Kecanduan Selamatkan Anjing Liar, Wanita Ini Tinggal Bersama 1.300 Anjing

Reza Gunadha | Hikmawan Muhamad Firdaus | Suara.com

Senin, 07 Desember 2020 | 14:25 WIB
Kecanduan Selamatkan Anjing Liar, Wanita Ini Tinggal Bersama 1.300 Anjing
Ilustrasi anjing labrador. (Pixabay)

Suara.com - Seorang wanita di China rela berbagi rumah dengan 1.300 anjing liar yang ia selamatkan selama lebih dari 20 tahun yang lalu.

Menyadur The Straits Times, Seni (7/12/2020) 20 tahun lalu, Wen Junhong menyelamatkan seekor anjing terlantar dari jalanan di Chongqing di barat daya China.

Setelah memelihara anjing pertama, seekor anjing peking dan diberi nama Wenjing yang berarti "lembut dan pendiam" dalam bahasa China, Wen merasa tidak bisa berhenti.

Dia mengatakan bahwa dia didorong oleh rasa khawatir tentang kecelakaan hingga diculik untuk perdagangan daging anjing.

"Penting untuk menjaga anjing-anjing ini," katanya. "Masing-masing dari kita harus menghormati kehidupan, dan Bumi bukan hanya untuk manusia tetapi untuk semua hewan."

Kepemilikan anjing sebelumnya disebut hobi borjuis dan dilarang di bawah kepemimpinan Mao, pendiri Komunis China. Pandangan tentang hewan peliharaan telah berubah secara dramatis sejak saat itu, dan kepemilikan hewan berkembang pesat.

Hewan liar di perkotaan jarang disterilkan, memperburuk masalah dan lebih menekan pusat penyelamatan hewan yang kewalahan dan kekurangan dana.

Selain hewan peliharaan terlantar dan hewan liar yang secara teratur ditinggalkan di halaman depan rumahnya, Wen mengatakan dia menerima panggilan setiap hari untuk membantu lebih banyak anjing.

Bukan hanya ribuan anjing, wanita berusia 68 tahun tersebut juga tinggal dengan seratus kucing, empat kuda dan kelinci serta burung yang tersebar. "Beberapa orang mengatakan saya psikopat," akunya.

Hari-hari Wan dimulai pada pukul 4 pagi dengan membersihkan 20-30 barel kotoran anjing semalaman dan memasak lebih dari 500kg beras, daging, dan sayuran untuk hewan.

Segelintir anjing berlarian bebas di sekitar rumahnya, sementara anjing pit bull terrier yang ditempatkan di pintu belakang menggeram dan menggonggong ke arah orang asing.

Setiap ruangan di rumah dua lantai itu penuh dengan kandang, bertumpuk di samping dan di atas satu sama lain.

Dikelilingi oleh pagar dan gerbang yang terkunci, lokasi rumah Wan kini berada di lereng bukit. Ia sempat beberapa kali pindah karena keluhan dari tetangga.

Wen membiayai operasi dengan hasil dari menjual apartemennya, pinjaman hingga 60.000 yuan (Rp 129 juta) dan pensiun serta tabungan hidupnya dari karir sebelumnya sebagai teknisi lingkungan. Dia juga menerima sumbangan setelah mendapat perhatian di media sosial, di mana dia dijuluki "Bibi Chongqing Wen".

Wen sempat mengalami pelecehan di media sosial setelah foto-foto kondisi kehidupan hewan diposting. "Hidup di kandang sekecil itu tidak lebih baik dari menjadi anjing liar," tulis seorang kritikus di media sosial.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

1,2 Juta Vaksin Covid-19 Buatan China Tiba di Indonesia

1,2 Juta Vaksin Covid-19 Buatan China Tiba di Indonesia

Riau | Senin, 07 Desember 2020 | 12:15 WIB

Kedatangan Vaksin Sinovac Asal China Pulihkan Sektor Transportasi

Kedatangan Vaksin Sinovac Asal China Pulihkan Sektor Transportasi

Bisnis | Senin, 07 Desember 2020 | 11:29 WIB

Vaksin Sinovac Datang, Pemerintah RI: Terima Kasih China

Vaksin Sinovac Datang, Pemerintah RI: Terima Kasih China

News | Senin, 07 Desember 2020 | 10:57 WIB

Terkini

Pengadilan Kriminal Internasional Adili Rodrigo Duterte Atas Tuduhan Pembunuhan Massal di Filipina

Pengadilan Kriminal Internasional Adili Rodrigo Duterte Atas Tuduhan Pembunuhan Massal di Filipina

News | Sabtu, 25 April 2026 | 06:34 WIB

Bahlil: Batas Masa Jabatan Ketum Parpol Tak Perlu Diseragamkan

Bahlil: Batas Masa Jabatan Ketum Parpol Tak Perlu Diseragamkan

News | Sabtu, 25 April 2026 | 00:02 WIB

Tanggapi Santai Usulan KPK, Bahlil: Di Golkar Jangankan 2 Periode, Satu Periode Saja Sering Ganti

Tanggapi Santai Usulan KPK, Bahlil: Di Golkar Jangankan 2 Periode, Satu Periode Saja Sering Ganti

News | Jum'at, 24 April 2026 | 23:59 WIB

YLBHI Desak Presiden dan Panglima TNI Hentikan Peradilan Militer yang Dinilai Tidak Adil

YLBHI Desak Presiden dan Panglima TNI Hentikan Peradilan Militer yang Dinilai Tidak Adil

News | Jum'at, 24 April 2026 | 23:55 WIB

UU PPRT Disahkan, Akademisi UGM Soroti Celah Sanksi dan Kesiapan Jaminan Sosial

UU PPRT Disahkan, Akademisi UGM Soroti Celah Sanksi dan Kesiapan Jaminan Sosial

News | Jum'at, 24 April 2026 | 23:00 WIB

Tragedi PRT Lompat dari Lantai 4 Kos Benhil, Polisi Endus Dugaan Tindak Pidana

Tragedi PRT Lompat dari Lantai 4 Kos Benhil, Polisi Endus Dugaan Tindak Pidana

News | Jum'at, 24 April 2026 | 22:10 WIB

BNI Ingatkan Nasabah Waspadai Vishing dan Phishing, Tekankan Pentingnya Jaga Data Pribadi

BNI Ingatkan Nasabah Waspadai Vishing dan Phishing, Tekankan Pentingnya Jaga Data Pribadi

News | Jum'at, 24 April 2026 | 21:17 WIB

AHY Dorong Model Penataan Kampung Mrican Sleman Jadi Percontohan Nasional

AHY Dorong Model Penataan Kampung Mrican Sleman Jadi Percontohan Nasional

News | Jum'at, 24 April 2026 | 21:11 WIB

Benyamin Netanyahu Menderita Kanker Prostat

Benyamin Netanyahu Menderita Kanker Prostat

News | Jum'at, 24 April 2026 | 20:58 WIB

Nekat Olah Ikan Sapu-Sapu untuk Bahan Siomay, 5 Pria Diciduk Petugas Satpol PP

Nekat Olah Ikan Sapu-Sapu untuk Bahan Siomay, 5 Pria Diciduk Petugas Satpol PP

News | Jum'at, 24 April 2026 | 20:55 WIB