Video Habib Rizieq soal Penggal Kepala Penghina Ulama, Begini Lengkapnya

Reza Gunadha | Hernawan | Suara.com

Rabu, 18 November 2020 | 15:16 WIB
Video Habib Rizieq soal Penggal Kepala Penghina Ulama, Begini Lengkapnya
Habib Rizieq bercerita soal Pemerintah Arab Saudi minta maaf kepadanya. (YouTube/Front Tv)

"Hamba sahaya itu mempergunjingkan nabi, berbulan-bulan, bertahun-tahun. Dan selama itu juga sahabat memberi nasihat, tolong jangan singgung, jangan hina nabi, tapi perempuan ini bandel. Akhirnya suatu ketika usai pulang Salat Isya, di rumah mau makan malam, hamba sahaya itu ngoceh lagi, mulutnya hina nabi," tutur Habib Rizieq.

"Waktu itu di pinggang sahabat itu ada pedang belati. Dia bilang cukup dong, kok hina nabi, nanti aku beri pelajaran, eh terus ngoceh dan akhirnya dia tusuk. Persis kena lambung, mati itu perempuan," lanjutnya.

Keesokan harinya, dia diinterogasi Nabi Muhammad SAW di hadapan para sahabat. Usai mendengar pengakuan sahabat, nabi lalu tak menghukumnya.

Selain itu, Habib Rizieq juga mengisahkan perihal Nabi Muhammad yang memerintahkan sahabatnya untuk menyelesaikan biang hoaks pada masa itu, yakni Ka'ab bin Al Asyraf. Dia adalah pemimpin Yahudi yang memusuhi Nabi Muhammad. Nabi Muhammad sendiri yang meminta para sahabat membunuhnya.

Habib Rizieq mengatakan, Ka'ab bin Al Asyraf kalau sekarang ini hampir sama dengan buzzer.

"DIa kerjaannya hujat nabi, dia buzzer, biang buzzer, suka sebarkan hoaks," terang Habib Rizieq.

Pada akhirnya, Ka'ab bin Al Asyraf berhasil dibunuh oleh para sahabat nabi Muhammad SAW.

Namun, ternyata riwayat lain menyebut ada penghina Nabi Muhammad yang tidak dibunuh. Sebab, ada beberapa kondisi tertentu, misalnya seorang pengemis buta miskin yang tiap hari mencaci Nabi Muhammad SAW padahal tiap hari Rasulullah memberi sedekah uang kepadanya.

Si pengemis tersebut tidak dibunuh karena dia tak berdaya, bukan siapa-siapa, miskin, dan buta.

Sahabat Nabi Muhammad SAW memang marah dengan pengemis itu. Namun, Nabi Muhammad SAW meminta sahabatnya untuk tidak agresif. Rasulullah mengatakan, biarkan saja. Sebab, si pengemis nant akan sadar sendiri. Alkisah, setelah nabi wafat, si pengemis itu bertaubat lantaran tahu sosok yang memberinya uang setiap hari adalah Nabi Muhammad.

Riwayat lainnya, nabi dan sahabat sedang siap berangkat perang dengan tentara kuda. Di tengah perjalanan, rombongan merusak paga kebun seorang Yahudi. Tak khayal, empunya marah dan memaki nabi. Kendati begitu, Rasulullah menahan amarah sahabatnya. Nabi Muhammad mengatakan cukup ganti rugi saja karena itu cuma urusan pagar, bukan soal prinsip seperti akidah.

Dalam ceramahnya itu, Habib Rizieq mengatakan, belajar dari berbagai riwayat penghinaan pada Nabi Muhammad SAW, berarti ada konteksnya.

"Jadi ada saatnya, ada tempatnya, da ada masanya. Ini yang mesti kita buka kepada umat. Supaya umat cerdas, jangan cerita soal sabarnya nabi tapi tegasnya disembunyikan. Atau sebaliknya, cerita tegasnya nabi, tapi arif bijaknya disembunyikan. Kalau kita cerita soal tegasnya nabi tanpa cerita arifnya nabi, nanti umat salah paham jadi garang semua saudara. Tapi kalau kita cerita berimbang, inia rifnya cerdas, pandainya nabi, umat jadi cerdas dan pandai cara contoh nabi kita tercinta," cetus Habib Rizieq.

"Kalaunurusan agama, itu ditimbang lagi oleh Nabi saudara. Dilihat lagi mudharatnya dan baru tentukan mana yang dibiarkan dan mana yang harus ditegakkan hukum. Beliau manusia cerdas. Beliau sabar tapi tegas dan cerdas. Bagaimana perlakukan lembut, kapan tegas, kapan marah, kapan ambil tindakan tegas terhadap para penghina nabi," sambungnya.

