Tertimpa Reruntuhan Bangunan selama 91 Jam, Seorang Bocah Berhasil Selamat

Reza Gunadha | Hikmawan Muhamad Firdaus | Suara.com

Rabu, 04 November 2020 | 22:02 WIB
Tertimpa Reruntuhan Bangunan selama 91 Jam, Seorang Bocah Berhasil Selamat
Tim penyelamat menyelamatkan korban gempa bumi Turki. (Anadolu Agency/Mehmet Emin Mengüarslan)

Suara.com - Seorang bocah berusia 2 tahun berhasil diselamatkan dari puing-puing bangunan akibat gempa di Kota Izmir di pesisir Aegean Turki setelah terkubur selama hampir 91 jam.

Menyadur CNN, tim penyelamat berhasil menyelamatkan Ayda Gezgin di samping mesin pencuci piring yang tampaknya melindunginya dari tumpukan puing-puing bangunan.

Petugas penyelamat menyebut ruang tempat dia terbaring dalam "segitiga kehidupan". Ayda memanggil ibunya saat dia dibawa dengan tandu ke ambulans. "Bu. Aku ingin ibuku," katanya.

Tim penyelamat menemukan mayat ibu Ayda beberapa jam setelah proses penyelamatan gadis kecil tersebut, menurut Otoritas Manajemen Bencana dan Darurat Turki (AFAD). Kondisi ibu Ayda berbaring di samping bocah tersebut di bawah puing-puing.

Sedikitnya 105 orang tewas dan 1.027 luka-luka setelah gempa bumi berkekuatan 7,0 skala ritcher melanda Laut Aegea pada hari Jumat, mengguncang sebagian Yunani dan Turki.

Gempa tersebut melanda 14 kilometer timur laut kota Néon Karlovásion di Samos, USGS melaporkan, pada kedalaman yang relatif dangkal 21 kilometer, membuat dampaknya sangat terasa di permukaan tanah di sekitar pusat gempa.

Lebih dari 1.508 gempa susulan telah tercatat sejak gempa awal, 44 di antaranya berkekuatan di atas 4.0, kata badan bencana Turki.

Gempa bumi tersebut juga memicu apa yang oleh pihak berwenang disebut "tsunami mini", yang menyebabkan jalannan banjir di beberapa bagian provinsi Izmir Turki serta di Samos.

"Kami mendengar teriakannya. Kami menanyakan namanya ... Dia berkata, 'Saya baik-baik saja.' Kami memintanya untuk melambaikan tangannya dan dia melakukannya," kata petugas penyelamat Nusret Aksoy.

Ayda, yang akan berusia 3 tahun bulan depan, tampak bangun dan responsif, mengamati pemandangan dengan mata terbelalak.

"Kami memulainya dengan cairan IV dan dia melakukannya dengan sangat baik. Dia sadar, dia tidak memiliki luka terbuka," kata seorang anggota Tim Penyelamat Medis Nasional Turki (UMKE) kepada penyiar nasional TRT.

Petugas penyelamat mengatakan gadis kecil tersebut meminta air dan Ayran, minuman yogurt Turki yang populer di kalangan anak-anak.

"Hal pertama yang dia tanyakan kepada saya tentang ayahnya," kata pekerja UMKE itu.

Ayah Ayda tidak berada di gedung selama gempa, media Turki melaporkan. Selama upaya pencarian, dia membimbing petugas penyelamat mencari rumah keluarganya yang hancur.

Saat ini Ayda sedang menjalani perawatan di rumah sakit, menurut TRT.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tantang Presiden Erdogan Bakar Tas Hermes milik Ibu Negara, Kemal Dikecam

Tantang Presiden Erdogan Bakar Tas Hermes milik Ibu Negara, Kemal Dikecam

News | Selasa, 03 November 2020 | 21:48 WIB

Serukan Boikot Produk Prancis, Erdogan Berani Bakar Tas Hermes Istri?

Serukan Boikot Produk Prancis, Erdogan Berani Bakar Tas Hermes Istri?

News | Selasa, 03 November 2020 | 18:47 WIB

Korban Jiwa Gempa di Turki dan Yunani Tembus 100 Orang

Korban Jiwa Gempa di Turki dan Yunani Tembus 100 Orang

News | Selasa, 03 November 2020 | 12:49 WIB

Terkini

Pemerintah Diminta Transparan, Kerja Sama Pertahanan RI-AS Untungnya Apa?

Pemerintah Diminta Transparan, Kerja Sama Pertahanan RI-AS Untungnya Apa?

News | Minggu, 19 April 2026 | 11:35 WIB

Dugaan Skandal Aset Sitaan Rp40 Miliar, Jaksa Watch Laporkan Kejati Jambi ke KPK

Dugaan Skandal Aset Sitaan Rp40 Miliar, Jaksa Watch Laporkan Kejati Jambi ke KPK

News | Minggu, 19 April 2026 | 11:30 WIB

Hasto PDIP: Kritik ke Jokowi Dulu Ternyata Benar, Prabowo Jangan Antikritik

Hasto PDIP: Kritik ke Jokowi Dulu Ternyata Benar, Prabowo Jangan Antikritik

News | Minggu, 19 April 2026 | 11:25 WIB

BNI Pastikan Proses Pengembalian Dana Aek Nabara Sesuai Perkembangan Penyidikan

BNI Pastikan Proses Pengembalian Dana Aek Nabara Sesuai Perkembangan Penyidikan

News | Minggu, 19 April 2026 | 11:07 WIB

Bantah Ramal Indonesia Bakal Chaos, JK: Itu Said Didu, Bukan Saya

Bantah Ramal Indonesia Bakal Chaos, JK: Itu Said Didu, Bukan Saya

News | Minggu, 19 April 2026 | 10:35 WIB

Catat! Ini 7 Rumah Sakit di Jawa Tengah yang Layani Visum Gratis bagi Korban Kekerasan

Catat! Ini 7 Rumah Sakit di Jawa Tengah yang Layani Visum Gratis bagi Korban Kekerasan

News | Minggu, 19 April 2026 | 10:31 WIB

Selat Hormuz Ditutup Lagi, Trump Sentil Iran, Mojtaba Khamenei Balas Menohok

Selat Hormuz Ditutup Lagi, Trump Sentil Iran, Mojtaba Khamenei Balas Menohok

News | Minggu, 19 April 2026 | 10:27 WIB

Megawati Ungkap Bahaya Pangkalan Militer Asing, Serukan Dasa Sila Bandung

Megawati Ungkap Bahaya Pangkalan Militer Asing, Serukan Dasa Sila Bandung

News | Minggu, 19 April 2026 | 10:19 WIB

PBB Dinilai Tak Relevan, Megawati Desak Reformasi Total: Hapus Veto, Pakai Pancasila

PBB Dinilai Tak Relevan, Megawati Desak Reformasi Total: Hapus Veto, Pakai Pancasila

News | Minggu, 19 April 2026 | 10:07 WIB

Sebut Tuntutan Kasus LNG Tidak Utuh, Nandang Sutisna: Kerugian Parsial Jangan Dipaksakan Jadi Pidana

Sebut Tuntutan Kasus LNG Tidak Utuh, Nandang Sutisna: Kerugian Parsial Jangan Dipaksakan Jadi Pidana

News | Minggu, 19 April 2026 | 08:04 WIB