Ferdinand Hutahaean: Hak Berpolitik Sah untuk Anak dan Menantu Presiden

Rifan Aditya , Nur Afitria Cika Handayani

Sabtu, 05 Desember 2020 | 11:29 WIB
Ferdinand Hutahaean: Hak Berpolitik Sah untuk Anak dan Menantu Presiden
Ferdinand Hutahaean. (twitter/FerdinandHutahaean)

Suara.com - Politikus Ferdinand Hutahaean mencuitkan tentang negara demokrasi melalui akun jejaring media sosial Twitter @FerdinandHutahean. Ia pun menyinggung pencalonan anak dan mantu presiden dalam Pilkada 2020.

Dalam cuitan tersebut, Ferdinand membahas tentang Pilkada yang akan dilaksanakan pada 9 Desember 2020.

Diduga kicauan tersebut dia tujukan bagi orang-orang yang mempermasalahkan pencalonan putra dan menantu Presiden Jokowi yaitu Gibran Rakabuming dan Bobby Nasution.

Dia menyebut tidak ada kesalahan dalam pencalonan anak dan menantu presiden dalam sebuah pemilihan umum.

"Ini negara demokrasi, siapapun punya hak berpolitik tanpa terkecuali termasuk anak mantu presiden dan wapres, tak ada yang salah. Gibran di Solo didukung PDIP dan banyak partai. Bobby di Medan oleh PDIP, Gerindra, Golkar, dan lain-lain. Nur Azizah di Tangerang Selatan oleh Demokrat. Sah!!" tulis Ferdinand Hutahaean, dikutip Suara.com, Sabtu (5/12/2020).

Cuitan Ferdinand Hutahean. (twitter/FerdinandHutahaean)
Cuitan Ferdinand Hutahaean. (twitter/FerdinandHutahaean)

Selanjutnya, dia menyebut bahwa apabila mempermasalahkan pencalonan anak dan menantu presiden dalam Pilkada sama saja anti demokrasi.

Sebab, menolak hak konstitusional warga negara yang sah.

"Demokrasi tidak mengharamkan anak pejabat atau anak mantan pejabat untuk maju berkontestasi dalam Pemilu Legislatif maupun Pilkada. Mempermasalahkan itu, sama saja kita anti demokrasi karena menolak hak konstitusional warga negara yang sah. Soal etika, juga tidak ada yang dilanggar!" sambungnya.

Cuitan Ferdinand Hutahaean. (Twitter/Ferdinand Hutahean)
Cuitan Ferdinand Hutahaean. (Twitter/Ferdinand Hutahean)

Jelang pelaksanaan Pilkada, beberapa politikus banyak yang menyinggung tentang pencalonan anak dan menantu presiden, salah satunya Andi Arief

baca juga

Andi Arief Demokrat: Pandemi Nomor 2, Penting Anak Mantu Jadi Wali Kota

Politisi Partai Demokrat Andi Arief melempar sindiran untuk sosok yang diduga kuat adalah Presiden Jokowi.

Sindiran tersebut dilontarkan oleh Andi Arief lewat akun Twitter miliknya, @andiarief, Jumat (4/12/2020).

Dalam kicauannya tersebut, Andi Arief seakan membuat skala prioritas antara tiga hal yang berbeda

Andi Arief menyinggung soal keberadaan pandemi, terjadinya resesi, dan keinginan anak mantu jadi wali kota.

Hal itu sontak mengarahkan persepsi publik bahwa Andi Arief menyindir Presiden Jokowi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ditanya Kemana Saat Tsunami, Calon Bupati Pandeglang: Bersama Rakyat

Ditanya Kemana Saat Tsunami, Calon Bupati Pandeglang: Bersama Rakyat

Banten | Sabtu, 05 Desember 2020 | 06:46 WIB

Jika Menang Pilkada Depok, Idris-Imam Janji Berikan Gajinya untuk Rakyat

Jika Menang Pilkada Depok, Idris-Imam Janji Berikan Gajinya untuk Rakyat

Jakarta | Sabtu, 05 Desember 2020 | 06:13 WIB

Jelang Pilkada Serentak, Mendagri Minta Pengamanan dari Beragam Gangguan

Jelang Pilkada Serentak, Mendagri Minta Pengamanan dari Beragam Gangguan

News | Jum'at, 04 Desember 2020 | 20:57 WIB

Jelang Akhir Masa Kampanye, Viral Video Dugaan Politik Uang Sutrisna-Ardi

Jelang Akhir Masa Kampanye, Viral Video Dugaan Politik Uang Sutrisna-Ardi

Jogja | Jum'at, 04 Desember 2020 | 16:14 WIB

Pasien Covid-19 Punya Hak Pilih di Pilkada Serentak, Ini Kata Epidemiolog

Pasien Covid-19 Punya Hak Pilih di Pilkada Serentak, Ini Kata Epidemiolog

Lifestyle | Jum'at, 04 Desember 2020 | 15:45 WIB

Debat Pilkada Tangsel: Para Paslon Dinilai Minim Data

Debat Pilkada Tangsel: Para Paslon Dinilai Minim Data

Jakarta | Jum'at, 04 Desember 2020 | 15:36 WIB

Terkini

Hotel Inhumans Rilis Lagu Tema untuk Musim Kedua, Tayang Perdana 4 Oktober

Hotel Inhumans Rilis Lagu Tema untuk Musim Kedua, Tayang Perdana 4 Oktober

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 15:50 WIB

Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699

Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 15:49 WIB

Kapal Kargo Iran Diserang Rudal Misterius di Selat Hormuz, Dekat Pulau Qeshm

Kapal Kargo Iran Diserang Rudal Misterius di Selat Hormuz, Dekat Pulau Qeshm

News | Senin, 14 September 2026 | 15:49 WIB

Said Abdullah Nilai Prabowo Sudah Waktunya Reshuffle Kabinet

Said Abdullah Nilai Prabowo Sudah Waktunya Reshuffle Kabinet

News | Senin, 14 September 2026 | 15:48 WIB

Trik Nonton Bioskop Lebih Murah Bulan Ini Pakai QRIS BRImo

Trik Nonton Bioskop Lebih Murah Bulan Ini Pakai QRIS BRImo

Bri | Senin, 14 September 2026 | 15:46 WIB

Anggaran Minim, BPBD DIY Geser Alokasi Atasi Bencana di Jogja

Anggaran Minim, BPBD DIY Geser Alokasi Atasi Bencana di Jogja

Jogja | Senin, 14 September 2026 | 15:46 WIB

3 Shio yang Paling Tidak Cocok dengan Shio Anjing dalam Bisnis dan Asmara

3 Shio yang Paling Tidak Cocok dengan Shio Anjing dalam Bisnis dan Asmara

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 15:45 WIB

Saat Ginjal Tak Lagi Optimal, Perlukah Cuci Darah?

Saat Ginjal Tak Lagi Optimal, Perlukah Cuci Darah?

Video | Senin, 14 September 2026 | 15:45 WIB

Kabel Masih Semrawut, Apjatel Minta Pemprov DKI Evaluasi Total Proyek SJUT

Kabel Masih Semrawut, Apjatel Minta Pemprov DKI Evaluasi Total Proyek SJUT

News | Senin, 14 September 2026 | 15:44 WIB

Banyak Kasus Keracunan, DPR Sebut Pemerintah Tak Perlu Takut Tangguhkan MBG

Banyak Kasus Keracunan, DPR Sebut Pemerintah Tak Perlu Takut Tangguhkan MBG

News | Senin, 14 September 2026 | 15:44 WIB

×