Kasus Kebebasan Beragama Bertambah, Komnas HAM: Lebih dari yang Diadukan

Bangun Santoso, Novian Ardiansyah

Jum'at, 06 November 2020 | 11:01 WIB
Kasus Kebebasan Beragama Bertambah, Komnas HAM: Lebih dari yang Diadukan
Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik. (ANTARA/Aprillio Akbar/foc)

Suara.com - Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik mengungkapkan bahwa kasus mengenai kebebasan beragama dan berkeyakinan di Indonesia dari tahun ke tahun semakin meningkat. Kendati begitu peningkatan tersebut tidak terlalu signifikan.

Hanya saja, kata dia, data tersebut diambil berdasarkan laporan yang diadukan masyarakat kepada Komnas HAM. Di luar pengaduan, Taufan meyakini masih ada lebih banyak kasus yang terjadi.

"Meskipun secara statistik kalau kita lihat pengaduan Komnas HAM angkanya tidak terlalu tinggi peningkatannya. Tapi harus dipahami bahwa apa yang menjadi data statistik pengaduan Komnas HAM belum sepenuhnya menggambarkan peristiwa faktual di tengah-tengah masyarakat kita," kata Taufan dalam diskusi daring mengenai kajian Komnas HAM atas PBM Nomor 9 dan 8 tahun 2006 terkait pendirian rumah ibadah, Jumat (6/11/2020).

Berdasarkan catatan Komnas HAM, ada 25 pengaduan terkait kasus kebebasan beragama dan berkeyakinan pada tahun 2019. Sementara pada tahun 2015 hingga 2018 tercatat rata-rata laporan yang masuk berjumlah 21 pengaduan.

"Lagi-lagi sama, 21 pengaduan itu bukan tidak lah mengartikan bahwa hanya 21 kasus yang terjadi. Jumlahnya lebih dari itu tapi tentu saja ada banyak kasus-kasus yang tidak diadukan ke Komnas HAM atau kasus-kasus itu diselesaikan di tingkat lokal oleh elemen-elemen pemerintah lokal maupun organisasi-organisasi kemasyarakatan lainnya di tingkat lokal itu," tutur Taufan.

Adapun contoh kasus yang diadukan ialah semisal penghentian kegiatan beragama hingha permasalahan izin pembangunan rumah ibadah agama tertentu.

"Jadi ada problem problem yang itu di intra umat beragama, di kalangan satu komunitas agama terjadi juga persoalan maupun di antara satu komunitas agama terhadap komunitas agama yang lain," kata Taufan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Beberapa Temuan Komnas HAM dan TGPF Kasus Pendeta Yeremia Sama

Beberapa Temuan Komnas HAM dan TGPF Kasus Pendeta Yeremia Sama

News | Rabu, 04 November 2020 | 18:12 WIB

Mahfud Akan Serahkan Hasil Investigasi Komnas HAM Soal Intan Jaya ke Jokowi

Mahfud Akan Serahkan Hasil Investigasi Komnas HAM Soal Intan Jaya ke Jokowi

News | Rabu, 04 November 2020 | 16:53 WIB

Sudah Ada Titik Terang: Menanti Keseriusan Tangkap Pembunuh Pendeta Yeremia

Sudah Ada Titik Terang: Menanti Keseriusan Tangkap Pembunuh Pendeta Yeremia

News | Selasa, 03 November 2020 | 18:01 WIB

Pembunuhan Pendeta Yeremia di Papua, Kasus Tak Kunjung Dibawa ke Pengadilan

Pembunuhan Pendeta Yeremia di Papua, Kasus Tak Kunjung Dibawa ke Pengadilan

News | Selasa, 03 November 2020 | 16:01 WIB

Komnas HAM: Pendeta Yeremia Zanambani Dipaksa Berlutut Sebelum Dibunuh

Komnas HAM: Pendeta Yeremia Zanambani Dipaksa Berlutut Sebelum Dibunuh

Sulsel | Selasa, 03 November 2020 | 15:06 WIB

Komnas HAM Sebut Wakil Danramil Bunuh Pendeta Yeremia, Begini Respons TNI

Komnas HAM Sebut Wakil Danramil Bunuh Pendeta Yeremia, Begini Respons TNI

News | Selasa, 03 November 2020 | 11:57 WIB

Komnas HAM Sebut Nama Terduga Pembunuh Pendeta Yeremia, Kenapa TGPF Tidak?

Komnas HAM Sebut Nama Terduga Pembunuh Pendeta Yeremia, Kenapa TGPF Tidak?

News | Senin, 02 November 2020 | 23:17 WIB

Terkini

Jangan Anggap Sepele Nyeri Pinggang Mendadak, Bisa Jadi Tanda Batu Saluran Kemih

Jangan Anggap Sepele Nyeri Pinggang Mendadak, Bisa Jadi Tanda Batu Saluran Kemih

Health | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:54 WIB

Motul Perluas Jangkauan di Jawa Barat,  Dorong Pertumbuhan Ekosistem Otomotif Nasional

Motul Perluas Jangkauan di Jawa Barat, Dorong Pertumbuhan Ekosistem Otomotif Nasional

Otomotif | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:50 WIB

Igor Tolic Beberkan Faktor X yang Bikin Persib Hajar Arema di Piala Presiden 2026

Igor Tolic Beberkan Faktor X yang Bikin Persib Hajar Arema di Piala Presiden 2026

Bola | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:42 WIB

Naik Kereta untuk Liburan? Jangan Lupa Siapkan Antisipasi Jika Jadwal Berubah

Naik Kereta untuk Liburan? Jangan Lupa Siapkan Antisipasi Jika Jadwal Berubah

Lifestyle | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:34 WIB

Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK, Koalisi Sipil Desak Pengusutan Tuntas Tanpa Intervensi

Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK, Koalisi Sipil Desak Pengusutan Tuntas Tanpa Intervensi

News | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:31 WIB

MAXI Yamaha Day Jabar 2026 Pikat Komunitas dengan Budaya dan Alam Kuningan

MAXI Yamaha Day Jabar 2026 Pikat Komunitas dengan Budaya dan Alam Kuningan

Otomotif | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:07 WIB

Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap

Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap

Lifestyle | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:38 WIB

Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta

Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta

Jatim | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:30 WIB

Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal

Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal

Sumbar | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:24 WIB

Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda

Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda

Lampung | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:19 WIB

×