Sejarah dan Kebudayaan Yahudi akan Jadi Pelajaran Sekolah di Maroko

Siswanto, Deutsche Welle

Selasa, 15 Desember 2020 | 13:03 WIB
Sejarah dan Kebudayaan Yahudi akan Jadi Pelajaran Sekolah di Maroko
DW

Suara.com - Sejarah dan budaya Yahudi di Maroko akan segera menjadi bagian dari kurikulum sekolah di Maroko, di mana Islam adalah agama negara. Satu lagi pertanda mencairnya hubungan negara-negara Arab dengan Israel.

"Keputusan ini adalah yang pertama di dunia Arab," kata Serge Berdugo, sekretaris jenderal Dewan Komunitas Yahudi di Maroko kepada AFP dari Casablanca.

Maroko baru saja bergabung menjadi negara Arab keempat sejak Agustus lalu, yang mengumumkan kesepakatan untuk melakukan normalisasi hubungan dengan Israel, menyusul Uni Emirat Arab, Bahrain dan Sudan.

Meski Maroko tidak memiliki hubungan resmi dengan Israel, selama bertahun-tahun, ribuan orang Yahudi asal Maroko telah mengunjungi tanah leluhur mereka, untuk merayakan hari raya keagamaan atau untuk berziarah.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan, kantor penghubung akan dibuka kembali di Tel Aviv dan Rabat, yang ditutup Maroko tahun 2000 pada awal intifada kedua Palestina.

Sekarang, hubungan diplomatik penuh akan dibangun "secepat mungkin"demikian pernyataan Israel.

Maroko mengkonfirmasi kesepakatan itu, dengan menyebutkan bahwa Raja Mohammed VI telah setuju negaranya membangun lembali hubungan diplomatik dengan Israel.

Sejarah panjang komunitas Yahudi di Maroko Keputusan untuk menambahkan sejarah dan budaya Yahudi ke dalam pelajaran sekolah dirintis secara diam-diam sebelum kesepakatan diplomatik diumumkan.

Hal ini akan menjadi bagian dari perombakan kurikulum sekolah Maroko, yang sudah berlangsung sejak 2014.

baca juga

Pelajaran tentang Kebudayaan Yahudi akan dimasukkan ke dalam kurikulum semester depan bagi kelas tahun terakhir di sekolah dasar, kata Kementerian Pendidikan Maroko.

Langkah itu bertujuan untuk "menyoroti identitas Maroko yang beragam", kata Fouad Chafiqi, kepala program akademik di kementerian pendidikan.

Komunitas Yahudi telah hadir di Maroko sejak jaman dahulu dan berkembang selama berabad-abad, terutama dengan kedatangan orang-orang Yahudi yang diusir dari Spanyol oleh raja-raja Katolik setelah 1492.

Pada akhir 1940-an, orang Yahudi Maroko berjumlah sekitar 250.000 - sekitar 10 persen dari populasi saat itu. Setelah pembentukan negara Israel pada tahun 1948, banyak yang meninggalkan Maroko dan bermigrasi kembali ke Israel.

Sekarang komunitas Yahudi di Maroko berjumlah 3.000 orang, masih merupakan yang terbesar di Afrika Utara.

Mencetak warga yang sadar keberagaman warisan budaya

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Viral! Walkot Muslim Kebanggaan Netizen Indonesia Panen Hujatan Setelah Bertemu Komunitas Yahudi

Viral! Walkot Muslim Kebanggaan Netizen Indonesia Panen Hujatan Setelah Bertemu Komunitas Yahudi

News | Senin, 16 Maret 2026 | 21:47 WIB

Terkini

Jangan Anggap Sepele Nyeri Pinggang Mendadak, Bisa Jadi Tanda Batu Saluran Kemih

Jangan Anggap Sepele Nyeri Pinggang Mendadak, Bisa Jadi Tanda Batu Saluran Kemih

Health | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:54 WIB

Motul Perluas Jangkauan di Jawa Barat,  Dorong Pertumbuhan Ekosistem Otomotif Nasional

Motul Perluas Jangkauan di Jawa Barat, Dorong Pertumbuhan Ekosistem Otomotif Nasional

Otomotif | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:50 WIB

Igor Tolic Beberkan Faktor X yang Bikin Persib Hajar Arema di Piala Presiden 2026

Igor Tolic Beberkan Faktor X yang Bikin Persib Hajar Arema di Piala Presiden 2026

Bola | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:42 WIB

Naik Kereta untuk Liburan? Jangan Lupa Siapkan Antisipasi Jika Jadwal Berubah

Naik Kereta untuk Liburan? Jangan Lupa Siapkan Antisipasi Jika Jadwal Berubah

Lifestyle | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:34 WIB

Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK, Koalisi Sipil Desak Pengusutan Tuntas Tanpa Intervensi

Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK, Koalisi Sipil Desak Pengusutan Tuntas Tanpa Intervensi

News | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:31 WIB

MAXI Yamaha Day Jabar 2026 Pikat Komunitas dengan Budaya dan Alam Kuningan

MAXI Yamaha Day Jabar 2026 Pikat Komunitas dengan Budaya dan Alam Kuningan

Otomotif | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:07 WIB

Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap

Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap

Lifestyle | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:38 WIB

Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta

Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta

Jatim | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:30 WIB

Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal

Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal

Sumbar | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:24 WIB

Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda

Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda

Lampung | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:19 WIB

×