Vaksin Covid-19, Interpol Peringatkan Dunia Bahaya Pencurian dan Pemalsuan

Reza Gunadha, Hikmawan Muhamad Firdaus

Jum'at, 04 Desember 2020 | 12:41 WIB
Vaksin Covid-19, Interpol Peringatkan Dunia Bahaya Pencurian dan Pemalsuan
Ilustrasi logo Interpol. (AFP)

Suara.com - Interpol memberikan peringatakn jika ada kemungkinan vaksin Covid-19 dicuri atau dibuat versi palsu oleh sekelompok penjahat yang teroganisir demi meraup keuntungan dari pandemi.

Menyadur Sky News, Jumat (4/12/2020) badan kepolisian global tersebut mengatakan penjahat dapat menargetkan rantai pasokan atau menjual vaksin Covid-19 palsu secara online ketika semakin banyak jenis vaksin yang disetujui.

Badan tersebut telah mengeluarkan peringatan penegakan hukum di 194 negara anggotanya dan memperingatkan mereka untuk selalu waspada.

"Saat pemerintah bersiap untuk meluncurkan vaksin, organisasi kriminal berencana menyusup atau mengganggu rantai pasokan," buka sekretaris jenderal Interpol Juergen Stock.

"Jaringan kriminal juga akan menyasar anggota masyarakat yang tidak menaruh curiga melalui situs palsu dan pengobatan palsu, yang dapat menimbulkan risiko signifikan bagi kesehatan, bahkan nyawa mereka," sambungnya.

Interpol juga mengatakan kelompok tersebut dapat mencoba dan mengambil untung dari alat tes Covid-19 palsu dan memperingatkan konsumen untuk selalu waspada.

Ada lebih dari 170 vaksin virus corona yang sedang dikembangkan di seluruh dunia, beberapa berada dalam tahap pemeriksaan terakhir dan akan segera tersedia.

Inggris menjadi negara pertama di dunia yang menyetujui vaksin Pfizer/BioNTech Covid-19 untuk digunakan, vaksin tersebut diharapkan akan diberikan mulai minggu depan.

Seorang juru bicara dari Pfizer mengatakan perusahaan telah mengambil tindakan tegas untuk melindungi vaksin selama proses pengiriman.

baca juga

Kerjasama Inggris dan Swedia dari Universitas Oxford dan AstraZeneca juga telah menyerahkan vaksin mereka untuk disetujui di Inggris.

Sementara itu, ilmuwan dari perusahaan Amerika Moderna sedang mencari persetujuan dari regulator AS dan UE untuk mengizinkan penggunaan darurat vaksin mereka.

Rusia mengumumkan akan memulai vaksinasi skala besar dengan Sputnik V mereka mulai minggu depan, dan militer China telah menyetujui vaksinasi lain yang dibuat oleh CanSino Biologics.

Para ahli telah sepakat bahwa beberapa kandidat vaksin harus berhasil agar dunia dapat membasmi pandemi, dengan kasus yang terus meningkat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rekor 8 Ribu Kasus Corona Sehari, Epidemiolog: Tak Terdeteksi Masih Banyak

Rekor 8 Ribu Kasus Corona Sehari, Epidemiolog: Tak Terdeteksi Masih Banyak

News | Jum'at, 04 Desember 2020 | 11:31 WIB

21 Guru dan 9 Staf TU MAN 22 Jakbar Positif Corona Setelah Liburan ke Jogja

21 Guru dan 9 Staf TU MAN 22 Jakbar Positif Corona Setelah Liburan ke Jogja

News | Jum'at, 04 Desember 2020 | 11:15 WIB

Kasus Corona Melonjak, Jalur Gaza Kembali Kena Lockdown

Kasus Corona Melonjak, Jalur Gaza Kembali Kena Lockdown

News | Jum'at, 04 Desember 2020 | 11:10 WIB

Terkini

Suporter Malaysia Klaim Ditahan Lebih dari Sejam Usai Laga Lawan Timnas Indonesia

Suporter Malaysia Klaim Ditahan Lebih dari Sejam Usai Laga Lawan Timnas Indonesia

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:30 WIB

Tanggal Merah untuk Ibu: Bukan Sekadar Me Time tapi Waktu untuk Recovery

Tanggal Merah untuk Ibu: Bukan Sekadar Me Time tapi Waktu untuk Recovery

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 23:23 WIB

Hari Pertambangan dan Energi, PTBA Perkuat Pasokan dan Hilirisasi untuk Kemandirian Energi

Hari Pertambangan dan Energi, PTBA Perkuat Pasokan dan Hilirisasi untuk Kemandirian Energi

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 23:16 WIB

Kata-kata John Herdman Usai Timnas Indonesia Ditahan Malaysia Tanpa Gol di GBK

Kata-kata John Herdman Usai Timnas Indonesia Ditahan Malaysia Tanpa Gol di GBK

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:05 WIB

Timnas Indonesia Tak Mampu Kalahkan Malaysia, Nama Shin Tae-yong Menggema di GBK

Timnas Indonesia Tak Mampu Kalahkan Malaysia, Nama Shin Tae-yong Menggema di GBK

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:05 WIB

Halloween di Singapura, Ada Rumah Hantu hingga Dunia Bawah Laut Penuh Cahaya

Halloween di Singapura, Ada Rumah Hantu hingga Dunia Bawah Laut Penuh Cahaya

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 23:04 WIB

Tan Cheng Hoe Angkat Tangan: Pertahanan 10 Pemain Timnas Indonesia Sangat Sulit Ditembus

Tan Cheng Hoe Angkat Tangan: Pertahanan 10 Pemain Timnas Indonesia Sangat Sulit Ditembus

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:01 WIB

Guruh Soekarnoputra Berpulang, Mengapa Kepergiannya Begitu Berarti bagi Indonesia?

Guruh Soekarnoputra Berpulang, Mengapa Kepergiannya Begitu Berarti bagi Indonesia?

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 22:57 WIB

Aneh Tapi Nyata, John Herdman Malah Senang Thom Haye Dapat Kartu Merah

Aneh Tapi Nyata, John Herdman Malah Senang Thom Haye Dapat Kartu Merah

Bola | Senin, 28 September 2026 | 22:46 WIB

Prabowo Audit Keuangan Haji, Ada Rp12,98 Triliun Nilai Manfaat Jemaah 2027

Prabowo Audit Keuangan Haji, Ada Rp12,98 Triliun Nilai Manfaat Jemaah 2027

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 22:44 WIB

×