Teddy PKPI: Sudah Terungkap Kotak Amal Jadi Sumber Dana Teroris

Rifan Aditya , Hadi Mulyono

Minggu, 13 Desember 2020 | 08:43 WIB
Teddy PKPI: Sudah Terungkap Kotak Amal Jadi Sumber Dana Teroris
Teddy Gusnaidi (YouTube).

Suara.com - Dewan Pakar PKPI Teddy Gusnaidi memberi pernyataan keras tentang masalah terorisme. Melalui akun Twitternya, Teddy menyampaikan bahwa kotak amal menjadi salah satu sumber dana yang membiayai kelompok teroris.

"Sebelumnya sudah terungkap, kotak amal menjadi sumber dana bagi para teroris. Juga terindikasi ada perusahaan yang mendanai teroris," kata Teddy di akun Twitternya, Sabtu (12/12/2020).

Teddy menambahkan, adanya pasokan dana yang menyokong kelompok teroris tersebut harus ditindak. Caranya, kata dia, adalah dengan memiskinkan teroris-teroris tersebut.

"Mari miskinkan para teroris dengan memiskinkan perusahaan-perusahaan yang menjadi sumber dana para teroris," sambungnya.

Kicauan Teddy tersebut sontak membuat warganet menerka-nerka perusahaan apa yang dimaksud Teddy.
Sejumlah warganet menuding bahwa perusahaan tersebut adalah JNE (perusahaan ekspedisi pengiriman barang).

Teddy Gusnaidi berkomentar soal terorisme. (Twitter/@TeddyGusnaidi)
Teddy Gusnaidi berkomentar soal terorisme. (Twitter/@TeddyGusnaidi)

"Mungkin salah satunya JNE," ujar warganet pemilik akun @angge****

"JNE, prioritas target," sahut warganet lainnya @Dimas*** lengkap dengan emoji tertawa terbahak-bahak.

"Boikot JNE ganti dengan yang lainnya," sambung akun @monas***

Sebagaimana diketahui, JNE belakangan menuai kontroversi setelah perusahaan tersebut mengunggah video dari penceramah Haikal Hassan di akun Twitternya.

baca juga

Sejurus kemudian, tagar #BoikotJNE menjadi trending topik di Twitter, Sabtu (12/12/2020).

Dalam video tersebut, Haikal Hassan memberikan ucapan selamat ulang tahun kepada JNE.

"Assalamulaikum untuk sahabat saya dan seluruh keluarga besar JNE, saya Haikal Hassan mengucapkan selamat milad ke-30 dan tetaplah berada dalam sebuah kebaikan yaitu men-deliver keberkahan, men-deliver kemaslahatan umat, itu lah misi JNE,” kata Haikal dalam video yang tersebar di media sosial.”Dari saya Haikal Hassan sekali lagi Insyaallah kita akan ketemu dalam waktu yang tidak terlalu lama dari sini. JNE maju terus, jaya terus dan tetap men-deliver keberkahan dari Allah SWT,” kata Haikal Hassan dalam video, dikutip Hops.id--jaringan Suara.com.

Usai video tersebut mendapat respon negatif dari publik, pihak JNE akhirnya menghapus unggahan tersebut dan membuat sebuah klarifikasi.

"Untuk semua warga twitter, JNE merangkul semua warga Indonesia, dan berkomitmen terus memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat," kicau akun @JNE_ID.

"JNE merangkul semua golongan dan tidak memihiak pada agama, suku bangsa, ras, dan pandangan politik tertentu. Kami berkomitmen untuk memberikan pelayanan maksimal kepada seluruh masyarakat Indonesia. Terima kasih," sambungnya melalui sebuah gambar

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Video Haikal Hassan Tuai Sindiran Netizen, #BoikotJNE Jadi Trending Topic

Video Haikal Hassan Tuai Sindiran Netizen, #BoikotJNE Jadi Trending Topic

News | Sabtu, 12 Desember 2020 | 15:37 WIB

Tagar #BoikotJNE Trending di Twitter, Akun JNE Hapus Video Haikal Hassan

Tagar #BoikotJNE Trending di Twitter, Akun JNE Hapus Video Haikal Hassan

Banten | Sabtu, 12 Desember 2020 | 08:17 WIB

Terkini

Gempa Pacitan Terasa hingga Yogyakarta, KAI Sempat Hentikan Perjalanan Kereta

Gempa Pacitan Terasa hingga Yogyakarta, KAI Sempat Hentikan Perjalanan Kereta

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:32 WIB

Jangan Lewatkan Keseruan Belanja di Alfamidi Akhir Pekan Ini: Bonus Spesial Sudah Menanti

Jangan Lewatkan Keseruan Belanja di Alfamidi Akhir Pekan Ini: Bonus Spesial Sudah Menanti

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:28 WIB

5 Peserta SPPI Tewas, TB Hasanuddin Desak Latihan Militer Calon Manajer Koperasi Dihentikan

5 Peserta SPPI Tewas, TB Hasanuddin Desak Latihan Militer Calon Manajer Koperasi Dihentikan

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 16:42 WIB

Warga Keluhkan Dentuman Kembang Api di Prambanan, Kades Sebut Acara Pre-Wedding Sespri Prabowo

Warga Keluhkan Dentuman Kembang Api di Prambanan, Kades Sebut Acara Pre-Wedding Sespri Prabowo

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 16:32 WIB

5 Peserta SPPI Tewas, Kemhan Evaluasi Total Program Latsarmil

5 Peserta SPPI Tewas, Kemhan Evaluasi Total Program Latsarmil

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 16:25 WIB

Bukan Untuk Cetak Tentara, Kemhan Ungkap Misi Utama Latsarmil Calon Manajer Kopdes

Bukan Untuk Cetak Tentara, Kemhan Ungkap Misi Utama Latsarmil Calon Manajer Kopdes

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 15:40 WIB

Dinilai Punya Kepribadian Baik, Uya Kuya Bakal Pimpin PAN Jakarta

Dinilai Punya Kepribadian Baik, Uya Kuya Bakal Pimpin PAN Jakarta

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 15:00 WIB

Jawab Prabowo Soal Tidak Bisa Bikin Mobil Sendiri, UGM: Kuncinya di Keberpihakan Pemerintah

Jawab Prabowo Soal Tidak Bisa Bikin Mobil Sendiri, UGM: Kuncinya di Keberpihakan Pemerintah

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 14:28 WIB

Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan

Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 13:53 WIB

Mahfud MD Soroti Kemunduran Demokrasi, Sebut Politik Uang Gerus Penegakan Hukum

Mahfud MD Soroti Kemunduran Demokrasi, Sebut Politik Uang Gerus Penegakan Hukum

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 12:57 WIB

×