Khabib Nurmagomedov Unggah Foto Presiden Macron Bercap Tapak Kaki

Reza Gunadha | Fitri Asta Pramesti | Suara.com

Jum'at, 30 Oktober 2020 | 19:51 WIB
Khabib Nurmagomedov Unggah Foto Presiden Macron Bercap Tapak Kaki
Petarung MMA, Khabib Nurmagomedov. [Kirill KUDRYAVTSEV / AFP]

Suara.com - Petarung asal Rusia, Khabib Nurmagomedov, turut mengecam Presiden Emmanuel Macron dengan mengunggah foto pemimpin Paris itu, lengkap dengan cap kaki di bagian wajahnya.

Melalui akun instagram pribadinya, Khabib mengatakan Macron telah menghina lebih dari 1,5 miliar umat Muslim dengn dalih kebebasan kebebasan berekspresi.

Pernyataan Khabib menyoal sikap Presiden Macron terhadap pembunuhan Samuel Paty, guru sejarah yang awal Oktober ini dipenggal karena menunjukkan kartun Nabi Muhammad di kelasnya.

Dalam unggahan, Jumat (30/10/2020), Khabib juga menyematkan tulisan panjang dalam bahasa Rusia, menyatakan keprihatinannya atas sikap Macron.

"Semoga yang Maha Kuasa menghukum makhluk ini beserta pengikutnya yang berada di bawah slogan kebebasan berbicara, menyakiti perasaan lebih dari 1,5 miliar umat Muslim," tulis Khabib dalam keterangannya.

Khabib Nurmagomedov Unggah Foto Presiden Macron Bercap Tapak Kaki. (Instagram/khabib_nurmagomedov)
Khabib Nurmagomedov Unggah Foto Presiden Macron Bercap Tapak Kaki. (Instagram/khabib_nurmagomedov)

Khabib menyebut Macron dan para pengikutnya akan segera mendapatkan balasan atas perbuatannya.

"Kita Muslim, mencintai Nabi Muhammad lebih dari ibu, ayah, anak, istri, dan smeua orang lain yang dekat dengan kami," sambungnya.

Khabib yang baru saja memutuskan pensiun dari UFC dengan status tak terkalahkan, merupakan salah satu petarung Muslim taat dan menjunjung tinggi nilai-nilai Islam baik di luar atau di dalam arena pertandingan, mengutip laporan CNN.

Macron belakangan menuai banyak kritik dan kecaman, atas sikapnya terkait pembunuhan Samuel Paty, di mana ia bersumpah tak bakal membuat kaum Islamis di negerinya dapat tidur nyenyak.

Pernyataan dan sikap Macron dianggap menyudutkan Muslim sekaligus mengglorifikasi Islamofobia.

Dari situ, sejumlah negara seperti Turki dan Bangladesh menyerukan boikot terhadap produk-produk Prancis.

"Saya menyerukan kepada warga saya, jangan pernah memuji merek Prancis, jangan membelinya," ujar Presiden Recep Tayyip Turki Erdogan, Senin (26/10), dikutip dari Anadolu Agency.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Injak Poster Macron, Emak-emak di Medan Serukan Boikot Produk Prancis

Injak Poster Macron, Emak-emak di Medan Serukan Boikot Produk Prancis

Sumut | Jum'at, 30 Oktober 2020 | 17:13 WIB

MUI: Harusnya Presiden Macron Sadar, Ia Hidup Berdampingan Umat Islam

MUI: Harusnya Presiden Macron Sadar, Ia Hidup Berdampingan Umat Islam

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2020 | 13:17 WIB

Demo Anti Presiden Macron, Umat Muslim Serukan Boikot Produk Prancis

Demo Anti Presiden Macron, Umat Muslim Serukan Boikot Produk Prancis

Video | Jum'at, 30 Oktober 2020 | 07:00 WIB

Terkini

Jangan Sampai Ada Korban Lain, Todung Mulya Lubis Desak Pengusutan Tuntas Kasus Andrie Yunus

Jangan Sampai Ada Korban Lain, Todung Mulya Lubis Desak Pengusutan Tuntas Kasus Andrie Yunus

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 12:42 WIB

Volume Kendaraan Masuk-Keluar DIY via Prambanan Seimbang, Arus Lalu Lintas Masih Ramai Lancar

Volume Kendaraan Masuk-Keluar DIY via Prambanan Seimbang, Arus Lalu Lintas Masih Ramai Lancar

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 12:23 WIB

Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Kapolri Pastikan Diusut Tuntas hingga Terang

Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Kapolri Pastikan Diusut Tuntas hingga Terang

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 12:17 WIB

OTT 10 Kepala Daerah Hasil Pilkada 2024, KPK Dorong Integritas Melalui Kabupaten-Kota Antikorupsi

OTT 10 Kepala Daerah Hasil Pilkada 2024, KPK Dorong Integritas Melalui Kabupaten-Kota Antikorupsi

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 12:15 WIB

Wasiat Politik Ali Larijani untuk Negara-negara Arab: Islam Macam Apa Kalian Ini...

Wasiat Politik Ali Larijani untuk Negara-negara Arab: Islam Macam Apa Kalian Ini...

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 12:13 WIB

Suara Lantunan Al-Qur'an Menggema di Gaza Lawan Dentuman Drone dan Rudal Israel

Suara Lantunan Al-Qur'an Menggema di Gaza Lawan Dentuman Drone dan Rudal Israel

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 11:59 WIB

Pemprov DKI Jakarta Antar 689 Warga Kepulauan Seribu Pulang Kampung

Pemprov DKI Jakarta Antar 689 Warga Kepulauan Seribu Pulang Kampung

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 11:59 WIB

Siapa Joe Kent? Veteran Ranger dan Agen CIA yang Berani Lawan Kebijakan Trump di Perang Iran

Siapa Joe Kent? Veteran Ranger dan Agen CIA yang Berani Lawan Kebijakan Trump di Perang Iran

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 11:47 WIB

Sikap Dingin Iran dan Tantangan Berat Prabowo Menjadi Juru Damai di Timur Tengah

Sikap Dingin Iran dan Tantangan Berat Prabowo Menjadi Juru Damai di Timur Tengah

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 11:45 WIB

Mudik Hemat 2026! KAI Daop 1 Obral Diskon Tiket Kereta 30 Persen, Cek Sisa Kursinya

Mudik Hemat 2026! KAI Daop 1 Obral Diskon Tiket Kereta 30 Persen, Cek Sisa Kursinya

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 11:37 WIB