Rusia: Vaksin Sputnik V 92 Persen Efektif

Siswanto | Suara.com

Rabu, 11 November 2020 | 19:14 WIB
Rusia: Vaksin Sputnik V 92 Persen Efektif
Ilustrasi Covid-19. (Pixabay/geralt)

Suara.com - Rusia menyebut vaksin Sputnik V buatannya memiliki tingkat efektivitas hingga 92 persen untuk melindungi orang-orang dari COVID-19, berdasarkan hasil uji coba sementara, kata Dana Investasi Langsung Rusia (RDIF).

"Kami menunjukkan, berdasarkan data, bahwa kami memiliki vaksin yang sangat efektif," kata kepala RDIF Kirill Dmitriev, Rabu (11/11/2020).

Hasil awal yang kedua diterbitkan dari percobaan tahap akhir pada manusia dalam upaya global untuk memproduksi vaksin yang dapat menghentikan pandemi yang telah menewaskan lebih dari 1,2 juta orang dan merusak ekonomi dunia.

Rusia mendaftarkan vaksin COVID-19 untuk digunakan publik pada Agustus dan menjadi negara pertama yang melakukannya, meskipun persetujuan itu diberikan sebelum dimulainya uji coba skala besar pada September.

Hasil sementara didasarkan pada data dari 16.000 peserta uji coba pertama yang menerima dua suntikan vaksin dua dosis. RDIF sendiri yang telah mendukung pengembangan vaksin dan memasarkannya secara global.

Analisis sementara dilakukan setelah 20 peserta dalam uji coba mengembangkan COVID-19 dan memeriksa berapa banyak yang menerima vaksin versus plasebo.

Itu secara signifikan lebih rendah daripada 94 infeksi dalam uji coba vaksin yang dikembangkan oleh Pfizer Inc dan BioNTech. Untuk memastikan tingkat keampuhan, Pfizer mengatakan akan melanjutkan uji coba hingga terdapat 164 kasus COVID-19.

Uji coba Rusia akan berlanjut selama enam bulan lagi, kata RDIF dalam sebuah pernyataan, dan data dari uji coba juga akan dipublikasikan di jurnal medis internasional terkemuka setelah tinjauan sejawat.

Uji coba fase III yang dikembangkan oleh Institut Gamaleya berlangsung di 29 klinik di seluruh Moskow dan akan melibatkan total 40.000 sukarelawan, dengan seperempat diantaranya menerima suntikan plasebo.

Kemungkinan tertular COVID-19 adalah 92 persen lebih rendah di antara orang yang divaksinasi dengan Sputnik V daripada mereka yang menerima plasebo, kata RDIF.

Itu jauh di atas ambang efektivitas 50 persen untuk vaksin COVID-19 yang ditetapkan oleh Administrasi Makanan dan Obat-obatan Amerika Serikat.

Pengumuman Rusia menyusul hasil yang diunggah pada Senin (9/11) oleh Pfizer dan BioNTech, yang mengklaim vaksin buatan mereka juga memiliki efektivitas lebih dari 90 persen.

Vaksin Pfizer dan BioNTech menggunakan teknologi messenger RNA (mRNA) dan dirancang untuk memicu respons imun tanpa menggunakan patogen, seperti partikel virus yang sebenarnya.

Sementara vaksin Sputnik V dirancang untuk memicu respons dari dua suntikan yang diberikan dengan selang waktu 21 hari masing-masing berdasarkan vektor virus berbeda yang biasanya menyebabkan flu biasa.

Obat itu diberi nama Sputnik V setelah satelit era Soviet yang memicu kompetisi luar angkasa---sebuah isyarat pada proyek kepentingan geopolitik bagi Presiden Rusia Vladimir Putin.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terkini

Rudal Iran yang Dipakai Serang Kapal Amerika Ternyata Bertuliskan Pesan Ini

Rudal Iran yang Dipakai Serang Kapal Amerika Ternyata Bertuliskan Pesan Ini

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 09:32 WIB

Soroti Tragedi Dukono, Ahli Kebencanaan: Gunung Bukan Tempat Cari Konten, Zona Bahaya Itu Garis Maut

Soroti Tragedi Dukono, Ahli Kebencanaan: Gunung Bukan Tempat Cari Konten, Zona Bahaya Itu Garis Maut

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 09:30 WIB

AS Terbangkan Pesawat Charter Jemput Belasan Penumpang Kapal Pesiar Hantavirus

AS Terbangkan Pesawat Charter Jemput Belasan Penumpang Kapal Pesiar Hantavirus

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 09:05 WIB

Perang Masih Panas, Donald Trump Urus Hantavirus: Semua Aman, AS Punya Orang Hebat

Perang Masih Panas, Donald Trump Urus Hantavirus: Semua Aman, AS Punya Orang Hebat

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 08:05 WIB

Bocah Perempuan Tewas Ditembak, TNI Buru OPM Pimpinan Guspi Waker di Tembagapura

Bocah Perempuan Tewas Ditembak, TNI Buru OPM Pimpinan Guspi Waker di Tembagapura

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 07:41 WIB

AS Siapkan Karantina Militer di Nebraska Antisipasi Penularan Hantavirus Mematikan dari Kapal Pesiar

AS Siapkan Karantina Militer di Nebraska Antisipasi Penularan Hantavirus Mematikan dari Kapal Pesiar

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 07:05 WIB

Putin Isyaratkan Akhir Perang Ukraina, Rusia Buka Dialog Keamanan Eropa

Putin Isyaratkan Akhir Perang Ukraina, Rusia Buka Dialog Keamanan Eropa

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 06:46 WIB

Pakar Medis Belanda Menjamin Hantavirus Bukan Ancaman Pandemi Baru Seperti COVID-19

Pakar Medis Belanda Menjamin Hantavirus Bukan Ancaman Pandemi Baru Seperti COVID-19

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 06:05 WIB

Update Kericuhan Lukas Enembe: 14 Orang Diperiksa, Polisi Data Puluhan Kendaraan yang Rusak

Update Kericuhan Lukas Enembe: 14 Orang Diperiksa, Polisi Data Puluhan Kendaraan yang Rusak

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 23:34 WIB

Momen Akrab Presiden Prabowo Dialog di Atas Perahu: Borong Keluhan Nelayan Gorontalo

Momen Akrab Presiden Prabowo Dialog di Atas Perahu: Borong Keluhan Nelayan Gorontalo

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 23:22 WIB