Tim Ahli FKM UI: Kebijakan PSBB Bukan Penyebab Ekonomi Indonesia Lumpuh

Dwi Bowo Raharjo, Stephanus Aranditio

Jum'at, 23 Oktober 2020 | 17:18 WIB
Tim Ahli FKM UI: Kebijakan PSBB Bukan Penyebab Ekonomi Indonesia Lumpuh
Seorang anak melintas di depan mural bertemakan COVID-19 di kawasan Jatinegara, Jakarta, Jumat (11/9/2020). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Suara.com - Tim Pemodelan Covid-19 dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia menyatakan bahwa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) bukanlah penyebab merosotnya ekonomi di suatu daerah.

Anggota Tim Pemodelan Covid-19 FKM UI, Pandu Riono, menjelaskan merosotnya ekonomi merupakan dampak dari pandemi covid-19 yang tak terkendali meski sudah tujuh bulan lebih menjangkiti Indonesia, bukan karena kebijakan PSBB.

Pada saat pandemi tak kunjung terkendali maka masyarakat memilih untuk menahan diri untuk belanja, sehingga roda ekonomi tidak berputar, PSBB menurutnya masih membuka ruang kepentingan ekonomi untuk bergerak.

"Disangkanya PSBB yang melumpuhkan ekonomi padahal bukan, yang melumpuhkan ekonomi adalah pandeminya yang belum terkendali maka pemulihan ekonominya akan lancar, karena sebagaian penduduk yang kelas menengah itu masih belum mau spending uang yang mereka miliki, jadi ekonomi belum bergerak," kata Pandu dalam Webinar Pembahasan Proyeksi Kasus Covid-19 & Evaluasi PSBB secara virtual, Jumat (23/10/2020).

Menurut Pandu, PSBB hanyalah solusi jangka pendek untuk menekan angka penyebaran covid-19 sekaligus memberikan waktu untuk petugas kesehatan melakukan 3T yakni testing, tracing, dan treatment.

"Vaksin itu solusi jangka panjang karena penyakit ini tidak bisa diselesaikan dengan vaksin, yang penting bukan mengakhiri, tapi mengendalikan, jadi ada dirjen pengendalian agar tidak menjadi problem seperti penyakit lainnya," tegasnya.

Untuk diketahui, saat ini hanya dua provinsi dan lima kabupaten/kota di Indonesia yang menerapkan status Pembatasan Sosial Berskala Besar.

Sementara pasien positif Covid-19 terus bertambah hingga 381.910 orang dengan rata-rata penambahan kasus harian saat ini 4.000 orang per hari. Jumlah pasien yang sembuh sudah mencapai 305.100 orang, dan 13.077 jiwa meninggal dunia.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Klaster Karyawan Swasta Dominasi Kasus Covid-19 di Kota Batam

Klaster Karyawan Swasta Dominasi Kasus Covid-19 di Kota Batam

Batam | Jum'at, 23 Oktober 2020 | 17:07 WIB

Kasus Meningkat, 8 Pasien Positif Covid-19 Dievakuasi ke RSKI Galang

Kasus Meningkat, 8 Pasien Positif Covid-19 Dievakuasi ke RSKI Galang

Batam | Jum'at, 23 Oktober 2020 | 16:41 WIB

Kontroversi Studi Obat Kumur Mengurangi Jumlah Virus Corona di Mulut

Kontroversi Studi Obat Kumur Mengurangi Jumlah Virus Corona di Mulut

Health | Jum'at, 23 Oktober 2020 | 17:15 WIB

Antisipasi Libur Panjang, Polda Banten: Objek Wisata Akan Disekat

Antisipasi Libur Panjang, Polda Banten: Objek Wisata Akan Disekat

Banten | Jum'at, 23 Oktober 2020 | 15:38 WIB

Liburan Tenang Tanpa Bawa Pulang Virus, Bagaimana Caranya?

Liburan Tenang Tanpa Bawa Pulang Virus, Bagaimana Caranya?

Lifestyle | Jum'at, 23 Oktober 2020 | 15:40 WIB

Terkini

Catat Tanggalnya! Ini Hari Paling Beruntung Tiap Zodiak di Bulan November

Catat Tanggalnya! Ini Hari Paling Beruntung Tiap Zodiak di Bulan November

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 19:15 WIB

4 Minyak Perontok Bulu Ketiak, Aman untuk Kulit Sensitif dan Bebas Iritasi

4 Minyak Perontok Bulu Ketiak, Aman untuk Kulit Sensitif dan Bebas Iritasi

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 19:15 WIB

MA Putuskan Suket Ijazah Gibran Tak Sah, PKB Sebut Jadi Rujukan Utama Sikap Politik DPR

MA Putuskan Suket Ijazah Gibran Tak Sah, PKB Sebut Jadi Rujukan Utama Sikap Politik DPR

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 19:15 WIB

Sinopsis Kokkai, Drama Jepang Dibintangi Takahashi Fumiya dan Tanaka Min

Sinopsis Kokkai, Drama Jepang Dibintangi Takahashi Fumiya dan Tanaka Min

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 19:10 WIB

Dari Uang Saku hingga Persoalan Sosial, Begini Cara Anak Belajar Mengambil Keputusan

Dari Uang Saku hingga Persoalan Sosial, Begini Cara Anak Belajar Mengambil Keputusan

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 19:05 WIB

Foto AI Prabowo Naik Whoosh Viral, Bos Humas KCIC Eva Chairunisa Tuai Sorotan

Foto AI Prabowo Naik Whoosh Viral, Bos Humas KCIC Eva Chairunisa Tuai Sorotan

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 19:02 WIB

Masalah Struktural Tidak Bisa Diselesaikan dengan Nasihat Individual

Masalah Struktural Tidak Bisa Diselesaikan dengan Nasihat Individual

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:50 WIB

Intip Harga Innova Reborn Diesel Bekas: MPV 7-Seater Favorit Kini Setara Brio Baru

Intip Harga Innova Reborn Diesel Bekas: MPV 7-Seater Favorit Kini Setara Brio Baru

Otomotif | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:49 WIB

5 Sabun Cuci Muka Wardah NMF yang Cocok untuk Kulit Wajah Wanita Usia 50 Tahun ke Atas

5 Sabun Cuci Muka Wardah NMF yang Cocok untuk Kulit Wajah Wanita Usia 50 Tahun ke Atas

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:45 WIB

Aksi Sumpah Pemuda Berbuntut Panjang, Raffi Ahmad Diserang Gelombang Cancel Culture

Aksi Sumpah Pemuda Berbuntut Panjang, Raffi Ahmad Diserang Gelombang Cancel Culture

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:45 WIB

×