Peneliti Israel: Sinar UV dari LED Murah Ternyata Bisa Bunuh Virus Corona

Reza Gunadha, Rima Suliastini

Rabu, 16 Desember 2020 | 13:25 WIB
Peneliti Israel: Sinar UV dari LED Murah Ternyata Bisa Bunuh Virus Corona
Ilustrasi sinar UV di laboratorium (Pixabay)

Suara.com - Tim peneliti di Tel Aviv University, Israel menyebut sinar LED murahan bisa membunuh virus corona. Menyadur Times of Israel (15/12) sinar UV yang terpancar bisa membunuh hingga 99,9% virus corona.

Penelitian yang dipimpin oleh Prof Hadas Mamane dari School of Mechanical Engineering Tel Aviv University ini mengungkapkan disinfeksi dengan sinar UV LED ini lebih murah dan ampuh dibanding bahan kimia.

Sebelumnya, sinar UV sudah lama digunakan untuk mendisinfeksi permukaan benda dan tempat umum namun belum diketahui keampuhannya untuk virus corona.

"Kami telah menemukan cara yang lebih mudah daripada yang dibayangkan sebelumnya untuk mendisinfeksi virus corona menggunakan sinar," ujar Mamane.

Ia menemukan bahwa LED memancarkan sinar UV dengan panjang gelombang 285 nanometer. Itu hampir sama efisiennya dengan mendisinfeksi virus dengan LED bergelombang panjang 265 nanometer.

Ilustrasi sinar UV di laboratorium (Pixabay)
Ilustrasi sinar UV di laboratorium (Pixabay)

Sinar UV dari LED yang bisa didapat dengan harga murah ini hanya membutuhkan waktu kurang dari setengah menit untuk menghancurkan lebih dari 99,9% virus corona.

"Hasil ini signifikan karena biaya lampu LED 285 nanometer lebih rendah 30% dibandingkan dengan lampu 265 nanometer," kata Mamane.

Dia memperkirakan ini akan membuat pembersihan ultraviolet lebih umum di sistem ventilasi dan pendingin udara, dan menjadikannya solusi untuk transportasi umum dan lainnya.

"Kami sedang mengembangkan penelitian pada benda yang permukaannya memiliki LED, dengan cara yang membuat cahaya bersinar dan disinfeksi terjadi saat tidak digunakan," tambahnya, memberikan contoh keyboard laptop yang dibersihkan dengan sinar ultraviolet saat tertutup.

baca juga

LED terbukti berbahaya bagi manusia dan hanya boleh diaktifkan ketika orang berada jauh dari permukaan yang dibersihkan, tegasnya.

"Fakta bahwa sinar UV membunuh virus bukanlah hal baru tapi yang kami lakukan adalah menghasilkan studi pertama yang mengamati panjang gelombang yang dibutuhkan yang dikenal sebagai frekuensi, untuk memeriksa dengan tepat tingkat energi yang dibutuhkan untuk membunuh virus corona."

"Kami berharap temuan LED ini dapat membunuh virus corona dan membuat teknologi ini lebih luas."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jurnal PeerJ: Sinar UV Potensi Minimalisir Penyebaran Covid-19 di Ruangan

Jurnal PeerJ: Sinar UV Potensi Minimalisir Penyebaran Covid-19 di Ruangan

Health | Rabu, 18 November 2020 | 08:58 WIB

Studi Italia: Kandungan Vitamin B3 Bisa Melindungi Kulit dari Sinar UV

Studi Italia: Kandungan Vitamin B3 Bisa Melindungi Kulit dari Sinar UV

Health | Rabu, 04 November 2020 | 14:03 WIB

Hati-hati, Sinar UV Matahari Bisa Tembus Kaca dan Pakaian Lho!

Hati-hati, Sinar UV Matahari Bisa Tembus Kaca dan Pakaian Lho!

Lifestyle | Jum'at, 18 September 2020 | 08:10 WIB

Terkini

Mengukur Kebijakan dari Siapa yang Kehilangan Manfaatnya

Mengukur Kebijakan dari Siapa yang Kehilangan Manfaatnya

Your Say | Selasa, 01 September 2026 | 12:30 WIB

KPK Akan Hadirkan 303 Saksi dalam Sidang Kasus Korupsi Kuota Haji

KPK Akan Hadirkan 303 Saksi dalam Sidang Kasus Korupsi Kuota Haji

News | Selasa, 01 September 2026 | 12:27 WIB

Sektor Transportasi Deflasi di Agustus 2026 Imbas Harga Tiket Pesawat dan Bensin Turun

Sektor Transportasi Deflasi di Agustus 2026 Imbas Harga Tiket Pesawat dan Bensin Turun

Bisnis | Selasa, 01 September 2026 | 12:26 WIB

Warga Jakarta Gelar Salat Istisqa Minta Turun Hujan

Warga Jakarta Gelar Salat Istisqa Minta Turun Hujan

Bekaci | Selasa, 01 September 2026 | 12:26 WIB

6 Shio yang Paling Pandai Mengelola Keuangan dan Investasi

6 Shio yang Paling Pandai Mengelola Keuangan dan Investasi

Lifestyle | Selasa, 01 September 2026 | 12:25 WIB

KPK Akan Hadirkan 303 Saksi dalam Sidang Kasus Korupsi Kuota Haji

KPK Akan Hadirkan 303 Saksi dalam Sidang Kasus Korupsi Kuota Haji

News | Selasa, 01 September 2026 | 12:24 WIB

Perbedaan Two Way Cake vs Compact Powder vs Loose Powder, Mana yang Sesuai Jenis Kulitmu?

Perbedaan Two Way Cake vs Compact Powder vs Loose Powder, Mana yang Sesuai Jenis Kulitmu?

Lifestyle | Selasa, 01 September 2026 | 12:24 WIB

Di Tengah Tren yang Cepat Berubah, Amagra Pilih Punya Warna Sendiri

Di Tengah Tren yang Cepat Berubah, Amagra Pilih Punya Warna Sendiri

Lifestyle | Selasa, 01 September 2026 | 12:22 WIB

Apakah New Balance 530 Cocok untuk Lari Jarak Jauh atau Hanya Sepatu Fashion?

Apakah New Balance 530 Cocok untuk Lari Jarak Jauh atau Hanya Sepatu Fashion?

Lifestyle | Selasa, 01 September 2026 | 12:21 WIB

Kemlu Belum Pastikan 8 WNI Jadi Tentara Bayaran Rusia buat Perang Lawan Ukraina

Kemlu Belum Pastikan 8 WNI Jadi Tentara Bayaran Rusia buat Perang Lawan Ukraina

News | Selasa, 01 September 2026 | 12:20 WIB

×