Datang dari Rusia, 11 Nelayan Asing di Selandia Baru Positif Covid-19

Reza Gunadha, Hikmawan Muhamad Firdaus

Selasa, 20 Oktober 2020 | 21:32 WIB
Datang dari Rusia, 11 Nelayan Asing di Selandia Baru Positif Covid-19
Ilsutrasi pelabuhan di Aucland, Selandia Baru.[Unsplash/Thant Zin Oo]

Suara.com - Sebanyak 11 nelayan asing yang baru mendarat di Selandia Baru dari dari Rusia dan Ukraina dinyatakan positif Covid-19.

Menyadur ABC News, Kementerian Kesehatan Selandia Baru mengkonfirmasi pada hari Selasa (20/10) bahwa 11 orang nelayan asing dinyatakan positif Covid-19 dan 14 kemungkinan infeksi lainnya sedang diselidiki.

Para kru telah dikarantina di sebuah hotel di Christchurch sejak mereka tiba, dan dinyatakan positif selama pengujian rutin, kata para pejabat.

Selandia Baru menjadi salah satu negara dengan pertahanan terhadap Covid-19 yang cukup tangguh dan menjadi perhatian dunia.

Namun dengan adanya hasil positif tersebut, menjadi pukulan bagi upaya Selandia Baru untuk memulai kembali industri penangkapan ikannya.

Virus corona atau Covid-19 di Selandia Baru [Antara]
Virus corona atau Covid-19 di Selandia Baru [Antara]

Jeremy Helson, kepala eksekutif Seafood New Zealand, mengatakan semua nelayan asing tersebut dinyatakan negatif sebelum menuju ke Selandia Baru.

"Sementara kami menunggu untuk melihat berapa banyak kasus yang ada, fakta bahwa mereka semua terdeteksi di karantina menunjukkan sistem bekerja dengan baik," kata Helson.

Asal anggota awak yang terinfeksi belum jelas. Namun sejumlah awak penangkap ikan telah tiba di Selandia Baru dalam beberapa hari terakhir dari Rusia dan Ukraina.

Kementerian Kesehatan mengonfirmasi kasus importerdeteksi selama hari ketiga pengujian para nelayan di hotel Christchurch.

baca juga

"Kasus positif adalah bagian dari kelompok yang merupakan satu-satunya orang yang tinggal di fasilitas ini," kata Kementerian Kesehatan.

Deteksi itu adalah contoh pengendalian virus korona yang bekerja dengan baik, katanya.

"Semua tindakan kesehatan masyarakat yang relevan sedang diambil. Di fasilitas, proses infeksi, pencegahan dan pengendalian yang ketat diikuti untuk meminimalkan risiko bagi publik dan staf." jelas kementerian,

Pihak berwenang Selandia Baru diperkirakan akan mengungkapkan lebih banyak informasi tentang kasus-kasus tersebut pada Rabu.

Les Morgan, kepala operasional Hotel Sudima yang terletak di sekitar bandara Christchurch, mengatakan fasilitasnya ditutup setelah seorang anggota staf mengatakan ada sejumlah infeksi.

Warga lakukan physical distancing di tengah pandemi virus Corona di Selandia Baru. [Marty MELVILLE / AFP]
Warga lakukan physical distancing di tengah pandemi virus Corona di Selandia Baru. [Marty MELVILLE / AFP]

"Ada sejumlah potensi kasus Covid-19 terbatas pada tamu hotel yang diisolasi, tetapi semuanya mengunjungi nelayan," kata Les Morgan dikutip dari Anadolu Agency.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Puluhan Paus Terdampar di Pantai Selandia Baru, Belasan Mati

Puluhan Paus Terdampar di Pantai Selandia Baru, Belasan Mati

News | Minggu, 18 Oktober 2020 | 19:35 WIB

Ngeri! Belasan Paus Mati Terdampar Misterius

Ngeri! Belasan Paus Mati Terdampar Misterius

Tekno | Minggu, 18 Oktober 2020 | 15:15 WIB

Jacinda Ardern Kembali Terpilih Menjadi Perdana Menteri Selandia Baru

Jacinda Ardern Kembali Terpilih Menjadi Perdana Menteri Selandia Baru

News | Sabtu, 17 Oktober 2020 | 18:28 WIB

Terkini

HUT RI ke-81, Tradisi Panjat Pinang Kembali Meriahkan Kalimalang

HUT RI ke-81, Tradisi Panjat Pinang Kembali Meriahkan Kalimalang

Foto | Selasa, 18 Agustus 2026 | 06:00 WIB

Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu

Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu

Jabar | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:46 WIB

Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama

Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:32 WIB

Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan

Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan

Lifestyle | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:24 WIB

Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?

Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:18 WIB

10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas

10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:07 WIB

Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja

Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja

Sport | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:54 WIB

Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?

Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?

Tekno | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:28 WIB

175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya

175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya

Riau | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:17 WIB

Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?

Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:10 WIB

×