Seorang Jurnalis Ditahan Pemerintah China, Dianggap Ancam Keamanan Nasional

Reza Gunadha, Hikmawan Muhamad Firdaus

Sabtu, 12 Desember 2020 | 11:47 WIB
Seorang Jurnalis Ditahan Pemerintah China, Dianggap Ancam Keamanan Nasional
Ilustrasi Jurnalis [shutterstock]

Suara.com - Seorang wanita yang bekerja untuk kantor berita Bloomberg ditahan oleh otoritas China karena dicurigai membahayakan keamanan nasional.

Menyadur The Guardian, Sabtu (12/12/2020) pihak Bloomberg mengatakan bahwa Haze Fan terlihat dikawal keluar dari apartemennya oleh pejabat berpakaian preman pada hari Senin.

Pihak Bloomberg mengungkapkan jika mereka melakukan kontak terakhir pada saat ia ditahan pukul 11.30 pagi waktu setempat.

Penahanan dan dakwaan terhadap Haze Fan sudah dikonfirmasi oleh pihak Kementerian Luar Negeri China pada hari Jumat.

"Warga negara China, Fan telah ditahan oleh Biro Keamanan Nasional Beijing sesuai dengan hukum China yang relevan karena dicurigai terlibat dalam kegiatan kriminal yang membahayakan keamanan nasional," kata Kemenlu China kepada Reuters.

"Kasus ini sedang diselidiki. Hak sah Fan telah dipastikan sepenuhnya dan pihak keluarganya sudah diberi tahu." sambungnya.

Fan, yang meliput bisnis global, bergabung dengan Bloomberg sejak tahun 2017. Seperti semua warga negara yang bekerja untuk media asing di China, dia dikategorikan sebagai asisten berita, bukan jurnalis.

Sebelumnya Fan juga pernah bekerja untuk media internasional besar lainnya seperti Reuters, CNBS, CBS dan Al Jazeera.

Pemimpin redaksi Bloomberg, John Micklethwait, menggambarkan Fan sebagai "bagian berbakat dan integral dari ruang redaksi kami". Micklethwait mengatakan dalam sebuah wawancara bahwa pihaknya akan bekerja sekeras mungkin untuk membantunya dan keluarganya.

"Penangkapan tidak akan mengubah cara Bloomberg meliput berita dari China," tegasnya.

Pada bulan Agustus, Cheng Lei, yang bekerja untuk penyiar CGTN milik pemerintah China, ditangkap dengan tuduhan keamanan nasional yang serupa. Pada bulan September, otoritas Australia membantu dua wartawannya keluar dari negara tersebut setelah diinterogasi oleh pejabat keamanan negara.

Dan lebih dari selusin jurnalis yang bekerja untuk organisasi media Amerika Serikat dikeluarkan tahun ini karena hubungan antara Beijing dan Washington yang semakin memanas.

China sekarang berada di peringkat paling bawah dalam Indeks Kebebasan Pers Dunia yang disusun oleh Reporters Without Borders (RSF), di atasnya ada Korea Utara, Turkmenistan, dan Eritrea.

"Wartawan asing yang mencoba bekerja di China menghadapi lebih banyak kendala di lapangan. Lebih dari 100 jurnalis dan blogger saat ini ditahan dalam kondisi yang mengancam nyawa mereka," jelas RSF dalam laporan terbarunya.

RSF juga menyerukan pembebasan segera Fan, dan menggambarkan tuduhan keamanan nasional tersebut sebagai mengerikan. Tom Tugendhat, anggota parlemen dan ketua komite urusan luar negeri di parlemen Inggris juga ikut mengecamnya.

"Penahanan jurnalis lain oleh PKC Beijing sangat memprihatinkan," katanya di Twitter. "Kebebasan berbicara adalah hak asasi manusia yang fundamental. Saya harap Haze Fan akan segera dibebaskan." sambungnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Fang Fang, Mata-mata China yang Diduga Tiduri Politikus AS demi Informasi

Fang Fang, Mata-mata China yang Diduga Tiduri Politikus AS demi Informasi

News | Jum'at, 11 Desember 2020 | 19:39 WIB

Ngotot Beli Vaksin Sinovac Meski Telan Nyawa di Brasil, Ini Jawaban Terawan

Ngotot Beli Vaksin Sinovac Meski Telan Nyawa di Brasil, Ini Jawaban Terawan

News | Jum'at, 11 Desember 2020 | 15:00 WIB

Cegah Covid-19, Otoritas Penerbangan China Sarankan Pramugari Pakai Popok

Cegah Covid-19, Otoritas Penerbangan China Sarankan Pramugari Pakai Popok

News | Jum'at, 11 Desember 2020 | 19:48 WIB

Terkini

Predator di Balik Tembok Pesantren: Mengapa Kasus Kekerasan Seksual Sulit Diungkap?

Predator di Balik Tembok Pesantren: Mengapa Kasus Kekerasan Seksual Sulit Diungkap?

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 07:00 WIB

Bakal Bertemu Prabowo-Gibran? Djarot Beri Sinyal Megawati Hadiri Peringatan Hari Lahir Pancasila

Bakal Bertemu Prabowo-Gibran? Djarot Beri Sinyal Megawati Hadiri Peringatan Hari Lahir Pancasila

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 20:55 WIB

3 Kali ke Prancis dalam 5 Bulan, Elite PDIP Pertanyakan Urgensi Kunjungan Presiden Prabowo

3 Kali ke Prancis dalam 5 Bulan, Elite PDIP Pertanyakan Urgensi Kunjungan Presiden Prabowo

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 19:29 WIB

Sumber Teror Api Misterius di Seyegan Mulai Terkuak, Tim UPN Soroti Gas Metana dari Bekas Rawa

Sumber Teror Api Misterius di Seyegan Mulai Terkuak, Tim UPN Soroti Gas Metana dari Bekas Rawa

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 18:45 WIB

Bukan Mistis! Misteri Barang Terbakar Sendiri di Sleman Terungkap, Pakar UGM Bongkar Biang Keroknya

Bukan Mistis! Misteri Barang Terbakar Sendiri di Sleman Terungkap, Pakar UGM Bongkar Biang Keroknya

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 18:19 WIB

Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara

Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 17:53 WIB

Prof Uceng: Negara Bukan Takut Film Pesta Babi, Tapi Takut Narasi Alternatif

Prof Uceng: Negara Bukan Takut Film Pesta Babi, Tapi Takut Narasi Alternatif

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:44 WIB

Sebut Film 'Pesta Babi' Aman Secara Hukum, Uceng UGM: Jangan-Jangan Ada Unsur Politik?

Sebut Film 'Pesta Babi' Aman Secara Hukum, Uceng UGM: Jangan-Jangan Ada Unsur Politik?

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:35 WIB

Ribuan Lansia Jalan Sehat Meriahkan Puncak HLUN 2026 di NTT

Ribuan Lansia Jalan Sehat Meriahkan Puncak HLUN 2026 di NTT

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:10 WIB

Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi

Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:05 WIB