Ustaz Maaher Dibekuk, Refly Harun Sebut Negara Terlalu Ikut Campur

Rifan Aditya , Hernawan

Jum'at, 04 Desember 2020 | 14:48 WIB
Ustaz Maaher Dibekuk, Refly Harun Sebut Negara Terlalu Ikut Campur
Refly Harun Bicara Soal Kasus Ustaz Maaher (YouTube/ReflyHarun).

Suara.com - Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun angkat bicara perihal penangkapan Ustaz Maaher A-Thuwailibi alias Soni Ernata oleh Bareskrim Polri, Kamis (3/12/2020).

Refly Harun dalam hal ini menyinggung UU ITE yang sekarang banyak dipakai sebagai dalih mencokok orang.

Padahal awal mula pembuatan UU ITE tidak lain untuk mengontrol berbagai macam transaksi siber, agar tidak terjadi penipuan dan lain-lain.

"Lagi-lagi ada korban dari UU ITE ya informasi dan transaksi elektronik, UU yang sebenarnya dimaksudkan untuk mengontrol transasksi di dunia siber khususnya yang menggunakan dunia maya untuk menipu dan sebagainya," ujarnya dikutip Suara.com dari tayangan dalam Kanal YouTube Refly Harun.

"Malah kemudian digunakan untuk mencokok orang-orang yang dianggap melakukan penghinaan, penyebaran kebencian, provokasi, dan sebagainnya. Korbannya sudah banyak, aktivis politik maupun aktivis dakwah," sambung dia.

Refly Harun Bicara Soal Kasus Ustaz Maaher (YouTube/ReflyHarun).
Refly Harun Bicara Soal Kasus Ustaz Maaher (YouTube/ReflyHarun).

Untuk penangkapan Ustaz Maaher sendiri, Refly Harun mengaku berada di tengah-tengah. Sebab dia lebih ingin berbicara soal peraturan dan penerapannya agar tetap ada kesamaan masyarakat dalam hukum dan pemerintahan.

Pasalnya, usai dicokoknya Ustaz Maaher kemudian muncul pertanyaan semacam itu, sejauh apa keadilan pemerintah kepada rakyatnya. Sebab, diskriminasi dan subjektifitas negara dinilai bisa datang kapan saja.

Refly Harun mengatakan, apabila kesamaan tidak diberikan hal itu bisa sangat berbahaya karena negara bisa sangat subjektif. Dia memberi contoh ada kasus serupa yang sama-sama ujaran kebencian tetapi perlakuannya berbeda karena satu dan lain hal.

"Ini bahaya, negara bisa subjektif. Ada yang diproses, ada yang tidak. Ini jadi persoalan karena kalau dijejer kasusnya satu demi satu, apa saja penghinaan?" tukas Refly Harun.

baca juga

"Kita lihat konten penghinaan A pelaku ditangkap terdakwa, dengan konten yang lain mungkin beda jauh lebih keras. Tapi karena konten yang lain tidak diadukan atau yang melakukan dilindungki kekuasaam atau orangnya besar, sehingga tidak berani, maka akan ada diskriminasi penegakan hukum. Apalagi ini delik aduan," sambungnya.

Lebih lanjut, Refly Harun menanyakan apakah Ustaz Maaher memang benar-benar perlu ditangkap. Sebab, menurutnya ada beberapa opsi lain yang bisa dilakukan sebelum itu.

Apabila Ustaz Maaher langsung dicokok dan dijatuhi hukum pidana, hal itu menandakan pemerintah campur tangan dalam konflik anak bangsa.

"Kalau saya pribadi, tetap saja apakah iya perlu ditangkap? Apakah tidak diperiksa baru dinyatakan tersangka. Kalau memang pantas, saya mengatakan apakah pendekatan tidak perdata saja. Kalau ada yang mengadu, tinggal direkonsiliasi," cetus Refly Harun.

"Ini ada pengaduan, bagaimana, apa mau saling memaafkan. Kalau langsung penangkapan, maka yang terjadi negara campur tangan dalam konflik sesama anak bangsa," lanjut dia.

Dalam kesempatan itu, Refly Harun juga menjelaskan tentang hukum pidana yang seharusnya melewati beberapa fase atau step lainnya.

