Kontroversi Studi Obat Kumur Mengurangi Jumlah Virus Corona di Mulut

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah | Suara.com

Jum'at, 23 Oktober 2020 | 17:15 WIB
Kontroversi Studi Obat Kumur Mengurangi Jumlah Virus Corona di Mulut
Ilustrasi obat kumur. (Shutterstock)

Suara.com - Sebuah studi baru yang dilakukan oleh Penn State College of Medicine menemukan bahwa obat kumur dapat menonaktifkan virus corona Covid-19.

Penulis studi yang terbit dalam Journal of Medical Virology ini berhipotesis bhawa produk pembersih mulut mungkin dapat memperlambat penyebaran virus corona.

Meski penulis studi tidak menguji SARS-CoV-2 ketika melakukan penelitian, virus corona manusia yang mereka analisis adalah jenis penyebab flu yang dikenal sebagai 229e, yang secara genetik mirip dengan virus corona jenis baru.

Menurut peneliti, hasil dari studinya dapat dibandingkan meski jenis virus yang digunakan berbeda, lapor Fox News.

Peneliti pun menguji berbagai obat kumur oral dan tenggorokan, yang mencakup larutan sampo bayi satu persen, neti pot, pembersih mulut peroksida, dan obat kumur Listerine Antiseptic, Orajel Antiseptic Rinse, dan Crest ProHealth, untuk menentukan seberapa baik larutan-larutan tersebut menonaktifkan strain 229e.

Ilustrasi obat kumur (Shutterstock)

Mereka tidak menggunakan relawan manusia, tetapi menggunakan sel hati yang ditanam virus corona jenis 229e di laboratorium, sebelum direndam dalam berbagai larutan selama 30 detik, satu menit, dan dua menit.

Penulis utama studi Craig Meyers, profesor mikrobiologi, imunologi dan ob-gyn terkemuka, mengatakan hasil menunjukkan jumlah virus di mulut orang yang terinfeksi dapat dikurangi dengan menggunakan produk yang dijual bebas ini.

Artinya, menurut Meyers, membantu mengurangi penyebaran virus corona jenis baru dalam kasus tertentu, seperti saat merawat pasien Covid-19 atau di lingkungan dokter gigi.

Tetapi, beberapa ahli yang tidak terlibat dalam studi tersebut memperingatkan bahwa temuan tersebut tidak boleh ditafsirkan secara berlebihan. Ahli menekankan perlunya uji klinis untuk menunjukkan hasil serupa pada manusia.

Selain itu, walau obat kumur secara teoritis dapat mengurangi viral load di rongga mulut dan tenggorokan dalam waktu singkat, produk ini tidak dapat menghentikan virus bereplikasi di sel-sel di dalam tubuh, catat mereka.

"Kami membutuhkan data dan (uji klinis) pada manusia terlebih dahulu (sebelum) membuat rekomendasi ini pada orang-orang," kata William Schaffner, profesor penyakit menular di Vanderbilt University Medical Center dan direktur medis untuk National Foundation for Infectious Diseases.

Ilustrasi membersihkan mulut dan gigi dengan obat kumur. (Sumber: Shutterstock)
Ilustrasi membersihkan mulut dan gigi dengan obat kumur. (Sumber: Shutterstock)

Ia mengakui bahwa obat kumur seperti chlorhexidine dan Listerine dapat mengurangi jumlah bakteri di mulut manusia, namun ia tidak tahu apakah hal tersebut dapat mengurangi jumlah virus di lingkungan klinis.

Sehingga ahli tetap mengingatkan semua jenis penyedia layanan kesehatan harus terus melakukan protokol kesehatan 3M, menjaga jarak, mencuci tangan, dan memakai masker.

"Penting untuk diingat bahwa penelitian ini tidak dilakukan pada subjek manusia, melainkan pada tabung reaksi. Sulit untuk mengetahui apakah studi ini relevan secara klinis dan praktis," ujar Valerie Fitzhugh, profesor asosiasi dan ketua sementara Departemen Patologi di Sekolah Kedokteran Rutgers New Jersey.

Ahli menggarisbawahi bahwa penelitian ini lebih menyarankan siapa saja untuk menjaga kebersihan mulut, bukan menggunakan obat kumur sebagai obat dari infeksi virus corona. Meski data menunjukkan potensi kuat untuk menurunkan jumlah virus.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Studi Membuktikan Obat Kumur Dapat Mengurangi Penyebaran Infeksi Covid-19

Studi Membuktikan Obat Kumur Dapat Mengurangi Penyebaran Infeksi Covid-19

Health | Jum'at, 14 Agustus 2020 | 10:47 WIB

Diklaim Sanggup Bunuh Virus Corona, Obat Kumur di Jepang Ludes

Diklaim Sanggup Bunuh Virus Corona, Obat Kumur di Jepang Ludes

Health | Rabu, 05 Agustus 2020 | 18:24 WIB

Peneliti Temukan Obat Kumur Bisa Bunuh Virus Corona

Peneliti Temukan Obat Kumur Bisa Bunuh Virus Corona

Health | Rabu, 08 Juli 2020 | 18:01 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Health | Rabu, 15 April 2026 | 19:14 WIB

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Health | Rabu, 15 April 2026 | 15:33 WIB

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Health | Selasa, 14 April 2026 | 09:26 WIB

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Health | Selasa, 14 April 2026 | 08:37 WIB

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Health | Senin, 13 April 2026 | 06:15 WIB

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Health | Minggu, 12 April 2026 | 22:48 WIB

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 20:29 WIB

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 14:00 WIB

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 19:16 WIB

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Health | Kamis, 09 April 2026 | 15:15 WIB