Deretan Warga Papua Korban Kekerasan Aparat Dilaporkan ke Komnas HAM

Erick Tanjung, Ria Rizki Nirmala Sari

Senin, 02 November 2020 | 15:23 WIB
Deretan Warga Papua Korban Kekerasan Aparat Dilaporkan ke Komnas HAM
Jenazah Eden Armando Bebari (19) dan Ronny Wandik (21), dua korban penembakan di Mimika, pada Selasa (14/4/2020) berada di RSUD Timika. [Jubi.co.id]

Suara.com - Tim Kemanusiaan untuk Papua mendatangi kantor Komnas HAM untuk mengadukan kekerasan yang terjadi terhadap warga sipil oleh aparat keamanan TNI dan Polri di bumi Cendrawasih. Mereka pun mengantongi catatan korban kekerasan yang terjadi selama 2020.

Mereka melakukan audiensi di ruang pengaduan dengan Komisioner Komnas HAM Choirul Anam secara tertutup, Senin (2/11/2020). Mereka mencatat daftar korban kekerasan hingga meninggal dunia.

Korban yang pertama ialah Pendeta Yeremias Sanambani yang meninggal dunia pada 19 September 2020 diduga karena dibunuh oleh anggota TNI di Distrik Hitadipa Kabupaten Intan Jaya, Papua. Menurut keluarga korban, Yeremias sedang memberi makanan untuk babi ternak di kandang, tiba-tiba ia didatangi oleh aparat militer yang langsung menembaknya.

Kemudian korban lainnya adalah Pendeta Alfred Degey meninggal di Kabupaten Nabire pada 22 September 2020. Pendeta Alfred ditemukan tidak bernyawa dengan dugaan dianiaya.

Korban selanjutnya ialah Agustinus Duwitau atau Rupinus Tigau (23) yang ditembak di Distrik Sugapa, Intan Jaya, Papua pada Senin, 26 Oktober 2020. Pada hari itu, aparat TNI tengah melakukan penyelisiran dan penyerangan terhadap separatis bersenjata di Desa Jalae, Distrik Sugapa. Akibat tindakan itu, warga sipil ketakutan dan mengungsi ke hutan.

"Aparat melakukan penembakan secara brutal di Desa Jalae, Rupinus Tigau ditembak saat penyisiran," demikian keterangan tertulis Tim Kemanusiaan Untuk Papua.

Kejadian itu bermula dari pertengkaran adu mulut antara seorang pemuda dengan pihak resepsionis sebuah hotel di Abepura. Saat itu Ambrosius berupaya untuk melerai kawannya hingga berhasil dikendalikan.

Namun setelah itu tiba-tiba 5 orang anggota polisi bersenjata api dan berpakaian preman datang dan langsung memukul Ambrosius.

Tanpa meminta keterangan terlebih dahulu, Ambrosius malah langsung diserang dan diborgol. Kemudian ia dibawa ke polsek di Abepura.

baca juga

Di sana ia dianiaya oleh aparat kepolisian. Akibatnya Ambrosius mengalami kepala benjol, tulang hidung dan tulang pipi patah, daun telinga kanan sobek, serta tulang rusuk memar karena dipukul dengan menggunakan senjata.

Korban berikutnya ialah Ambrosius Mulait (25), seorang mahasiswa yang dianiaya di halaman Hotel Anggrek dan Ruangan Polsek Abepura pada Minggu, 25 September 2020.

Mereka mengalami penganiyaan ketika melakukan aksi demonstrasi terkait penolakan kelanjutan kebijakan otonomi khusus atau otsus Papua. Aksi demonstrasi damai itu dibubarkan paksa oleh aparat gabungan TNI-Polri.

"Aparat membubarkan para mahasiswa dengan menyemprot air menggunakan mobil water cannon polisi, menembak para mahasiswa dengan senjata tempur, dan menembak dengan gas air mata, serta menangkap 13 orang mahasiswa dan menahan mereka di kantor Polisi
Sektor Abepura," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menolak Tudingan HAM di PBB Saja Tidak Cukup: Butuh 'Diplomasi Terbuka'

Menolak Tudingan HAM di PBB Saja Tidak Cukup: Butuh 'Diplomasi Terbuka'

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 13:10 WIB

16 Tahun Perjalanan Mary Jane hingga Bebas, Komnas HAM Soroti Perlindungan Korban TPPO

16 Tahun Perjalanan Mary Jane hingga Bebas, Komnas HAM Soroti Perlindungan Korban TPPO

News | Selasa, 29 September 2026 | 13:15 WIB

Kemendagri Apresiasi Pemda Papua di Empat Sektor Pelayanan Dasar

Kemendagri Apresiasi Pemda Papua di Empat Sektor Pelayanan Dasar

News | Selasa, 29 September 2026 | 10:13 WIB

Kontak Senjata di Intan Jaya, 4 Anggota OPM Tewas, 2 Jatuh ke Jurang

Kontak Senjata di Intan Jaya, 4 Anggota OPM Tewas, 2 Jatuh ke Jurang

News | Jum'at, 25 September 2026 | 15:30 WIB

Komnas HAM Usul Yusril atau Mendagri Berkantor di Jayapura 3 Bulan untuk Tangani Kekerasan Papua

