Lompat dari Lantai 3, Istri Bunuh Diri usai Suami Meninggal Akibat Covid-19

Dany Garjito | Fitri Asta Pramesti | Suara.com

Minggu, 25 Oktober 2020 | 18:20 WIB
Lompat dari Lantai 3, Istri Bunuh Diri usai Suami Meninggal Akibat Covid-19
Ilustrasi mayat (Shutterstock)

Suara.com - Seorang perempuan di India nekat mengakhiri hidupnya sendiri setelah suaminya meninggal dunia akibat Covid-19. Keduanya tewas di hari yang sama.

Menyadur Times of India, Minggu (25/10/2020), Dhana Lakshmi yang disebutkan tak mampu mengatasi kesedihan atas kehilangan sang suami, Venkatesh, melompat dari lantai tiga apartemen miliknya dan tewas seketika.

Insiden ini terjadi pada Kamis (21/10), empat hari setelah Venkatesh dinyatakan terinfeksi virus corona. Pria berusia 55 tahun ini menderita penyakit lain termasuk epilepsi.

Sesaat setelah suaminya meninggal, Lakshmi melompat sekitar pukul 16.00 sore, meninggalkan suaminya yang tak bernyawa di kediaman mereka yang terletak di Ambedkar, Sanikpuri.

Pasangan asal Distrik Nalgonda, negara bagian Andhra Pradesh ini disebutkan tak memiliki anak.

Ilustrasi Virus Corona (Unsplash/CDC)
Ilustrasi Virus Corona (Unsplash/CDC)

Kendati kepolisian langsung menyambangi lokasi pasangan ini, namun evakuasi jenazah mengalami kendala dan baru bisa dilakukan berjam-jam kemudian.

"Ambulans yang ditugaskan baru bisa datang dan mengambil jasad pada pukul 22.00 malam. Kami harus mengatur lalu lintas saat orang mulai berkerumun di sekitar korban," ujar Sridhar Rao, warga sekitar.

Proses evakuasi jasad Venkatesh berjalan lebih rumit, di mana warga menunggu pihak berwenang untuk memberikan bantuan.

Pengambilan jenazah baru bisa dilakukan sekitar 20 jam setelah Venkatesh meninggal dunia.

"Tidak ada yang datang untuk mengambil mayatnya. Semua orang termasuk polisi dan petugas GHMC takut menyentuh korban," beber Sridhar Babu, tetangga dekat Venkatesh dan Lakhsmi.

Warga menyebut saat pihak petugas datang, hanya dilakukan disinfeksi area tanpa mengambil jenazah. Evakuasi baru dilakukan sekitar pukul 11.20 esok harinya.

Seorang pejabat setempat mengatakan lamanya pengambilan jenazah terjadi karena petugas harus memastikan hasil positif Covid-19 dan menunggu kerabat korban, menyangkal adanya penundaan.

Berdasarkan Worldometers, Minggu (25/10), India mencatatkan total 7.864.811 kasus infeksi virus corona dengan 118.567 kematian.

Catatan Redaksi:

Hidup seringkali sangat sulit dan membuat stres, tetapi kematian tidak pernah menjadi jawabannya. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit dan berkecenderungan bunuh diri, sila hubungi dokter kesehatan jiwa di Puskesmas atau Rumah sakit terdekat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lagi! Keluarga Jemput Paksa Jenazah Pasien Corona, Kali Ini di Kerinci

Lagi! Keluarga Jemput Paksa Jenazah Pasien Corona, Kali Ini di Kerinci

News | Minggu, 25 Oktober 2020 | 11:11 WIB

Psikiatris Inggris: Kesehatan Mental Pasien Corona Harus Lebih Diperhatikan

Psikiatris Inggris: Kesehatan Mental Pasien Corona Harus Lebih Diperhatikan

Health | Minggu, 25 Oktober 2020 | 11:07 WIB

Begini Cara Sederhana Hilangkan Stres di Kala Pandemi Covid-19

Begini Cara Sederhana Hilangkan Stres di Kala Pandemi Covid-19

Video | Minggu, 25 Oktober 2020 | 11:00 WIB

Terkini

Sentil BGN Borong Motor Listrik, Hasto PDI-P: Belajarlah dari Gojek, Jangan Hamburkan Anggaran

Sentil BGN Borong Motor Listrik, Hasto PDI-P: Belajarlah dari Gojek, Jangan Hamburkan Anggaran

News | Kamis, 09 April 2026 | 15:09 WIB

Roy Suryo Dukung JK Polisikan Rismon Sianipar, Bantah Terima Dana Rp50 M di Kasus Ijazah Jokowi

Roy Suryo Dukung JK Polisikan Rismon Sianipar, Bantah Terima Dana Rp50 M di Kasus Ijazah Jokowi

News | Kamis, 09 April 2026 | 15:06 WIB

AMSI Minta Dewan Pers Lindungi Magdalene dari Pembatasan Akses Konten

AMSI Minta Dewan Pers Lindungi Magdalene dari Pembatasan Akses Konten

News | Kamis, 09 April 2026 | 15:00 WIB

Riset WRI Ungkap Paradoks Banjir: Investasi Besar Tak Selalu Kurangi Risiko, Kenapa?

Riset WRI Ungkap Paradoks Banjir: Investasi Besar Tak Selalu Kurangi Risiko, Kenapa?

News | Kamis, 09 April 2026 | 15:00 WIB

DPR Kutuk Serangan Israel ke Beirut, Dinilai Cederai Gencatan Senjata IranAS

DPR Kutuk Serangan Israel ke Beirut, Dinilai Cederai Gencatan Senjata IranAS

News | Kamis, 09 April 2026 | 14:54 WIB

Kubu Roy Suryo Bantah Keras Isu Dana Rp5 M dari JK: Satu Rupiah Pun Tidak Pernah!

Kubu Roy Suryo Bantah Keras Isu Dana Rp5 M dari JK: Satu Rupiah Pun Tidak Pernah!

News | Kamis, 09 April 2026 | 14:51 WIB

Menaker Lapor Ada 1.590 Aduan THR 2026, DKI Jakarta dan Jabar Terbanyak

Menaker Lapor Ada 1.590 Aduan THR 2026, DKI Jakarta dan Jabar Terbanyak

News | Kamis, 09 April 2026 | 14:49 WIB

Eks Dirut Inhutani V Divonis 4 Tahun Penjara Kasus Suap Hutan Lampung, Rubicon Dirampas Negara

Eks Dirut Inhutani V Divonis 4 Tahun Penjara Kasus Suap Hutan Lampung, Rubicon Dirampas Negara

News | Kamis, 09 April 2026 | 14:47 WIB

Prabowo: Alhamdulillah Antrean Haji Paling Lama 26 Tahun, Tidak lagi 48 Tahun

Prabowo: Alhamdulillah Antrean Haji Paling Lama 26 Tahun, Tidak lagi 48 Tahun

News | Kamis, 09 April 2026 | 14:44 WIB

Kutuk Serangan Israel, Macron Desak Lebanon Harus Diikutsertakan Dalam Gencatan Senjata AS dan Iran

Kutuk Serangan Israel, Macron Desak Lebanon Harus Diikutsertakan Dalam Gencatan Senjata AS dan Iran

News | Kamis, 09 April 2026 | 14:36 WIB