AS Ungkap Dakwaan Atas Penculikan Wartawan di Afghanistan Pada 2008

Bangun Santoso

Kamis, 29 Oktober 2020 | 09:16 WIB
AS Ungkap Dakwaan Atas Penculikan Wartawan di Afghanistan Pada 2008
Ilustrasi sejumlah jurnalis meninggalkan kamera mereka di atas poster-poster yang menuntut keadilan dan perlindungan saat aksi unjuk rasa atas pembunuhan Regina Martinez, seorang jurnalis dan koresponden untuk majalah Meksiko Proceso, di Puebla, Meksiko, beberapa waktu lalu). (FOTO ANTARA/REUTERS/Imelda Med)

Suara.com - Departemen Kehakiman Amerika Serikat pada Rabu (28/10) mengungkapkan dakwaan terhadap Haji Najibullah, yang berkebangsaan Afghanistan, atas enam perkara terkait dengan penculikan seorang wartawan Amerika dan dua warga Afghanistan pada 2008.

Departemen itu menambahkan bahwa Najibullah, 44, ditangkap dan dibawa dari Ukraina ke AS, tempat dia akan menghadapi pemeriksaan pengadilan.

Dakwaan itu tak menyebut nama sang jurnalis, namun pejabat penegakan hukum yang mengetahui perkara itu mengatakan kepada Reuters bahwa kasus itu melibatkan David Rohde, mantan koresponden Reuters dan New York Times yang diculik Taliban pada 2008. Wartawan itu sekarang bekerja di New Yorker.

Najibullah sedang menghadapi tuduhan-tuduhan, termasuk penyanderaan, konspirasi penyanderaan, penculikan, konspirasi penculikan, dan dua perkara menggunakan dan memiliki senjata untuk mewujudkan kejahatan dengan kekerasan.

Mark Gombiner, pembela masyarakat tingkat federal yang tinggal di Manhattan dan tercatat di pengadilan sebagai pengacara Najibullah, belum menjawab permintaan untuk berkomentar. David Rohde juga tak menanggapi permintaan komentar.

Dakwaan itu menyebut bahwa pada November 2008, Najibullah "menyebabkan" sekelompok pria yang membawa senjata menahan Rohde dan dua warga Afghanistan yang membantunya.

Kemudian, menurut dakwaan, Najibullah dan sekitar enam pengawal bersenjata memaksa wartawan dan orang-orang Afghanistan itu mendaki menyeberangi perbatasan dari Afghanistan memasuki Pakistan.

Dakwaan itu menyatakan bahwa pada April 2009, ketika di Pakistan, Najibullah merekam video tentang wartawan itu yang minta pertolongan sementara sepucuk senjata diarahkan pada wajahnya. (Sumber: Antara/Reuters)

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Demi Donald Trump, Seorang Pendukung Mengubah Wajah Honda HR-V Jadi Begini

Demi Donald Trump, Seorang Pendukung Mengubah Wajah Honda HR-V Jadi Begini

Otomotif | Rabu, 28 Oktober 2020 | 23:30 WIB

Seminggu Terakhir, Hampir 500.000 Orang Tertular COVID-19 di AS

Seminggu Terakhir, Hampir 500.000 Orang Tertular COVID-19 di AS

Health | Kamis, 29 Oktober 2020 | 00:05 WIB

Terekam CCTV, Pria Buang Jasad Pacarnya yang Hamil di Jalan Tol

Terekam CCTV, Pria Buang Jasad Pacarnya yang Hamil di Jalan Tol

News | Rabu, 28 Oktober 2020 | 16:51 WIB

Polisi Kembali Tewaskan Pria Afro-Amerika, Protes Meletus di Philadelphia

Polisi Kembali Tewaskan Pria Afro-Amerika, Protes Meletus di Philadelphia

News | Rabu, 28 Oktober 2020 | 16:48 WIB

Dipukuli saat Ngopi, Kakek Tewas Gegara Minta Pelankan Suara Musik

Dipukuli saat Ngopi, Kakek Tewas Gegara Minta Pelankan Suara Musik

News | Selasa, 27 Oktober 2020 | 19:33 WIB

AS-India Sepakati Pakta Pertahanan untuk Berbagi Data Satelit Sensitif

AS-India Sepakati Pakta Pertahanan untuk Berbagi Data Satelit Sensitif

News | Selasa, 27 Oktober 2020 | 16:19 WIB

Bikin Skenario Penculikan, Anak di Bawah Umur Bunuh Bocah 5 Tahun

Bikin Skenario Penculikan, Anak di Bawah Umur Bunuh Bocah 5 Tahun

News | Selasa, 27 Oktober 2020 | 16:43 WIB

Terkini

Keracunan MBG Mendunia, Media Internasional Miris Ratusan Siswa Jadi Korban

Keracunan MBG Mendunia, Media Internasional Miris Ratusan Siswa Jadi Korban

News | Jum'at, 04 September 2026 | 08:22 WIB

Debut Jepang! izna Rayakan Self Love dan Individualitas di Lagu Dumb Hot

Debut Jepang! izna Rayakan Self Love dan Individualitas di Lagu Dumb Hot

Your Say | Jum'at, 04 September 2026 | 08:15 WIB

Komnas HAM Ungkap Biang Karhutla yang Terus Berulang

Komnas HAM Ungkap Biang Karhutla yang Terus Berulang

News | Jum'at, 04 September 2026 | 08:15 WIB

5 Shio Beruntung Hari Ini 4 September 2026, Urusan Mulai Lancar

5 Shio Beruntung Hari Ini 4 September 2026, Urusan Mulai Lancar

Lifestyle | Jum'at, 04 September 2026 | 08:12 WIB

Apa Bedanya Gel Moisturizer dengan Cream Moisturizer dalam Mengunci Kelembapan?

Apa Bedanya Gel Moisturizer dengan Cream Moisturizer dalam Mengunci Kelembapan?

Lifestyle | Jum'at, 04 September 2026 | 08:05 WIB

Kasus Keracunan MBG Kembali Muncul, Sudaryono Akui BGN Sempat Drop

Kasus Keracunan MBG Kembali Muncul, Sudaryono Akui BGN Sempat Drop

News | Jum'at, 04 September 2026 | 08:00 WIB

300 Massa Aksi Ditangkap, SETAPOL Ungkap Kekerasan Aparat: Kondisinya Sangat Miris!

300 Massa Aksi Ditangkap, SETAPOL Ungkap Kekerasan Aparat: Kondisinya Sangat Miris!

News | Jum'at, 04 September 2026 | 07:55 WIB

The Let Them Theory: Buku dengan Konsep Sederhana untuk Hidup Lebih Tenang

The Let Them Theory: Buku dengan Konsep Sederhana untuk Hidup Lebih Tenang

Your Say | Jum'at, 04 September 2026 | 07:50 WIB

Ultimatum Kapolda DIY! Mahasiswa Tuntut Minta Maaf Soal Framing Video 'Cairan Merica'

Ultimatum Kapolda DIY! Mahasiswa Tuntut Minta Maaf Soal Framing Video 'Cairan Merica'

News | Jum'at, 04 September 2026 | 07:45 WIB

Bukan Sekadar Bencana Asap, Komnas HAM Soroti Hak 3 Juta Warga Terdampak Karhutla

Bukan Sekadar Bencana Asap, Komnas HAM Soroti Hak 3 Juta Warga Terdampak Karhutla

News | Jum'at, 04 September 2026 | 07:45 WIB

×