6 Laskar Ditembak, FPI Tunjukkan Temuan Mereka untuk Mentahkan Data Kapolda

Siswanto

Senin, 07 Desember 2020 | 18:46 WIB
6 Laskar Ditembak, FPI Tunjukkan Temuan Mereka untuk Mentahkan Data Kapolda
Jubir FPI Munarman. [Suara.com/Stephanus Aranditio]

Suara.com - Front Pembela Islam membantah pernyataan Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Fadil Imran yang menyebutkan laskar terlebih dahulu menyerang anggota polisi di jalan tol Jakarta-Cikampek dengan menggunakan senjata api. Alasan itu dijadikan dasar polisi menembak enam laskar FPI yang sedang mengawal Habib Rizieq dan keluarga dan kemudian keenam laskar meninggal dunia.

Begitu mendapatkan informasi, dini hari tadi, FPI langsung mengimpun keterangan.

Berdasarkan data yang diperoleh oleh tim FPI, Sekretaris Umum FPI Munarman menilai Fadil telah menyebarkan fitnah.

Berdasarkan temuan di lapangan, kata Munarman, FPI tidak mendapati tanda-tanda telah terjadi bentrokan di jalan tol Jakarta-Cikampek kilometer 50 sebagaimana disebutkan Fadil.

Munarman menduga keenam anggota FPI dieksekusi di tempat lain.

"Kemudian, kenapa kami menyatakan kenapa laskar kami dalam keadaan hilang. Karena kami memang belum tahu keberadaannya dimana. Itu membuktikan bahwa mereka dibunuh dan dibantai. Kalau sejak awal tembak-menembak berarti dia tewasnya di tempat," kata Munarman dalam konferensi pers di markas FPI, Petamburan, Jakarta Pusat, Senin (7/12/2020).

"Kalau itu memang tembak-menembak dan tewas di tempat itu pasti ada jenazah di situ. Pasti butuh proses lama untuk evakuasi di situ. Tetapi ini tidak ada."

Munarman mengungkapkan dini hari tadi, FPI menerima kiriman pesan suara dari telepon salah satu laskar yang menjadi korban.

"Lalu beberapa waktu kemudian setelah VN (voice note) terkirimkan tidak ada lagi HP dari laskar enam orang itu yang aktif kita hubungi. Kita sudah cari dari pagi siang sebelum pengumuman dari pihak polda kita sudah cari kemana-mana. Ke RS kita cari, ke kantor polisi kita cari karena kita anggapnya itu orang hilang," kata dia.

baca juga

Munarman menyebut kapolda telah memutarbalikkan fakta.

"Bahwa fitnah besar kalau laskar kita disebut membawa senjata api dan tembak-menembak. Fitnah itu," kata Munarman.

"Jadi fitnah dan ini fitnah luar biasa pemutar balikan fakta dengan menyebutkan bahwa laskar yang lebih dahulu menyerang dan melakukan penembakan." 

FPI, kata dia, tidak memiliki akses ke senjata api.

"Dan tidak mungkin membeli dari pasar gelap. Jadi bohong, bohong sama sekali. Apalagi di anggota kartu FPI dan kartu anggota LPI disebutkan bahwa setiap anggota FPI dilarang membawa senjata tajam, senpi bahkan bahan peledak. Itu dilarang. Jadi upaya-upaya memfitnah, memutarbalikan fakta, hentikanlah," kata Munarman.

Dia juga mengungkapkan rentetan peristiwa sebelum enam laskar ditembak. Sejak Jumat (4/12/2020), kata Munarman, pondok pesantren di Megamendung, Bogor, yang dipimpin Rizieq, diintai dengan menggunakan pesawat drone dan FPI telah mendeteksinya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terkini

Luluh Lantakkan Kota Caracas, Ini Besaran Dua Gempa yang Guncang Venezuela

Luluh Lantakkan Kota Caracas, Ini Besaran Dua Gempa yang Guncang Venezuela

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 09:49 WIB

Gempa Bumi Venezuela, Banyak Gedung Runtuh di Caracas dan La Guaira

Gempa Bumi Venezuela, Banyak Gedung Runtuh di Caracas dan La Guaira

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 09:31 WIB

Diduga Terima Suap Ruko dan Miliaran Rupiah, Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto Jalani Sidang Perdana

Diduga Terima Suap Ruko dan Miliaran Rupiah, Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto Jalani Sidang Perdana

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 09:23 WIB

Venezuela Diguncang Gempa Bumi 'Raksasa' 7,2 SR, Korban Berjatuhan

Venezuela Diguncang Gempa Bumi 'Raksasa' 7,2 SR, Korban Berjatuhan

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 09:06 WIB

Mendagri Hadiri Puncak PENAS XVII 2026, Dukung Penguatan Petani dan Nelayan di Gorontalo

Mendagri Hadiri Puncak PENAS XVII 2026, Dukung Penguatan Petani dan Nelayan di Gorontalo

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 09:00 WIB

Mendagri Tegaskan Penguatan Program Bedah Rumah sebagai Bentuk Keberpihakan kepada Rakyat

Mendagri Tegaskan Penguatan Program Bedah Rumah sebagai Bentuk Keberpihakan kepada Rakyat

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 08:54 WIB

6 Fakta Skandal BEM FH UBK Mengaku Dapat Uang 'Pelicin' dalam Demo Mahasiswa

6 Fakta Skandal BEM FH UBK Mengaku Dapat Uang 'Pelicin' dalam Demo Mahasiswa

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 08:23 WIB

Gerindra Tepis Isu 'Mata-matai' Wapres Gibran: Yang Ada Adalah Perintah untuk...

Gerindra Tepis Isu 'Mata-matai' Wapres Gibran: Yang Ada Adalah Perintah untuk...

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 07:51 WIB

Mencekam! Gempa Dahsyat M 7,1 Guncang Venezuela, Peringatan Berpotensi Tsunami Dikeluarkan

Mencekam! Gempa Dahsyat M 7,1 Guncang Venezuela, Peringatan Berpotensi Tsunami Dikeluarkan

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 07:38 WIB

Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini: Siap-siap Hujan di Wilayah Selatan dan Timur

Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini: Siap-siap Hujan di Wilayah Selatan dan Timur

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 07:19 WIB