22 Tahun Digantung DPR, Aktivis Sebut Penundaan RUU PPRT Sebagai Ujian Moral Bangsa

Vania Rossa

Rabu, 15 April 2026 | 17:47 WIB
22 Tahun Digantung DPR, Aktivis Sebut Penundaan RUU PPRT Sebagai Ujian Moral Bangsa
Aktivis Koalisi Masyarakat Sipil, Eva Kusuma Sundari. (Suara.com/Yasir)
baca 10 detik
  • Koalisi Masyarakat Sipil mengkritik lambatnya legislasi RUU PPRT yang telah tertunda selama 22 tahun di Indonesia.
  • Aktivis menyoroti pengabaian negara terhadap perlindungan PRT di tengah momentum perayaan Hari Kartini dan ekonomi nasional.
  • Koordinator JALA PRT menuntut transparansi DPR terkait simpang siur informasi pengiriman Surpres dan draf RUU tersebut.

Suara.com - Koalisi Masyarakat Sipil untuk Pengesahan UU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT) kembali menyuarakan kritik pedas terhadap lambatnya proses legislasi payung hukum bagi pekerja domestik di Indonesia. Meski sudah ditetapkan sebagai RUU Inisiatif DPR, nasib aturan ini dianggap masih berada dalam wilayah gelap akibat ketidakjelasan komunikasi antara parlemen dan pemerintah.

Aktivis Koalisi Masyarakat Sipil untuk UU PPRT, Eva Kusuma Sundari, menyebut penundaan yang berlangsung selama lebih dari dua dekade ini sebagai bentuk ujian mental bagi rakyat. Ia menilai negara seolah menutup mata terhadap kontribusi nyata jutaan Pekerja Rumah Tangga (PRT).

"22 tahun para PRT ini menderita. Rakyat seolah dipingpong oleh DPR. Ini betul-betul menguji keimanan dan moralitas kita. Untung saja kita tidak 'kena mental' menghadapi sikap DPR," ujar Eva dalam Konferensi Pers Hybrid di LBH Jakarta, Rabu (15/4/2026).

Ironi di Balik Peringatan Hari Kartini

Eva menyoroti momentum peringatan Hari Kartini yang jatuh pada bulan April ini. Menurutnya, sangat ironis ketika negara merayakan perjuangan perempuan, namun di saat yang sama mengabaikan perlindungan bagi PRT yang mayoritas adalah perempuan dan menjadi tulang punggung ekonomi keluarga.

"Di peringatan Hari Kartini ini, kita justru bertanya, 'Di mana RUU PPRT saat ini?' Ini ironi besar ketika kita menghormati peran perempuan, namun negara justru melakukan pengabaian," tegasnya.

Lebih lanjut, Eva menjelaskan bahwa RUU PPRT bukan sekadar soal kemanusiaan, melainkan kunci menuju pertumbuhan ekonomi inklusif melalui care economy. Ia membandingkan Indonesia dengan India yang sudah lebih maju dalam mengelola tenaga kerja domestik untuk menekan angka kemiskinan.

"Bagaimana mau mendukung target pertumbuhan ekonomi jika tidak mendukung strategi yang sudah diluncurkan Bappenas dan ILO? RUU PPRT adalah tiket utama untuk membenahi infrastruktur ekonomi kita," tambah Eva.

Transparansi dipertanyakan: Khawatir Kejadian 2023 Terulang

baca juga

Senada dengan Eva, Koordinator JALA PRT, Lita Anggraini, mengungkapkan kekhawatiran terkait transparansi proses legislasi. Ia mencatat adanya perbedaan informasi yang membingungkan antara pimpinan DPR dan kementerian terkait.

Lita menyebut pihaknya sempat menerima informasi dari Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad bahwa Surat Presiden (Surpres) dan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) sedang diproses. Namun, di sisi lain, pihak kementerian mengaku belum menerima draf tersebut.

"Kami khawatir RUU PPRT ini akan mengalami nasib yang sama seperti tahun 2023. Informasinya simpang siur. DIM itu tidak bisa dibuat sebelum ada Surpres," ungkap Lita melalui sambungan Zoom.

