alexametrics

GP Anshor Kutuk Pembantaian Satu Keluarga oleh Teroris MIT Ali kalora

Reza Gunadha
GP Anshor Kutuk Pembantaian Satu Keluarga oleh Teroris MIT Ali kalora
Gereja Bala Keselamatan mengecam aksi penyerangan sekelompok orang teroris Mujahid Indonesia Timur pimpinan Ali Kalora terhadap jemaatnya di Pos Pelayanan Lewonu, Palu, Sulawesi Tengah. [dokumentasi]

"Sapu bersih teroris yang mengatasnamakan agama untuk melegalkan tujuan mereka. Justru agama melarang kita melakukan tindakan bejat, biadab, dan keji seperti itu."

Suara.com - Gerakan Pemuda Anshor mengutuk tindakan biadan dan keji kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur alias MIT pimpinan Ali Kalora yang membantai satu keluarga dan membakar rumah di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. 

"Biadab, keji. Saya mengutuk keras. Aparat harus usut tuntas kasus pembunuhan satu keluarga, pembakaran rumah tersebut. Tangkap pelakunya," kata Ketua Pimpinan Pusat GP Anshor Yaqut Cholil Qoumas, Sabtu (28/11/2020).

Menurut Gus Yaqut, tindakan keji dan biadab itu diduga merupakan aksi teroris yang masih dilakukan secara sporadis di wilayah Sulteng, khususnya di Sigi dan Poso.
 
Dia meminta aparat kepolisian agar segera menangkap para teroris yang meresahkan dan mengancam keselamatan masyarakat, serta memulihkan situasi keamanan di daerah itu.

"Sapu bersih teroris yang mengatasnamakan agama untuk melegalkan tujuan mereka. Justru agama melarang kita melakukan tindakan bejat, biadab, dan keji seperti itu," ucap Gus Yaqut.
 
Pihaknya meminta agar kepolisian bisa segera memulihkan situasi dan kondisi di daerah Sigi pascakejadian pembakaran dan pembunuhan tersebut.

Baca Juga: Pembunuhan Sadis Terjadi di Sigi, Pimpinan Teroris Ali Kalora Ikut Terlibat

Kemudian, Gus Yaqut juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menyerahkan pengusutan kasus tersebut kepada aparat kepolisian.
 
"Negara harus hadir untuk memulihkan rasa aman di masyarakat. Untuk itu polisi harus kerja keras mengusut tuntas kasus ini. Saya imbau masyarakat tetap tenang, jangan terpancing dengan berita apa pun yang beredar, baik di medsos maupun grup-grup WA," ujarnya.

Komentar