Peretas "Robin Hood" Sumbangkan Duit Curian ke Badan Amal

Siswanto | BBC | Suara.com

Selasa, 20 Oktober 2020 | 15:05 WIB
Peretas "Robin Hood" Sumbangkan Duit Curian ke Badan Amal
BBC

Suara.com - Sebuah kelompok peretas menyumbangkan uang curian untuk badan amal, kejahatan dunia maya pertama yang misterius dan membingungkan para ahli.

Para peretas Darkside mengklaim telah memeras jutaan dolar dari perusahaan, tetapi mengatakan mereka kini ingin "menjadikan dunia tempat yang lebih baik."

Dalam sebuah unggahan di web gelap, kelompok tersebut memposting tanda terima sebesar $ 10.000 (Rp147 juta) dalam bentuk sumbangan Bitcoin untuk dua badan amal.

Salah satu badan amal, Children International, mengatakan tidak akan menyimpan uang itu.

Langkah tersebut dipandang sebagai perkembangan yang aneh dan meresahkan, baik secara moral maupun hukum.

Dalam unggahan blog pada 13 Oktober, para peretas mengklaim bahwa mereka hanya menargetkan perusahaan besar yang menguntungkan dengan serangan ransomware.

Serangan tersebut menyandera sistem IT perusahaan sampai uang tebusan dibayarkan.

Mereka menulis: "Kami pikir adil bahwa sejumlah uang yang telah dibayarkan perusahaan akan disumbangkan.

"Tidak peduli seberapa buruk pekerjaan kami menurut Anda, kami senang mengetahui bahwa kami membantu mengubah hidup seseorang. Hari ini kami mengirimkan sumbangan pertama."

Penjahat dunia maya itu mengunggah bukti donasi dengan tanda terima pajak atas sumbangan 0,88 Bitcoin ke dua badan amal, The Water Project dan Children International.

Children International mendukung anak-anak, keluarga, dan komunitas di India, Filipina, Kolombia, Ekuador, Zambia, Republik Dominika, Guatemala, Honduras, Meksiko, dan Amerika Serikat.

Seorang juru bicara Children International mengatakan kepada BBC: "Jika sumbangan itu terkait dengan peretas, kami tidak berniat menerima uangnya."

The Water Project, yang bekerja untuk meningkatkan akses ke air bersih di sub-Sahara Afrika, belum menanggapi permintaan komentar.

Brett Callow, analis ancaman di perusahaan keamanan dunia maya Emsisoft, mengatakan: "Apa yang diharapkan para penjahat itu dengan memberikan sumbangan sama sekali tidak jelas."

"Mungkin sumbangan itu membantu meredakan rasa bersalah mereka? Atau mungkin karena alasan egois mereka ingin dianggap sebagai karakter Robin Hood alih-alih sebagai pemeras yang tidak berhati nurani."

"Apapun motivasi mereka, itu jelas merupakan langkah yang sangat tidak biasa dan, sejauh yang saya tahu, pertama kalinya sebuah grup ransomware menyumbangkan keuntungan mereka untuk amal."

Kelompok peretas Darkside relatif baru, tetapi analisis pasar mata uang kripto mengonfirmasi bahwa mereka secara aktif memeras dana dari para korban.

Ada juga bukti bahwa mereka mungkin memiliki hubungan ke kelompok penjahat dunia maya lain yang bertanggung jawab atas serangan lain seperti terhadap perusahaan Travelex, yang dilumpuhkan oleh ransomware pada Januari lalu.

Cara peretas berdonasi juga mungkin harus diperhatikan para penegak hukum.

Penjahat dunia maya menggunakan perusahaan AS The Giving Block, yang digunakan oleh 67 organisasi nirlaba berbeda dari seluruh dunia termasuk Save the Children, Rainforest Foundation, dan She's The First.

The Giving Block menggambarkan dirinya secara daring sebagai "satu-satunya solusi penerimaan donasi mata uang kripto untuk organisasi nirlaba".

Perusahaan ini didirikan pada tahun 2018 memfasilitasi 'jutawan' mata uang kripto untuk memanfaatkan "insentif pajak yang sangat besar untuk menyumbangkan Bitcoin dan mata uang kripto lainnya secara langsung ke organisasi nirlaba".

The Giving Block mengatakan kepada BBC bahwa mereka tidak mengetahui sumbangan ini diberikan oleh penjahat dunia maya. Mereka mengatakan: "Kami masih berupaya untuk menentukan apakah dana ini benar-benar curian.

