Tegas, Twitter Tangguhkan Akun Buzzer Kerajaan Thailand

Reza Gunadha, Rima Suliastini

Selasa, 01 Desember 2020 | 15:09 WIB
Tegas, Twitter Tangguhkan Akun Buzzer Kerajaan Thailand
Raja Thailand, Maha Vajiralongkorn (AFP/Thai Royal Bureau).

Suara.com - Twitter menangguhkan sebuah akun pendukung Kerajaan Thailand yang terhubung dengan ribuan akun serupa. Menyadur Independent Selasa (01/12), akun Twitterr  ini menyebarkan postingan dukungan pada Raja Thailand Maha Vajiralongkorn.

Akun ini diduga bagian dari kampanye informasi yang dirancang untuk memperkuat pro-monarki dan mendiskreditkan pihak yang dianggap lawan Kerajaan Thailand.

Akun Twitter bernama @jitarsa_school ini dibuat pada bulan September dan sudah memiliki lebih dari 48 ribu pengikut sebelum ditangguhkan.

Perwakilan Twitter mengatakan penangguhan ini sejalan dengan kebijakan perusahaan. "Akun Twitter ini ditangguhkan karena melanggar aturan tentang spam dan manipulasi platform" jelasnya pada hari Minggu.

Twitter sudah melakukan 'pembersihan' sejak bulan Oktober. Platform media sosial besutan Jack Dorsey ini telah menghapus 926 akun yang berkaitan dengan tantara Thailand karena dianggap melanggar kebijakan.

Ilustrasi Twitter. (Pixabay/Free-Photos)
Ilustrasi Twitter. (Pixabay/Free-Photos)

Informasi profil dari akun yang ditangguhkan menjelaskan tentang pelatihan orang-orang untuk program Relawan Kerajaan, yang dijalankan oleh Kerajaan Thailand.

Akun dengan konten yang sama juga ditemukan di Facebook dan diduga dioperasikan oleh oknum yang sama.

Kelompok Pemantauan Media Sosial Independen untuk Perdamaian, Saijai Liangpunsakul mengatakan Twitter hanya menghapus beberapa akun, tetapi masih banyak lagi yang beredar.

Pemimpin kelompok royalis Warong Dechgitvigrom, mengatakan ada lebih banyak pesan pro-monarki di Twitter karena para royalis menyadari kebutuhan untuk melawan pesan para pengunjuk rasa.

baca juga

"Tagar pro-monarki adalah asli, lahir dari perasaan yang sebenarnya."

Baru-baru ini, otoritas Thailand memanggil beberapa pemimpin pro-demokrasi karena mengkritik perilaku Raja Thailand, gaya hidup dan pengeluaran selama protes pada bulan September dan Oktober.

Sementara itu, sebuah dokumen militer mengungkapkan rencana terorganisir untuk menargetkan "lawan" dan menyebarkan pesan pro-monarki di Twitter.

Dokumen itu menyebut 17.562 akun Twitter dijalankan oleh 9.743 perwira militer dibagi menjadi beberapa tim untuk mencuitkan tagar terkoordinasi, menyukai, me-retweet, dan saling follow agar terlihat seperti akun asli.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Foto Syur Sineenat Selir Raja Thailand Bocor, Diduga sebagai Aksi Sabotase

Foto Syur Sineenat Selir Raja Thailand Bocor, Diduga sebagai Aksi Sabotase

News | Kamis, 26 November 2020 | 13:37 WIB

Raja Thailand Terancam Diusir dari Jerman

Raja Thailand Terancam Diusir dari Jerman

News | Selasa, 24 November 2020 | 13:50 WIB

Kritik Bisnis Putri Raja Thailand, Demonstran Gelar 'Runway' di Jalanan

Kritik Bisnis Putri Raja Thailand, Demonstran Gelar 'Runway' di Jalanan

News | Kamis, 29 Oktober 2020 | 21:44 WIB

Terkini

Profil Gus Kikin, Ketum Baru PBNU: Pewaris Sanad Hasyim Asyari hingga Pengusaha

Profil Gus Kikin, Ketum Baru PBNU: Pewaris Sanad Hasyim Asyari hingga Pengusaha

Jatim | Senin, 31 Agustus 2026 | 08:54 WIB

Profil KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin): Silsilah, Karier, dan Gurita Bisnis

Profil KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin): Silsilah, Karier, dan Gurita Bisnis

Bisnis | Senin, 31 Agustus 2026 | 08:54 WIB

Pemilik Lahan di Bengkalis Jadi Tersangka Karhutla

Pemilik Lahan di Bengkalis Jadi Tersangka Karhutla

Riau | Senin, 31 Agustus 2026 | 08:51 WIB

Bukan Cuma Koruptor, UU Perampasan Aset Bakal Sasar 13 Jenis Kejahatan

Bukan Cuma Koruptor, UU Perampasan Aset Bakal Sasar 13 Jenis Kejahatan

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 08:48 WIB

Menelusuri Jejak Rahasia 3.427 Arsip Kuno: Ketika Batik Indonesia Menggebrak Pasar Global

Menelusuri Jejak Rahasia 3.427 Arsip Kuno: Ketika Batik Indonesia Menggebrak Pasar Global

Jawa Tengah | Senin, 31 Agustus 2026 | 08:42 WIB

Emas Antam Diprediksi Fluktuatif, Rupiah Jadi Penopang Harga di Rp2,81 Juta

Emas Antam Diprediksi Fluktuatif, Rupiah Jadi Penopang Harga di Rp2,81 Juta

Bisnis | Senin, 31 Agustus 2026 | 08:38 WIB

Gus Kikin Nahkodai PBNU 2026-2031, Terpilih Lewat Mekanisme AHWA untuk Pertama Kali

Gus Kikin Nahkodai PBNU 2026-2031, Terpilih Lewat Mekanisme AHWA untuk Pertama Kali

Jatim | Senin, 31 Agustus 2026 | 08:33 WIB

Bahaya Rokok dan Produk Tembakau Alternatif

Bahaya Rokok dan Produk Tembakau Alternatif

Bisnis | Senin, 31 Agustus 2026 | 08:30 WIB

Kejar 3 Juta Rumah, Danantara Bongkar Hambatan dari Harga hingga Biaya Bangun

Kejar 3 Juta Rumah, Danantara Bongkar Hambatan dari Harga hingga Biaya Bangun

Bisnis | Senin, 31 Agustus 2026 | 08:26 WIB

140 Foto Lama Banyumas Bongkar Jejak Dagang dan Budaya Batik, Diajukan Jadi Memori Kolektif Bangsa

140 Foto Lama Banyumas Bongkar Jejak Dagang dan Budaya Batik, Diajukan Jadi Memori Kolektif Bangsa

Jawa Tengah | Senin, 31 Agustus 2026 | 08:26 WIB

×