Asrama Dikepung Aparat, Mahasiswa Papua di Ambon Terisolasi

Reza Gunadha | Hadi Mulyono | Suara.com

Selasa, 01 Desember 2020 | 12:35 WIB
Asrama Dikepung Aparat, Mahasiswa Papua di Ambon Terisolasi
Mahasiswan Papua dikepung aparat. (Dok: Istimewa)

Suara.com - Tindakan represif aparat terhadap warga sipil kembali terjadi. Kali ini, asrama mahasiswa Papua di Ambon yang dikenal dengan sebutan asrama Honai menjadi sasaran kepungan aparat.

Berdasarkan keterangan yang diterima Suara.com, sekitar 20-an Mahasiswa Papua di Kecamatan Wayame, kota Ambon dikepung dan diisolasi.

Aktivis Andi Kossay menceritakan kronologi kejadian pengepungan aparat yang membuat mahasiswa di asrama tersebut terisolasi.

"Ambon (30 November 2020). Pukul 22.21 WIT, ketika kawan-kawan hendak mempersiapkan perlengkapan-perlengkapan aksi," kata Andi kepada Suara.com, Selasa (1/12/2020).

Malam itu, Kepala RT, Bhabinkamtibmas, Tentara, intel, Polisi, Dosen Unpatti serta beberapa warga tiba-tiba masuk dan berdiri di depan pintu asrama.

Asrama mahasiswa Papua dikepung. (Facebook/Andi Kossay)
Asrama mahasiswa Papua dikepung. (Facebook/Andi Kossay)

Diduga pengepungan tersebut terkait dengan antisipasi aksi Peringatan 1 Desember sebagai hari deklarasi bangsa Papua, yang biasanya diperingati serentak secara nasional.

Mereka menginterogasi mahasiswa dengan memberondong sejumlah pertanyaan.

"Berapa orang yang didalam asrama, juga bertanya selain orang Papua, apakah ada orang lain?" tambah Andi menirukan pertanyaan aparat.

Setelah itu, mahasiswa Papua menanyakan balik alasan kedatangan mereka bertamu larut malam.

Sampai akhirnya perdebatan mulai terjadi, ketika Kepala RT, Dosen Unpatti (Perempuan), Polisi, Tentara, Intel dan babinkamtibmas memaksa masuk ke ruang tamu.

Perdebatan terus menerus terjadi antara pihak apartus desa, Intel dan bhabinkamtibmas dengan teman-teman Papua yang terus mendesak menanyakan keberadaan berapa orang dalam asrama.

Tidak hanya itu saja, provokasi beberapa kali dilakukan untuk mengadu domba mahasiswa dengan warga.

"Provokasi juga dilakukan oleh pihak aparat untuk membenturkan teman-teman Papua dengan warga seperti tidak memperingati 17 Agustus, tidak ada yang di tirikan di bangsa ini, tidak tau terimakasih. Juga kalimat makian seperti "semerlap" yang diartikan sebagai kata "biadab," beber Andi.

Hingga pukul 00.33 WIT, asrama Honai Papua masih terus di kepung/kelilingi, dijaga oleh aparat yang terus berdatangan, memantau dan berjalan di depan asrama Honai.

"Kami berada di dalam asrama Honai dan tidak bisa keluar dari Honai," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dosen UNG Dikeroyok Mahasiswa di Sekretariat UKM, Begini Ceritanya

