Pelaku Kasus Pembunuhan Terbesar di Jepang Dihukum, Korban hingga 36 Orang

Reza Gunadha | Hikmawan Muhamad Firdaus | Suara.com

Kamis, 17 Desember 2020 | 14:16 WIB
Pelaku Kasus Pembunuhan Terbesar di Jepang Dihukum, Korban hingga 36 Orang
Ilustrasi napi di penjara. [Shutterstock]

Suara.com - Seorang pria yang membakar sebuah studio animasi dan menyebabkan 36 nyawa melayang akhirnya dijatuhi hukuman setelah lebih dari satu tahun menjalani proses hukum.

Menyadur The Straits Times, jaksa penuntut Jepang pada Rabu (16/12) mendakwa seorang pria atas aksi pembakaran yang terjadi pada Juli 2019 di Kyoto Animation dan menewaskan 36 orang.

Menurut media lokal, insiden tersebut merupakan kejahatan kekerasan paling mematikan di negara itu dalam beberapa dekade.

Shinji Aoba (42) ditahan setelah melakukan aksi pembakaran dan ia juga ikut menjadi korban dengan luka bakar yang cukup serius.

Pria 42 tahun tersebut dikabarkan tidak sadarkan diri selama lebih dari satu bulan dan baru siuman pada bulan Agustus 2019.

Tidak ada rincian langsung tentang tingkat dakwaan yang dijatuhkan terhadap Aoba, yang baru secara resmi ditahan pada bulan Mei.

Kantor kejaksaan Kyoto tidak segera menanggapi permintaan konfirmasi.

Lebih dari 30 orang juga mengalami luka-luka akibat serangan itu, di mana Aoba dituduh membobol gedung studio dan langsung menyiramkan bensin ke lantai dasar dan membakarnya.

Aoba dilaporkan telah mengaku melakukan pembakaran, dan dikatakan telah berteriak "mati suri" sebelum menyalakan api.

Ada klaim bahwa Aoba menuduh studio tersebut mencuri karyanya, yang langsung dibantah oleh pihak Kyoto Animation.

Banyak dari mereka yang tewas dalam insiden pembakaran tersebut adalah anak muda, termasuk seorang wanita berusia 21 tahun.

Orang tua dari beberapa korban mengatakan kepada media lokal pada bulan Mei ketika Aoba didakwa bahwa mereka masih merasa kehilangan orang yang mereka cintai.

"Saya sangat sering memikirkannya," kata Shinichi Tsuda, yang putrinya Sachie tewas dalam kebakaran itu, kepada NHK.

"Saya memikirkannya pada saat kejadian, bertanya-tanya betapa menyakitkan itu bagi dia." sambung Tsuda.

Serangan itu mengirimkan gelombang kejutan melalui industri anime dan penggemarnya di Jepang dan di seluruh dunia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ingin Raih Beasiswa Penuh S2 di Jepang? Ikut Yuk Program Ini!

Ingin Raih Beasiswa Penuh S2 di Jepang? Ikut Yuk Program Ini!

Lifestyle | Rabu, 16 Desember 2020 | 12:49 WIB

Api Olimpiade Tetap Diarak Mengelilingi 47 Prefektur Jepang

Api Olimpiade Tetap Diarak Mengelilingi 47 Prefektur Jepang

Sport | Selasa, 15 Desember 2020 | 20:54 WIB

Dampak Covid-19, Sepertiga Penduduk Jepang Ingin Olimpiade Tokyo Dibatalkan

Dampak Covid-19, Sepertiga Penduduk Jepang Ingin Olimpiade Tokyo Dibatalkan

Sport | Selasa, 15 Desember 2020 | 12:47 WIB

Terkini

Legislator Golkar Tagih Revisi UU Pemilu: Banyak Putusan MK Mendesak Segera Ditindaklanjuti

Legislator Golkar Tagih Revisi UU Pemilu: Banyak Putusan MK Mendesak Segera Ditindaklanjuti

News | Rabu, 15 April 2026 | 18:09 WIB

Ketegangan di Yerusalem Meningkat usai Pemasangan Pintu Besi di Kawasan Bersejarah

Ketegangan di Yerusalem Meningkat usai Pemasangan Pintu Besi di Kawasan Bersejarah

News | Rabu, 15 April 2026 | 18:07 WIB

Di Balik Layar OTT KPK: Membongkar Gurita Sindikasi 'Jatah Preman' Kepala Daerah Lewat Ajudan

Di Balik Layar OTT KPK: Membongkar Gurita Sindikasi 'Jatah Preman' Kepala Daerah Lewat Ajudan

News | Rabu, 15 April 2026 | 18:06 WIB

Menteri PPPA: Hentikan Normalisasi Candaan Merendahkan Martabat Perempuan

Menteri PPPA: Hentikan Normalisasi Candaan Merendahkan Martabat Perempuan

News | Rabu, 15 April 2026 | 18:03 WIB

Revisi UU Pemilu Masuk Tahap Awal, Anggota Komisi II DPR Beberkan 10 Isu yang Akan Dikaji

Revisi UU Pemilu Masuk Tahap Awal, Anggota Komisi II DPR Beberkan 10 Isu yang Akan Dikaji

News | Rabu, 15 April 2026 | 17:50 WIB

22 Tahun Digantung DPR, Aktivis Sebut Penundaan RUU PPRT Sebagai Ujian Moral Bangsa

22 Tahun Digantung DPR, Aktivis Sebut Penundaan RUU PPRT Sebagai Ujian Moral Bangsa

News | Rabu, 15 April 2026 | 17:47 WIB

Menkes Budi Bongkar Jutaan Orang Kaya Nikmati Subsidi BPJS: Demi Keadilan Kita Hapus!

Menkes Budi Bongkar Jutaan Orang Kaya Nikmati Subsidi BPJS: Demi Keadilan Kita Hapus!

News | Rabu, 15 April 2026 | 17:37 WIB

Hasil Studi IHDC: 1 dari 5 Anak Jakarta Alami Gangguan Memori Akibat Anemia

Hasil Studi IHDC: 1 dari 5 Anak Jakarta Alami Gangguan Memori Akibat Anemia

News | Rabu, 15 April 2026 | 17:29 WIB

Rekrutmen Nasional 30 Ribu Manajer Koperasi Desa Resmi Dibuka, Ini Syaratnya

Rekrutmen Nasional 30 Ribu Manajer Koperasi Desa Resmi Dibuka, Ini Syaratnya

News | Rabu, 15 April 2026 | 17:29 WIB

Rismon Bantah Terima Uang Damai Kasus Ijazah Jokowi, Sebut Tuduhan Tak Masuk Akal

Rismon Bantah Terima Uang Damai Kasus Ijazah Jokowi, Sebut Tuduhan Tak Masuk Akal

News | Rabu, 15 April 2026 | 17:17 WIB