"Kalau tangan negara ikut di dalam, menengahi tapi dengan hukum pidana. Kita tahu hukum pidana itu jalan terakhir, kalau upaya yang lain tidak bisa dilakukan, mendamaikan warga negara," ucap Refly Harun.

"Kalau tidak bisa ya perdata, tidak langsung pidana. Sayangnya step seperti itu tidak ada dan ada subjektifitas penegak hukum menangkap atau tidak menangkap," tandas Refly Harun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

RESMI! Ustaz Maaher Ditahan karena Menghina Habib Luthfi Cantik

RESMI! Ustaz Maaher Ditahan karena Menghina Habib Luthfi Cantik

News | Jum'at, 04 Desember 2020 | 14:15 WIB

Ustaz Maaher Minta Maaf, Jelaskan Maksud Habib Luthfi Cantik

Ustaz Maaher Minta Maaf, Jelaskan Maksud Habib Luthfi Cantik

News | Jum'at, 04 Desember 2020 | 12:49 WIB

Nikita Mirzani Mau Polisikan Ustaz Maaher: Dia Ngatain Lonte B*bi Ngepet

Nikita Mirzani Mau Polisikan Ustaz Maaher: Dia Ngatain Lonte B*bi Ngepet

Jakarta | Jum'at, 04 Desember 2020 | 12:34 WIB

Terkini

Perkuat Tata Kelola MBG, BGN Gelar Pelatihan di Jepang

Perkuat Tata Kelola MBG, BGN Gelar Pelatihan di Jepang

News | Jum'at, 25 September 2026 | 20:38 WIB

Berawal dari Topi Mengapung, Pemancing yang Hilang di Eks Galian Pasir Lampung Timur Ditemukan Tewas

Berawal dari Topi Mengapung, Pemancing yang Hilang di Eks Galian Pasir Lampung Timur Ditemukan Tewas

Lampung | Jum'at, 25 September 2026 | 20:37 WIB

PLN Perkuat Infrastruktur Kelistrikan untuk Dukung Pertumbuhan Data Center di Indonesia

PLN Perkuat Infrastruktur Kelistrikan untuk Dukung Pertumbuhan Data Center di Indonesia

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 20:34 WIB

Gara-Gara Tak Pakai Baju Lurik, Kepsek SMPN 18 Malang Diduga Tampar Siswa 4 Kali dan Ditonjok

Gara-Gara Tak Pakai Baju Lurik, Kepsek SMPN 18 Malang Diduga Tampar Siswa 4 Kali dan Ditonjok

Malang | Jum'at, 25 September 2026 | 20:30 WIB

Pesta Kembang Api dan Aksi Agnes Mo Buka FIFA ASEAN Cup 2026, Stadion GBK Tidak Penuh

Pesta Kembang Api dan Aksi Agnes Mo Buka FIFA ASEAN Cup 2026, Stadion GBK Tidak Penuh

Bola | Jum'at, 25 September 2026 | 20:17 WIB

Nyamar Jadi Aparat Tajir di FB, Pemuda Kuras Uang Wanita Lampung Selatan Lewat Jebakan Video Call

Nyamar Jadi Aparat Tajir di FB, Pemuda Kuras Uang Wanita Lampung Selatan Lewat Jebakan Video Call

Lampung | Jum'at, 25 September 2026 | 20:15 WIB

Bappisus Beri Tenggat Sepekan Usut Dugaan Kamar Apartemen di Lapas Cibinong

Bappisus Beri Tenggat Sepekan Usut Dugaan Kamar Apartemen di Lapas Cibinong

Bogor | Jum'at, 25 September 2026 | 20:11 WIB

Sinopsis Irreplaceable, Dracin Terbaru Zhao Jin Mai dan Wei Da Xun di Youku

Sinopsis Irreplaceable, Dracin Terbaru Zhao Jin Mai dan Wei Da Xun di Youku

Your Say | Jum'at, 25 September 2026 | 20:10 WIB

Izin BPR Syariah di Banten Dicabut, Belasan Bank Kecil Bangkrut di September

Izin BPR Syariah di Banten Dicabut, Belasan Bank Kecil Bangkrut di September

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 20:02 WIB

Menjaga Kesegaran Makanan di Kulkas, Ini yang Perlu Diperhatikan agar Tetap Optimal

Menjaga Kesegaran Makanan di Kulkas, Ini yang Perlu Diperhatikan agar Tetap Optimal

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 20:02 WIB

×