Lebih lanjut, Habib Rizieq juga menjelaskan, berdasarkan ijtima ulama ahlu sunnah dan non ahlu sunnah, penghina nabi wajib dihukum mati. Kendati begitu, dalam praktiknya sejarah Islam mencatat penghina nabi ada yang bukan dari muslim.

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dinilai Ikut Berkaitan dengan Hajatan Rizieq, DPR: Coba Menag Gak Utus KUA

Dinilai Ikut Berkaitan dengan Hajatan Rizieq, DPR: Coba Menag Gak Utus KUA

News | Rabu, 18 November 2020 | 14:47 WIB

Sepekan di Markas FPI, Lurah Petamburan Kena Corona Gegara Hajatan Rizieq?

Sepekan di Markas FPI, Lurah Petamburan Kena Corona Gegara Hajatan Rizieq?

News | Rabu, 18 November 2020 | 14:35 WIB

Panutan! Ustaz Das'ad Latif Bubarkan Pengajian karena Takut Wabah Corona

Panutan! Ustaz Das'ad Latif Bubarkan Pengajian karena Takut Wabah Corona

Bali | Rabu, 18 November 2020 | 14:32 WIB

Terkini

Kolaborasi Pembiayaan Hijau Kian Digenjot, Sasar Kelestarian Hutan dan Ekonomi Petani

Kolaborasi Pembiayaan Hijau Kian Digenjot, Sasar Kelestarian Hutan dan Ekonomi Petani

News | Jum'at, 03 April 2026 | 11:34 WIB

Kajari Karo 'Siap Salah' di DPR, 7 Fakta Kasus Amsal Sitepu yang Divonis Bebas

Kajari Karo 'Siap Salah' di DPR, 7 Fakta Kasus Amsal Sitepu yang Divonis Bebas

News | Jum'at, 03 April 2026 | 11:30 WIB

Momen Kajari Karo Akui Salah di Depan Komisi III DPR Soal Kasus Amsal Sitepu: Siap Salah Pimpinan

Momen Kajari Karo Akui Salah di Depan Komisi III DPR Soal Kasus Amsal Sitepu: Siap Salah Pimpinan

News | Jum'at, 03 April 2026 | 11:22 WIB

Jadwal Pemulangan Jenazah Prajurit Indonesia Korban Serangan Israel di Lebanon

Jadwal Pemulangan Jenazah Prajurit Indonesia Korban Serangan Israel di Lebanon

News | Jum'at, 03 April 2026 | 11:12 WIB

Jumat Agung 2026 di Katedral Jakarta: Ini Jadwal Ibadah dan Lokasi Parkir Jemaat

Jumat Agung 2026 di Katedral Jakarta: Ini Jadwal Ibadah dan Lokasi Parkir Jemaat

News | Jum'at, 03 April 2026 | 10:55 WIB

Dampak Kasus Amsal Sitepu: Pekerja Kreatif Khawatir Kerjasama dengan Pemerintah

Dampak Kasus Amsal Sitepu: Pekerja Kreatif Khawatir Kerjasama dengan Pemerintah

News | Jum'at, 03 April 2026 | 10:06 WIB

Demi Selat Hormuz, PBB Hari Ini Akan Putuskan Pengerahan Kekuatan Militer untuk Keroyok Iran

Demi Selat Hormuz, PBB Hari Ini Akan Putuskan Pengerahan Kekuatan Militer untuk Keroyok Iran

News | Jum'at, 03 April 2026 | 09:22 WIB

Prinsip 'No Service No Pay': Badan Gizi Nasional Bakal Cabut Insentif SPPG yang Lalai

Prinsip 'No Service No Pay': Badan Gizi Nasional Bakal Cabut Insentif SPPG yang Lalai

News | Jum'at, 03 April 2026 | 09:10 WIB

Hemat BBM, Pejabat Pemkot Mataram Wajib Bersepeda ke Kantor Mulai Pekan Depan

Hemat BBM, Pejabat Pemkot Mataram Wajib Bersepeda ke Kantor Mulai Pekan Depan

News | Jum'at, 03 April 2026 | 08:52 WIB

Safaruddin Ngamuk di DPR, Soroti Gaji Guru Polri Rp 100 Ribu per Jam: Harusnya Rp 5 Juta per Jam!

Safaruddin Ngamuk di DPR, Soroti Gaji Guru Polri Rp 100 Ribu per Jam: Harusnya Rp 5 Juta per Jam!

News | Jum'at, 03 April 2026 | 08:37 WIB