alexametrics

Kehabisan Miras, 7 Orang Tewas Tenggak Cairan Hand Sanitizer

Reza Gunadha | Hikmawan Muhamad Firdaus
Kehabisan Miras, 7 Orang Tewas Tenggak Cairan Hand Sanitizer
Ilustrasi cairan hand sanitizer.[Unsplash/Tetiana SHYSHKINA]

Tujuh orang tewas setelah tenggak cairan hand sanitizer

Suara.com - Tujuh orang di Rusia tewas dan dua koma setelah menenggak cairan pembersih tangan dalam sebuah pesta karena kehabisan minuman keras.

Menyadur The Sun, Mingggu (22/11/2020) sembilan orang di Rusia meminum cairan antiseptik yang banyak digunakan untuk membersihkan tangan terutama saat pandemi Covid-19 seperti sekarang ini.

Tiga korban pertama yang meninggal adalah seorang wanita berusia 41 tahun dan dua pria berusia 27 dan 59 tahun, sementara empat pria lainnya meninggal dua hari setelahnya.

Setelah tiga orang pertama meninggal, enam orang lainnya diterbangkan dengan pesawat evakuasi medis ke ibu kota daerah Yakutsk.

Baca Juga: Selangkah Lagi, Putin dan Keluarganya Bakal Kebal Hukum

"Sembilan kasus keracunan dengan pembersih telah terdaftar, termasuk tujuh yang berakibat fatal." jelas pengawas kesehatan masyarakat federal dalam sebuah pernyataan.

Jaksa penuntut regional mengatakan: "Keracunan itu terjadi akibat minum cairan pembersih tangan."

Menurut laporan, orang-orang yang menghadiri sebuah pesta menenggak cairan pembersih yang mengandung 69 persen metanol ketika mereka kehabisan minuman alkohol.

Kasus kriminal telah dibuka, sementara petugas kesehatan setempat telah memberikan imbauan penduduk setempat untuk tidak minum cairan antiseptik.

Peringatan tersebut dikeluarkan setelah tiga orang meninggal dan satu orang buta setelah meminum pembersih tangan yang mengandung metanol di kota New Mexico pada bulan Juni.

Baca Juga: Tiga Pemain Serbia Positif COVID-19 Jelang Pertandingan Kontra Rusia

Menurut keterangan pejabat terkait, tiga orang lainnya dalam kondisi kritis dan sedang menjalani perawatan akibat insiden tersebut.

"Ketujuh orang itu diyakini telah meminum hand sanitizer yang mengandung methanol," kata pejabat kesehatan.

Komentar