Komnas HAM Usul Yusril atau Mendagri Berkantor di Jayapura 3 Bulan untuk Tangani Kekerasan Papua

News | Kamis, 24 September 2026 | 17:16 WIB

Setapol Ungkap Kondisi Tahanan Demo 27 Agustus: Ada yang Patah Jari hingga Luka Kepala

Setapol Ungkap Kondisi Tahanan Demo 27 Agustus: Ada yang Patah Jari hingga Luka Kepala

News | Kamis, 24 September 2026 | 07:36 WIB

5 Tapol Diintimidasi Jelang Upaya Praperadilan, Setapol Minta Komnas HAM Turun Tangan

5 Tapol Diintimidasi Jelang Upaya Praperadilan, Setapol Minta Komnas HAM Turun Tangan

News | Rabu, 23 September 2026 | 22:12 WIB

PT KEL Ditertibkan Satgas PKH, Kuasa Hukum Minta Prabowo Evaluasi

PT KEL Ditertibkan Satgas PKH, Kuasa Hukum Minta Prabowo Evaluasi

News | Rabu, 23 September 2026 | 21:40 WIB

Satgas PKH Masuk, Alat Berat Berdatangan: Kuasa Hukum PT KEL Pertanyakan Penguasaan Tambang

Satgas PKH Masuk, Alat Berat Berdatangan: Kuasa Hukum PT KEL Pertanyakan Penguasaan Tambang

News | Rabu, 23 September 2026 | 21:32 WIB

KASUM Sebut Tak Ada Kabar Terbaru dari Komnas HAM soal Kasus Munir sejak 2025

KASUM Sebut Tak Ada Kabar Terbaru dari Komnas HAM soal Kasus Munir sejak 2025

News | Rabu, 23 September 2026 | 13:19 WIB

Terkini

Bandar Lampung Tertinggi! Beras dan Cabai Jadi Biang Kerok Inflasi di Lampung

Bandar Lampung Tertinggi! Beras dan Cabai Jadi Biang Kerok Inflasi di Lampung

Lampung | Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19 WIB

Sikapi Laporan Akhir KNKT, KAI Rombak Prosedur dan Evaluasi Jam Kerja Masinis

Sikapi Laporan Akhir KNKT, KAI Rombak Prosedur dan Evaluasi Jam Kerja Masinis

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:16 WIB

Berapa Harga Parfum Mandalika Original? Ini 5 Produknya yang Terlaris di Shopee

Berapa Harga Parfum Mandalika Original? Ini 5 Produknya yang Terlaris di Shopee

Lifestyle | Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10 WIB

Pura-pura Jadi Petugas Provider, Pelaku Pencurian Tower BTS di Tangerang Diringkus Polisi

Pura-pura Jadi Petugas Provider, Pelaku Pencurian Tower BTS di Tangerang Diringkus Polisi

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08 WIB

Kapten Bangladesh Klaim Tahu Kelemahan Timnas Indonesia: Kami Punya Strategi Rahasia

Kapten Bangladesh Klaim Tahu Kelemahan Timnas Indonesia: Kami Punya Strategi Rahasia

Bola | Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:06 WIB

Nomor KPJ BPJS Ketenagakerjaan yang Mana? Begini Cara Mengeceknya

Nomor KPJ BPJS Ketenagakerjaan yang Mana? Begini Cara Mengeceknya

Lifestyle | Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:05 WIB

Tetap Polisi Aktif Usai Dilantik Jadi Kepala KSP, Listyo Sigit Tepis Isu Pensiun

Tetap Polisi Aktif Usai Dilantik Jadi Kepala KSP, Listyo Sigit Tepis Isu Pensiun

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:04 WIB

DPR Setujui Suyudi Ario Seto Jadi Kapolri yang Baru

DPR Setujui Suyudi Ario Seto Jadi Kapolri yang Baru

Foto | Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:04 WIB

Kemenimipas Robohkan Bangunan Swadaya di Lapas Cibinong, Status Lahan Milik Pemkab Bogor

Kemenimipas Robohkan Bangunan Swadaya di Lapas Cibinong, Status Lahan Milik Pemkab Bogor

Bogor | Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:03 WIB

Menakar 'Soft Landing' Jenderal Sigit dan Langkah Prabowo Lepas dari Bayang-Bayang Jokowi

Menakar 'Soft Landing' Jenderal Sigit dan Langkah Prabowo Lepas dari Bayang-Bayang Jokowi

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:02 WIB

×