Palang Merah Internasional: Perubahan Iklim Lebih Mengerikan dari Covid-19

Reza Gunadha | Hikmawan Muhamad Firdaus | Suara.com

Selasa, 17 November 2020 | 21:44 WIB
Palang Merah Internasional: Perubahan Iklim Lebih Mengerikan dari Covid-19
Ilustrasi pemanasan global (Shutterstock).

Suara.com - Palang Merah Dunia memperingatkan bahwa ancaman perubahan iklim yang terjadi di bumi dan pemanasan global sama mengerikannya bahkan lebih dengan pandemi Covid-19.

Menyadur The Straits Times, Selasa (17/11/2020) Federasi Internasional Masyarakat Palang Merah dan Bulan Sabit (IFRC) mengatakan dalam sebuah laporan baru bahwa bahkan ketika pandemi Covid-19 mengamuk, perubahan iklim tidak berhenti mendatangkan malapetaka.

Dalam laporannya, tentang bencana global sejak 1960-an, organisasi yang berbasis di Jenewa tersebut menunjukkan bahwa dunia telah dilanda lebih dari 100 bencana - banyak di antaranya terkait iklim - sejak Organisasi Kesehatan Dunia menyatakan pandemi pada Maret. Lebih dari 50 juta orang terdampak, katanya.

"Tentu saja, Covid ada di sana, di depan kita, itu memengaruhi keluarga kita, teman kita, kerabat kita," kata Sekretaris Jenderal IFRC Jagan Chapagain dalam konferensi pers virtual.

"Ini adalah krisis yang sangat, sangat serius yang dihadapi dunia saat ini," katanya tentang pandemi, yang telah merenggut lebih dari 1,3 juta jiwa.

Ilustrasi bencana angin kencang. (Shutterstock)
Ilustrasi bencana angin kencang. (Shutterstock)

Namun Chapagain memperingatkan bahwa IFRC mengharapkan "perubahan iklim akan memiliki dampak jangka menengah dan panjang yang lebih signifikan pada kehidupan manusia dan Bumi."

Dan meskipun tampaknya semakin mungkin bahwa satu atau sejumlah vaksin akan segera tersedia untuk melawan Covid-19, Chapagain menekankan bahwa tidak ada vaksin untuk perubahan iklim.

Mengenai pemanasan global, Chapagain memperingatkan, "dibutuhkan tindakan dan investasi yang lebih berkelanjutan untuk benar-benar melindungi kehidupan manusia di Bumi ini."

Frekuensi dan intensitas cuaca ekstrem dan peristiwa terkait iklim meningkat pesat dalam beberapa dekade terakhir, kata IFRC.

Pada 2019 saja, dunia dilanda 308 bencana alam, 77 persen di antaranya terkait iklim atau cuaca, menewaskan sekitar 24.400 orang.

Jumlah bencana terkait iklim dan cuaca terus meningkat sejak 1960-an, dan telah melonjak hampir 35 persen sejak 1990-an, kata IFRC. "Ini adalah perkembangan yang mematikan." tegasnya.

Bencana terkait cuaca dan iklim telah menewaskan lebih dari 410.000 orang selama satu dekade terakhir, kebanyakan dari mereka di negara-negara miskin, dengan gelombang panas dan badai yang terbukti paling mematikan, kata laporan itu.

Menghadapi ancaman ini, yang "secara harfiah mengancam kelangsungan hidup jangka panjang kita", IFRC menyerukan kepada komunitas internasional untuk bertindak secepat mungkin.

Diperkirakan sekitar 50 miliar dolar AS (S $ 67,24 miliar) dibutuhkan setiap tahun selama satu dekade untuk membantu 50 negara berkembang beradaptasi dengan perubahan iklim.

IFRC menekankan bahwa jumlah tersebut "dikerdilkan oleh respons global terhadap dampak ekonomi Covid-19", yang telah melampaui 10 triliun dolar AS.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Badut Syariah: Semangat Tak Boleh Surut di Pandemi

Badut Syariah: Semangat Tak Boleh Surut di Pandemi

Video | Selasa, 17 November 2020 | 21:17 WIB

Sederet Pejabat dan Aparat  yang Kena Imbas dari Acara Habib Rizieq

Sederet Pejabat dan Aparat yang Kena Imbas dari Acara Habib Rizieq

Kalbar | Selasa, 17 November 2020 | 20:50 WIB

Tegakkan Protokol Kesehatan, Kemenparekraf Beri Pelatihan Khusus

Tegakkan Protokol Kesehatan, Kemenparekraf Beri Pelatihan Khusus

Sumsel | Selasa, 17 November 2020 | 20:55 WIB

Terkini

Perang Masih Panas, Donald Trump Urus Hantavirus: Semua Aman, AS Punya Orang Hebat

Perang Masih Panas, Donald Trump Urus Hantavirus: Semua Aman, AS Punya Orang Hebat

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 08:05 WIB

Bocah Perempuan Tewas Ditembak, TNI Buru OPM Pimpinan Guspi Waker di Tembagapura

Bocah Perempuan Tewas Ditembak, TNI Buru OPM Pimpinan Guspi Waker di Tembagapura

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 07:41 WIB

AS Siapkan Karantina Militer di Nebraska Antisipasi Penularan Hantavirus Mematikan dari Kapal Pesiar

AS Siapkan Karantina Militer di Nebraska Antisipasi Penularan Hantavirus Mematikan dari Kapal Pesiar

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 07:05 WIB

Putin Isyaratkan Akhir Perang Ukraina, Rusia Buka Dialog Keamanan Eropa

Putin Isyaratkan Akhir Perang Ukraina, Rusia Buka Dialog Keamanan Eropa

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 06:46 WIB

Pakar Medis Belanda Menjamin Hantavirus Bukan Ancaman Pandemi Baru Seperti COVID-19

Pakar Medis Belanda Menjamin Hantavirus Bukan Ancaman Pandemi Baru Seperti COVID-19

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 06:05 WIB

Update Kericuhan Lukas Enembe: 14 Orang Diperiksa, Polisi Data Puluhan Kendaraan yang Rusak

Update Kericuhan Lukas Enembe: 14 Orang Diperiksa, Polisi Data Puluhan Kendaraan yang Rusak

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 23:34 WIB

Momen Akrab Presiden Prabowo Dialog di Atas Perahu: Borong Keluhan Nelayan Gorontalo

Momen Akrab Presiden Prabowo Dialog di Atas Perahu: Borong Keluhan Nelayan Gorontalo

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 23:22 WIB

Nelayan Tak Boleh Dilupakan, Prabowo Janjikan Perbaikan Kesejahteraan Nasional

Nelayan Tak Boleh Dilupakan, Prabowo Janjikan Perbaikan Kesejahteraan Nasional

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:52 WIB

Prabowo di Gorontalo: Indonesia Kuat, Tak Panik Hadapi Gejolak Dunia karena Swasembada Pangan

Prabowo di Gorontalo: Indonesia Kuat, Tak Panik Hadapi Gejolak Dunia karena Swasembada Pangan

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:37 WIB

Prabowo soal MBG: Sekolah yang Butuh Segera Diberi, yang Tidak Perlu Tidak Dipaksakan

Prabowo soal MBG: Sekolah yang Butuh Segera Diberi, yang Tidak Perlu Tidak Dipaksakan

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:31 WIB