderbolts: Ketika Antihero Marvel Menghadapi Masa Lalu Kelam

Review Thunderbolts: Ketika Antihero Marvel Menghadapi Masa Lalu Kelam

Your Say | Rabu, 29 Juli 2026 | 10:31 WIB

Bertemu Prabowo, Bahlil Buka-bukaan Ribuan Desa Belum Nikmati Listrik

Bertemu Prabowo, Bahlil Buka-bukaan Ribuan Desa Belum Nikmati Listrik

Bisnis | Rabu, 29 Juli 2026 | 10:23 WIB

KBRI Jepang Ungkap Kondisi WNI Pasca Gempa Besar Kumamoto

KBRI Jepang Ungkap Kondisi WNI Pasca Gempa Besar Kumamoto

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 10:22 WIB

Hati Bukan Sengketa: Strategi PN Batam Utus Mediator Perempuan Tekan Kasus Perceraian

Hati Bukan Sengketa: Strategi PN Batam Utus Mediator Perempuan Tekan Kasus Perceraian

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 10:22 WIB

Serum G2G untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 3 Rekomendasi Terbaiknya Sesuai Review

Serum G2G untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 3 Rekomendasi Terbaiknya Sesuai Review

Lifestyle | Rabu, 29 Juli 2026 | 10:21 WIB

Jangan Gagal Paham! Putusan MK Soal Kuota Hangus Bukan Berarti Semua Paket Abadi, Ini Penjelasannya

Jangan Gagal Paham! Putusan MK Soal Kuota Hangus Bukan Berarti Semua Paket Abadi, Ini Penjelasannya

Tekno | Rabu, 29 Juli 2026 | 10:17 WIB

Perang Makin Panas! Amerika Kerahkan 20 Kapal Tempur Perketat Blokade Selat Hormuz Iran

Perang Makin Panas! Amerika Kerahkan 20 Kapal Tempur Perketat Blokade Selat Hormuz Iran

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 10:10 WIB

×