25 Tewas, Korea Selatan Tetap Lanjutkan Program Vaksinasi Flu

Reza Gunadha, Arief Apriadi

Jum'at, 23 Oktober 2020 | 14:55 WIB
25 Tewas, Korea Selatan Tetap Lanjutkan Program Vaksinasi Flu
Ilustrasi vaksin flu.

Suara.com - Setidaknya 25 orang tewas selepas mengukuti vaksinasi influenza dari pemerintah Korea Selatan. Meski demikian, Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KDCA) menolak penghentian vaksinasi.

Menyadur The Guardian, Jumat (23/10/2020), kematian 25 orang akibat vaksinasi flu itu telah menjadi sorotan para dokter Negeri Ginseng. Mereka menyerukan penghentian vaksinasi.

Program vaksinasi flu gratis dilakukan KDCA sebagai upaya menghindari apa yang disebut twindemic" atau prospek bahwa orang dengan flu mengembangkan komplikasi virus corona dan membebani rumah sakit di musim dingin.

"Jumlah kematian telah meningkat, tetapi tim kami melihat kemungkinan kecil bahwa kematian akibat vaksinasi [flu]," kata direktur KDCA, Jeong Eun-kyeong, kepada parlemen.

Kendati ogak menghentikan kampanye vaksinasi flu, Kementerian Kesehatan Korea Selatan berjanji untuk mencari penyebab utama fenomena kematian tersebut.

“Saya mengerti dan menyesal bahwa orang-orang khawatir tentang vaksin itu,” kata menteri kesehatan Park Neung-hoo, yang mengonfirmasi bahwa program gratis itu akan terus berlanjut.

"Kami sedang menyelidiki penyebabnya, tetapi akan sekali lagi memeriksa secara menyeluruh seluruh proses yang melibatkan berbagai lembaga pemerintah, dari produksi hingga distribusi."

Korea Selatan memperoleh vaksin flu dari berbagai perusahan domestik seperti GC Pharma, SK Bioscience, Korea Vaccine dan Boryung Biopharma Co Ltd, sebuah unit dari Boryung Pharm Co Ltd, bersama dengan Sanofi Prancis.

Mereka menyediakan program gratis dan layanan berbayar yang bersama-sama bertujuan untuk memvaksinasi sekitar 30 juta orang dari 52 juta populasi Korea Selatan.

baca juga

Dari 25 korban tewas, 10 menerima produk dari SK Bioscience, masing-masing lima dari Boryung dan GC Pharma, satu dari Vaksin Korea dan empat dari Sanofi.

Dari korban meninggal, terdapat seorang anak laki-laki berusia 17 tahun. Korea Selatan sendiri berencana menyuntik vaksin flu kepada 19 juta remaja dan warga lanjut usia.

Keempat perusahaan domestik tersebut menolak berkomentar, sementara Sanofi tidak segera membalas permintaan komentar.

Tidak segera jelas apakah ada vaksin yang dibuat di Korea Selatan yang diekspor, atau apakah yang dipasok oleh Sanofi juga digunakan di tempat lain.

Asosiasi Medis Korea, sebuah kelompok dokter yang berpengaruh, mendesak pemerintah menghentikan sementara semua program inokulasi untuk menghilangkan kekhawatiran publik dan memastikan vaksin itu aman.

Kim Chong-in, pemimpin partai oposisi utama People Power, menginginkan program itu dihentikan sampai penyebab kematian diverifikasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Waspada! Klaster Covid-19 dari Pesantren dan Keluarga Terbesar di Jateng

Waspada! Klaster Covid-19 dari Pesantren dan Keluarga Terbesar di Jateng

Jawa Tengah | Jum'at, 23 Oktober 2020 | 14:37 WIB

Pekanbaru Jadi Daerah Paling Tinggi Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Pekanbaru Jadi Daerah Paling Tinggi Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Riau | Jum'at, 23 Oktober 2020 | 14:31 WIB