Dosen UNG Dikeroyok Mahasiswa di Sekretariat UKM, Begini Ceritanya

Sulsel | Senin, 30 November 2020 | 12:51 WIB

Cocok untuk Mahasiswa Akhir, Petuah dari Pemilik Fotocopy Ini Bikin Ngakak

Cocok untuk Mahasiswa Akhir, Petuah dari Pemilik Fotocopy Ini Bikin Ngakak

Tekno | Senin, 30 November 2020 | 12:32 WIB

Pembantaian Keluarga di Sigi, Mahfud Imbau Warga Jangan Terprovokasi

Pembantaian Keluarga di Sigi, Mahfud Imbau Warga Jangan Terprovokasi

Sulsel | Minggu, 29 November 2020 | 18:03 WIB

Kutuk Keras Pembantaian Keluarga di Sigi, Mahfud: Aparat Buru Pelaku

Kutuk Keras Pembantaian Keluarga di Sigi, Mahfud: Aparat Buru Pelaku

News | Minggu, 29 November 2020 | 17:35 WIB

Dua Mahasiswa Pelaku Pembunuhan Sugiyanto Terancam Hukuman Mati

Dua Mahasiswa Pelaku Pembunuhan Sugiyanto Terancam Hukuman Mati

Jogja | Sabtu, 28 November 2020 | 13:46 WIB

Panglima TNI ke Papua Ketemu Para Tokoh Penting

Panglima TNI ke Papua Ketemu Para Tokoh Penting

Sulsel | Sabtu, 28 November 2020 | 10:19 WIB

Kasus di Rumah Habib Rizieq, DKI: Kami Ikuti Aturan dan Ketentuan

Kasus di Rumah Habib Rizieq, DKI: Kami Ikuti Aturan dan Ketentuan

Jakarta | Sabtu, 28 November 2020 | 10:15 WIB

Panglima TNI Bertemu Tokoh-tokoh Papua di Timika

Panglima TNI Bertemu Tokoh-tokoh Papua di Timika

News | Sabtu, 28 November 2020 | 09:57 WIB

Polisi Terluka saat Bubarkan Demo Papua Merdeka di Sorong

Polisi Terluka saat Bubarkan Demo Papua Merdeka di Sorong

Foto | Jum'at, 27 November 2020 | 17:59 WIB

Dugaan Investasi Bodong Mahasiswi Jogja, Muncul Korban Lain Angkat Suara

Dugaan Investasi Bodong Mahasiswi Jogja, Muncul Korban Lain Angkat Suara

Jogja | Jum'at, 27 November 2020 | 13:15 WIB

Terkini

Anggota Komisi III DPR Dukung RUU Polri Atur Jabatan Polisi di Luar Institusi Dibatasi: Supaya Jelas

Anggota Komisi III DPR Dukung RUU Polri Atur Jabatan Polisi di Luar Institusi Dibatasi: Supaya Jelas

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:26 WIB

'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus

'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20 WIB

Pemerintah Telah Salurkan Dana Rp 10,65 Triliun untuk Kebut Rehabilitasi Pascabencana Sumatera

Pemerintah Telah Salurkan Dana Rp 10,65 Triliun untuk Kebut Rehabilitasi Pascabencana Sumatera

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20 WIB

Kabar Gembira! Pajak Kendaraan Listrik di Jakarta Tetap Nol Rupiah, Ini 5 Fakta Terbarunya

Kabar Gembira! Pajak Kendaraan Listrik di Jakarta Tetap Nol Rupiah, Ini 5 Fakta Terbarunya

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:18 WIB

Eks Ketua BPK Sebut Audit Kerugian Negara Rp1,5 Triliun di Kasus Chromebook Cacat

Eks Ketua BPK Sebut Audit Kerugian Negara Rp1,5 Triliun di Kasus Chromebook Cacat

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:48 WIB

Diduga Ada Jual Beli, KPRP Usul Jalur Kuota Khusus di Rekrutmen Polri Dihapuskan

Diduga Ada Jual Beli, KPRP Usul Jalur Kuota Khusus di Rekrutmen Polri Dihapuskan

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:31 WIB

Tanggapi Reformasi Polri, Sahroni Usul Jabatan Polisi di Lembaga Sipil Dibatasi Maksimal 3 Tahun

Tanggapi Reformasi Polri, Sahroni Usul Jabatan Polisi di Lembaga Sipil Dibatasi Maksimal 3 Tahun

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:20 WIB

Bobol 7 Gereja di Jateng, Pencuri Ini Keok Usai Jualan Hasil Curian di Medsos

Bobol 7 Gereja di Jateng, Pencuri Ini Keok Usai Jualan Hasil Curian di Medsos

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:20 WIB

Dukung Rekomendasi Reformasi Polri, Abdullah Tegaskan Polri Tetap di Bawah Presiden

Dukung Rekomendasi Reformasi Polri, Abdullah Tegaskan Polri Tetap di Bawah Presiden

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:17 WIB

Program SMK 4 Tahun dan SMK Go Global Mulai Berjalan, Ini Jurusan yang Jadi Prioritas

Program SMK 4 Tahun dan SMK Go Global Mulai Berjalan, Ini Jurusan yang Jadi Prioritas

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:14 WIB