Heboh Azan Ajak Jihad, HNW PKS: Tidak Seharusnya Seruan Jihad Lewat Azan

Reza Gunadha | Chyntia Sami Bhayangkara | Suara.com

Selasa, 01 Desember 2020 | 12:54 WIB
Heboh Azan Ajak Jihad, HNW PKS: Tidak Seharusnya Seruan Jihad Lewat Azan
Geger Video Sekelompok Orang Serukan Hayya Alal Jihad (YouTube/LDTV).

Suara.com - Anggota DPR RI fraksi PKS Hidayat Nur Wahid atau HNW mengkritik FPI yang mengumandangkan azan dengan menambahkan ajakan jihad.

HNW melalui akun Twitter miliknya @hnurwahid menilai tidak seharusnya ajakan jihad dilakukan dengan mengubah redaksi azan.

Wakil Ketua MPR RI itu mejelaskan, ajakan jihad juga pernah disampaikan oleh KH Hasyim Ashari Asy'ariy dengan Resolusi Jihad pada 22 Oktober 1945.

Selain itu, PB Muhammadiyah juga pernah menyerukan ajakan jihad dengan Amanat Jihad pada 28 Mei 1946.

Meski demikian, seruan jihad tersebut tidak disampaikan lewat azan.

"Ajakan 'jihad' dulu pernah dikumandangkan oleh KH Hasyim Asy'ariy dengan Resolusi Jihad (22/10/1945) dan PB Muhammadiyah dengan Amanat Jihad (28/5/1946) tapi keduanya jihad melawan penjajah Belanda dan tidak disampaikan melalui azan," kata HNW seperti dikutip Suara.com, Selasa (1/12/2020).

Menurut HNW, ajakan jihad yang benar seperti apa yang dilakukan oleh kedua pendahulu, yakni KH Hasyim Asy'ariy dan PB Muhammadiyah puluhan tahun silam.

Sebab, azan sudah memiliki aturan tersendiri dan tak bisa diganti-ganti.

"Begitulah seharusnya karena azan sudah ada aturannya," ungkap HNW.

HNW sebut seruan jihad tak boleh lewat azan (Twitter/hnurwahid)
HNW sebut seruan jihad tak boleh lewat azan (Twitter/hnurwahid)

Sementara itu, Ketua Majelis Ulama Indonesia KH Cholil Nafis juga menegaskan azan berisi ajakan jihad tak sesuai dengan ajaran Nabi Muhammad.

Nabi Muhammad tak pernah mengubah redaksi azan meskipun dalam situasi perang sekalipun, tak ada redaksi azan yang diubah oleh Nabi.

"Redaksi azan tidak boleh diubah menjadi ajakan jihad. Karena itu ibadah yang sifatnya tauqifi atau langsung dari syariat," kata Cholil dikutip dari Facebook pribadinya.

Azan Ajakan Jihad Jelang Rizieq Diperiksa

Seruan jihad melalui azan muncul jelang Habib Rizieq Shihab diperiksa polisi, Selasa (1/12/2020).

Rizieq akan diperiksa terkait dugaan pelanggaran protokol kesehatan pada acara pernikahan putrinya, Syarifah Najwa Shihab.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tegas! Habib Novel: Azan Seruan Salat Diubah Jihad Bertentangan Ajaran Nabi

Tegas! Habib Novel: Azan Seruan Salat Diubah Jihad Bertentangan Ajaran Nabi

Jakarta | Selasa, 01 Desember 2020 | 12:09 WIB

Rizieq Dipanggil Polisi, Laskar FPI Jaga Petamburan dan Larang Wartawan

Rizieq Dipanggil Polisi, Laskar FPI Jaga Petamburan dan Larang Wartawan

News | Selasa, 01 Desember 2020 | 11:41 WIB

Baraccuda dan Water Cannon Disiagakan Jelang Pemeriksaan Habib Rizieq

Baraccuda dan Water Cannon Disiagakan Jelang Pemeriksaan Habib Rizieq

Jakarta | Selasa, 01 Desember 2020 | 10:19 WIB

Terkini

Oknum Guru di Bengkayang Ditangkap, Polisi Dalami Kasus Kekerasan Seksual Anak

Oknum Guru di Bengkayang Ditangkap, Polisi Dalami Kasus Kekerasan Seksual Anak

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 22:29 WIB

5 Hari Pencarian, Pemancing Tenggelam di Payangan Ditemukan Meninggal

5 Hari Pencarian, Pemancing Tenggelam di Payangan Ditemukan Meninggal

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 21:36 WIB

Prabowo Bahas Pengawasan Aliran Dana Bersama PPATK di Hambalang

Prabowo Bahas Pengawasan Aliran Dana Bersama PPATK di Hambalang

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 21:14 WIB

Rencana Awal Berubah Jadi Pembunuhan Sekeluarga, Fakta Baru Kasus Rumbai Terungkap

Rencana Awal Berubah Jadi Pembunuhan Sekeluarga, Fakta Baru Kasus Rumbai Terungkap

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 21:08 WIB

Pembunuhan di Rumbai Terungkap, Menantu Korban Diduga Jadi Otak Pelaku

Pembunuhan di Rumbai Terungkap, Menantu Korban Diduga Jadi Otak Pelaku

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 21:00 WIB

PPG Unhas Diusulkan Jadi Pusat Pengembangan Standar MBG Nasional

PPG Unhas Diusulkan Jadi Pusat Pengembangan Standar MBG Nasional

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 20:22 WIB

Langit Tangsel Memburuk, Pemkot Siapkan Sanksi Denda hingga Genjot Ekosistem Kendaraan Listrik

Langit Tangsel Memburuk, Pemkot Siapkan Sanksi Denda hingga Genjot Ekosistem Kendaraan Listrik

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 20:11 WIB

Netanyahu Terjepit Tekanan Amerika Serikat dan Ancaman Perang Iran

Netanyahu Terjepit Tekanan Amerika Serikat dan Ancaman Perang Iran

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 20:03 WIB

Percepat Pemulihan, Kasatgas PRR Minta Daerah Terdampak Bentuk Satgas Provinsi

Percepat Pemulihan, Kasatgas PRR Minta Daerah Terdampak Bentuk Satgas Provinsi

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 19:57 WIB

PDIP Dorong Dialog Terbuka Tentukan Ambang Batas Parlemen di RUU Pemilu

PDIP Dorong Dialog Terbuka Tentukan Ambang Batas Parlemen di RUU Pemilu

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 19:25 WIB