"Jika ternyata sumbangan ini dilakukan dengan menggunakan dana curian, tentu saja kami akan mengembalikannya kepada pemilik yang sah."

Perusahaan itu tidak mengklarifikasi apakah ini berarti mengembalikan uang yang dicuri kepada penjahat atau mencoba mencari tahu korban yang telah diperas uangnya.

The Giving Block, yang juga merupakan pendukung mata uang kripto, menambahkan: "Fakta bahwa mereka menggunakan kripto akan membuat lebih mudah, bukan lebih sulit, untuk menangkap mereka."

Namun, The Giving Block belum merinci informasi apa saja yang mereka kumpulkan tentang para donaturnya.

Sebagian besar layanan pembelian dan penjualan koin digital seperti Bitcoin mengharuskan pengguna untuk memverifikasi identitas mereka, tetapi tidak jelas apakah hal itu telah dilakukan di sini.

Sebagai percobaan, BBC berusaha menyumbang secara anonim melalui sistem online The Giving Block, dan tidak ditanyai pertanyaan verifikasi identitas apapun.

Para ahli mengatakan kasus ini menyoroti kompleksitas dan bahaya donasi anonim.

Penyelidik mata uang kripto Philip Gradwell dari Chainanalysis mengatakan:

"Jika Anda datang ke kantor badan amal untuk menyumbang dengan anonim sebesar £ 10.000 dalam bentuk tunai, kemudian meminta tanda terima pajak, pertanyaan tertentu mungkin harus diajukan - dan hal itu tidak berbeda di sini [donasi dengan mata uang kripto].

"Memang benar bahwa peneliti dan penegak hukum telah menjadi ahli dalam melacak dana mata uang kripto saat mereka dipindahkan dari walletke wallet. Namun, menemukan siapa yang sebenarnya memiliki setiap wallet itu jauh lebih rumit.

"Mengizinkan sumbangan anonim dari sumber yang berpotensi ilegal membuka bahaya pencucian uang."

"Semua bisnis mata uang kripto memerlukan berbagai tindakan Anti-Pencucian Uang termasuk program Mengenal Pelanggan Anda (KYC) dengan pemeriksaan latar belakang pelanggan."

BBC telah berbicara dengan badan amal lain yang menerima sumbangan melalui The Giving Project.

Save the Children mengatakan kepada BBC bahwa mereka "tidak akan pernah secara sadar mengambil uang yang diperoleh melalui kejahatan."

She's the First, sebuah badan amal untuk pendidikan anak perempuan di seluruh dunia, mengatakan tidak akan pernah merasa nyaman menerima uang dari sumber anonim, yang mungkin dari hasil kriminal, dan berkata:

"Sayang sekali bahwa aktor jahat memanfaatkan kesempatan untuk menyumbangkan mata uang kripto untuk kepentingan pribadi dan kami berharap bahkan donor anonim pun menganut nilai-nilai yang dijunjung komunitas kami."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Iran Tetapkan Tarif Selat Hormuz, Harga Bitcoin Malah Anjlok Parah

Iran Tetapkan Tarif Selat Hormuz, Harga Bitcoin Malah Anjlok Parah

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 10:09 WIB

97 Persen Mesin Tambang Bitcoin AS Ternyata Buatan China

97 Persen Mesin Tambang Bitcoin AS Ternyata Buatan China

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 14:26 WIB

Bitcoin Kalahkan Emas dan Saham di Tengah Gejolak Global

Bitcoin Kalahkan Emas dan Saham di Tengah Gejolak Global

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 17:53 WIB

Harga Bitcoin Turun Akibat Ancaman Perang AS-Iran, Kembali ke Level 60 Ribu Dolar!

Harga Bitcoin Turun Akibat Ancaman Perang AS-Iran, Kembali ke Level 60 Ribu Dolar!

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 08:02 WIB

Masih Dibanderol USD 69.000, Begini Ramalan Harga Bitcoin

Masih Dibanderol USD 69.000, Begini Ramalan Harga Bitcoin

Bisnis | Minggu, 15 Maret 2026 | 12:02 WIB

Harga Bitcoin Akhirnya Kembali ke Level US$ 70.000, Siap Menguat saat Perang?

Harga Bitcoin Akhirnya Kembali ke Level US$ 70.000, Siap Menguat saat Perang?