Siap-Siap Vaksinasi Covid-19 di Tangsel, Nakes dan ASN Jadi Prioritas

Siap-Siap Vaksinasi Covid-19 di Tangsel, Nakes dan ASN Jadi Prioritas

Jakarta | Jum'at, 23 Oktober 2020 | 14:30 WIB

Saudara Presiden Jokowi Kasih Utang Rp 145 Juta, Tak Dibayar Lalu Dibunuh

Saudara Presiden Jokowi Kasih Utang Rp 145 Juta, Tak Dibayar Lalu Dibunuh

Kalbar | Jum'at, 23 Oktober 2020 | 14:27 WIB

Raja dan Ratu Belanda Minta Maaf, Dikecam karena Liburan ke Luar Negeri

Raja dan Ratu Belanda Minta Maaf, Dikecam karena Liburan ke Luar Negeri

Lifestyle | Jum'at, 23 Oktober 2020 | 14:26 WIB

Terkini

Ube dan Matcha Berpadu dengan Kopi, Jadi Inspirasi Menu Minuman Creamy

Ube dan Matcha Berpadu dengan Kopi, Jadi Inspirasi Menu Minuman Creamy

Lifestyle | Jum'at, 06 November 2026 | 06:48 WIB

Bareskrim Polri Tetapkan Tersangka Baru Kasus Penyadapan Presiden Prabowo

Bareskrim Polri Tetapkan Tersangka Baru Kasus Penyadapan Presiden Prabowo

Foto | Jum'at, 06 November 2026 | 06:00 WIB

Polda Jatim Tahan Tersangka Arisan MeAow, 6 Korban Rugi Rp 4,07 Miliar

Polda Jatim Tahan Tersangka Arisan MeAow, 6 Korban Rugi Rp 4,07 Miliar

News | Kamis, 05 November 2026 | 23:14 WIB

Cristiano Ronaldo Pensiun dengan Harta Rp22 Triliun, Tiap Tahun Kantongi Rp1 T

Cristiano Ronaldo Pensiun dengan Harta Rp22 Triliun, Tiap Tahun Kantongi Rp1 T

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 22:44 WIB

Dokumen Kependudukan Warga Tangerang Jadi Bungkus Gorengan

Dokumen Kependudukan Warga Tangerang Jadi Bungkus Gorengan

Banten | Kamis, 05 November 2026 | 22:38 WIB

Pengangguran di Jabar Turun Jadi 6,67 Persen, Kabupaten Bekasi Tertinggi

Pengangguran di Jabar Turun Jadi 6,67 Persen, Kabupaten Bekasi Tertinggi

Jabar | Kamis, 05 November 2026 | 22:34 WIB

Piala Asia 2027 Diundur, Erick Thohir Sebut Timnas Indonesia Justru Diuntungkan

Piala Asia 2027 Diundur, Erick Thohir Sebut Timnas Indonesia Justru Diuntungkan

Bola | Kamis, 05 November 2026 | 22:25 WIB

Solusi Pakan Sapi di Papua Barat, Pelepah Sawit Diolah Jadi Silase Tahan Lama

Solusi Pakan Sapi di Papua Barat, Pelepah Sawit Diolah Jadi Silase Tahan Lama

News | Kamis, 05 November 2026 | 22:20 WIB

Membaca Peluang AHY Gantikan Gibran Jadi Wapres, Seberapa Terbuka Jalannya?

Membaca Peluang AHY Gantikan Gibran Jadi Wapres, Seberapa Terbuka Jalannya?

News | Kamis, 05 November 2026 | 22:10 WIB

Belajar tetapi Dianggap Putus Sekolah, KPAI Soroti Nasib Anak Disabilitas di LKSA

Belajar tetapi Dianggap Putus Sekolah, KPAI Soroti Nasib Anak Disabilitas di LKSA

News | Kamis, 05 November 2026 | 22:02 WIB

×