Ia mendesak pimpinan DPR agar tidak menahan draf RUU secara sepihak dan segera mengirimkannya kepada Presiden.

"Kami menuntut transparansi. Jangan sampai prosesnya dibiarkan gelap tanpa penjelasan, tiba-tiba ditahan, dan kejadian tahun 2023 terulang kembali," pungkas Lita.

Reporter: Dinda Pramesti K

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

RUU PPRT Belum Tuntas usai 22 Tahun, Koalisi Minta Presiden Segera Ambil Sikap

RUU PPRT Belum Tuntas usai 22 Tahun, Koalisi Minta Presiden Segera Ambil Sikap

News | Rabu, 15 April 2026 | 17:07 WIB

Menolak Takut! 30 Hari Tragedi Air Keras Andrie Yunus, Aktivis Tandai Lokasi Penyiraman Pakai Mural

Menolak Takut! 30 Hari Tragedi Air Keras Andrie Yunus, Aktivis Tandai Lokasi Penyiraman Pakai Mural

News | Minggu, 12 April 2026 | 16:08 WIB

Vonis Gugatan atas Sangkalan Fadli Zon soal Perkosaan Massal 1998 Digelar 21 April

Vonis Gugatan atas Sangkalan Fadli Zon soal Perkosaan Massal 1998 Digelar 21 April

News | Rabu, 08 April 2026 | 07:00 WIB

Terkini

EASA Keluarkan Peringatan Penerbangan Komersil di Udara Bahrain, Qatar, Kuwait, dan UEA

EASA Keluarkan Peringatan Penerbangan Komersil di Udara Bahrain, Qatar, Kuwait, dan UEA

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 08:18 WIB

Usut Gurita Pemerasan Silmy Karim, KPK Mapping Kantor Imigrasi di Wilayah 'Kantong' WNA

Usut Gurita Pemerasan Silmy Karim, KPK Mapping Kantor Imigrasi di Wilayah 'Kantong' WNA

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 08:08 WIB

Donald Trump Ancam Ratakan Iran: Bikin Kesepakatan Atau Anda Tidak Miliki Apapun yang Tersisa

Donald Trump Ancam Ratakan Iran: Bikin Kesepakatan Atau Anda Tidak Miliki Apapun yang Tersisa

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 08:02 WIB

Xi Jinping Bersih-Bersih Elite Partai, Anggota Politbiro Alami Nasib Nahas karena Korupsi

Xi Jinping Bersih-Bersih Elite Partai, Anggota Politbiro Alami Nasib Nahas karena Korupsi

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 08:00 WIB

Susul Korut, Amerika Serikat Membekukan Aset Kripto Terkait Iran Senilai Rp 2,3 Triliun

Susul Korut, Amerika Serikat Membekukan Aset Kripto Terkait Iran Senilai Rp 2,3 Triliun

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 07:47 WIB

JPO Tendean Selesai Dievakuasi, Akses ke Blok M dan Kemang Kembali Dibuka

JPO Tendean Selesai Dievakuasi, Akses ke Blok M dan Kemang Kembali Dibuka

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 07:44 WIB

Target Serangan AS ke Iran Selanjutnya, Pembangkit Listrik dan Jembatan

Target Serangan AS ke Iran Selanjutnya, Pembangkit Listrik dan Jembatan

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 07:39 WIB

Iran Hujan Rudal AS, Rentetan Bom Hancurkan Pesisir Strategis dekat Selat Hormuz

Iran Hujan Rudal AS, Rentetan Bom Hancurkan Pesisir Strategis dekat Selat Hormuz

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 07:17 WIB

Kekayaan Jampidsus Febrie Adriansyah Diduga Tak Sesuai LHKPN, KPK Buka Suara

Kekayaan Jampidsus Febrie Adriansyah Diduga Tak Sesuai LHKPN, KPK Buka Suara

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 07:12 WIB

Benjamin Netanyahu Ultimatum Iran: Berani Serang Kami, Balasan Akan Mengerikan!

Benjamin Netanyahu Ultimatum Iran: Berani Serang Kami, Balasan Akan Mengerikan!

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 07:05 WIB

×