Bisnis | Jum'at, 13 Maret 2026 | 10:27 WIB

Jaga Transparansi, Bursa Kripto CFX Rilis Laporan Bulanan Industri Digital

Jaga Transparansi, Bursa Kripto CFX Rilis Laporan Bulanan Industri Digital

Bisnis | Rabu, 11 Maret 2026 | 08:45 WIB

Pasar Saham dan Bitcoin Terancam Imbas Kenaikan Harga Minyak Dunia

Pasar Saham dan Bitcoin Terancam Imbas Kenaikan Harga Minyak Dunia

Bisnis | Senin, 09 Maret 2026 | 06:12 WIB

Ketegangan AS-Iran Memuncak, Aset Bitcoin 'To The Moon' dan Langsung Jadi Buruan

Ketegangan AS-Iran Memuncak, Aset Bitcoin 'To The Moon' dan Langsung Jadi Buruan

Bisnis | Kamis, 05 Maret 2026 | 16:30 WIB

Bitcoin Naik Turun Imbas Perang Timur Tengah, Manajemen Risiko Dinilai Jadi Kunci

Bitcoin Naik Turun Imbas Perang Timur Tengah, Manajemen Risiko Dinilai Jadi Kunci

Bisnis | Kamis, 05 Maret 2026 | 09:40 WIB

Terkini

Terima Penghargaan KWP Award 2026, Rizki Faisal: Jarak Geografis Tak Boleh Halangi Hak Hukum Warga

Terima Penghargaan KWP Award 2026, Rizki Faisal: Jarak Geografis Tak Boleh Halangi Hak Hukum Warga

News | Kamis, 16 April 2026 | 16:48 WIB

Jakarta Waspada Ledakan Kasus ISPA, Gubernur Pramono: El Nino Mengancam hingga September!

Jakarta Waspada Ledakan Kasus ISPA, Gubernur Pramono: El Nino Mengancam hingga September!

News | Kamis, 16 April 2026 | 16:47 WIB

Dukung Iran, Organisasi Houthi Siap Blokir Jalur Minyak Laut Merah

Dukung Iran, Organisasi Houthi Siap Blokir Jalur Minyak Laut Merah

News | Kamis, 16 April 2026 | 16:27 WIB

Apa Itu OSD HMT ITB? Mengenal Tradisi Musik Mahasiswa Tambang yang Sarat Lirik Mesum

Apa Itu OSD HMT ITB? Mengenal Tradisi Musik Mahasiswa Tambang yang Sarat Lirik Mesum

News | Kamis, 16 April 2026 | 16:21 WIB

Golkar Desak RUU Pemilu Segera Dibahas Jika Ingin Ada Perubahan: Akhir Tahun Tahapan Dimulai!

Golkar Desak RUU Pemilu Segera Dibahas Jika Ingin Ada Perubahan: Akhir Tahun Tahapan Dimulai!

News | Kamis, 16 April 2026 | 16:19 WIB

Analis Beberkan Dampak Mengerikan Bagi Asia Jika Iran Tutup Laut Merah

Analis Beberkan Dampak Mengerikan Bagi Asia Jika Iran Tutup Laut Merah

News | Kamis, 16 April 2026 | 16:13 WIB

Kata Nelayan Ciliwung Soal Ikan Sapu-sapu: Jadi Hama Sekaligus Bahan Baku Cilok

Kata Nelayan Ciliwung Soal Ikan Sapu-sapu: Jadi Hama Sekaligus Bahan Baku Cilok

News | Kamis, 16 April 2026 | 16:06 WIB

Mendadak! Warga China Berbondong Mempelajari Sejarah Iran, Lho Ada apa?

Mendadak! Warga China Berbondong Mempelajari Sejarah Iran, Lho Ada apa?

News | Kamis, 16 April 2026 | 16:02 WIB

Manuver Diam-diam Jepang demi Selat Hormuz, Hubungi Iran Minta Hal Ini

Manuver Diam-diam Jepang demi Selat Hormuz, Hubungi Iran Minta Hal Ini

News | Kamis, 16 April 2026 | 16:00 WIB

Jangan Diam! Siulan dan Chat Mesum Bisa Dipidana, Begini Cara Lapor Kekerasan Seksual Verbal

Jangan Diam! Siulan dan Chat Mesum Bisa Dipidana, Begini Cara Lapor Kekerasan Seksual Verbal

News | Kamis, 16 April 2026 | 15:54 WIB