"Sekarang ini, tepat kalau Indonesia ingin menunjukkan itikad berhubungan dengan Israel. Itu karena peta geopolitik dunia sedang menuju ke arah sana, jadi kita ikutan saja gerbong perdamaian itu," tegasnya.
Apa Untungnya
Monique sadar, perwujudan diplomasi kedua negara ini sulit terwujud. Namun dia merasa perlu ada keberanian untuk menuju perdamaian dunia.
Diplomasi yang diharapkan tentu bukan langsung dengan membangun masing-masing Kedutaan Besar di wilayah Indonesia - Israel, bisa melalui kerja sama terlebih dahulu.
Dia menyarankan, Indonesia belajar dari Israel mengenai pertanian dan peternakan, agar impor bisa ditekan atau bahkan bisa ekspor pangan dari Indonesia.
"Kita bisa belajar dari mereka yang bisa mengelola pertanian di lahan kering gurun pasir, dan hanya negara kita yang belum punya hubungan dalam soal kerjasama pertanian, atau kita Indonesia 70 persen susu kita masih diimpor, sebenarnya kita bisa belajar dari Israel agar kita punya susu sendiri, punya sapi perah kita sendiri," jelasnya.
Selain itu, Indonesia juga bisa belajar banyak hal mengenai teknologi informatika untuk melindungi keamanan negara dari ancaman terorisme.
"Kita eranya sudah teknologi siber, nah kita butuh hal itu. Kita butuh ekspertis dari mereka, kita butuh pengetahuan untuk bagaimana bisa mendeteksi teroris, bisa mendeteksi bom, nah itu kan teknologi yang sebetulnya bisa kita pelajari dari mereka," ucap Monique.
Atau yang bisa cepat terlihat hasilnya, tambah Monique, Indonesia bisa menarik wisatawan asing dari Israel untuk menikmati pariwisata di Indonesia.
"Orang di Israel itu senang jalan-jalan, selama ini tujuannya hanya ke Nepal, India, Vietnam, Kamboja, Thailand, sayang banget, itu bisa kita ambil kan," tegasnya.
Jokowi bisa ciptakan sejarah
Monique berharap, Presiden Joko Widodo atau Jokowi bisa mengambil keputusan besar membuka hubungan diplomatis dengan Israel demi perdamaian dunia dan mendapatkan keuntungan dari kerja sama tersebut.
"Sekarang saya ingin melihat legacy pemerintah Jokowi untuk memberikan sebuah kabar baik bagi kita semua yang cinta damai di Indonesia, semoga ya," ucapnya.
Diplomasi ini juga bisa menjadi peluang mendatangkan investor baru dari Israel ke Indonesia dan sebaliknya.
"Kalau mereka tertarik investasi di Indonesia justru kita butuh kan investor dari luar negeri, kenapa tidak menggunakan investor dari orang Yahudi asal Israel, selama ini Indonesia investornya orang Yahudi tapi paspornya Amerika," ungkap Monique.
Monique menegaskan, Palestina sejatinya sudah merdeka pada 15 November 1988 dan Indonesia sudah mengakuinya dengan keberadaan Kedutaan Besar Palestina di Jakarta.
Pemerintah Indonesia harus mengedukasi masyarakat agar stigma Anti-Yahudi atau Anti-Israel hilang dan bisa membuka perdamaian baru di dunia.
"Menurut saya tidak akan ada unjuk rasa, tidak akan ada demonstrasi jika tujuannya untuk kemakmuran rakyat Indonesia sendiri," lanjutnya.
"Tetapi kalau selama ini pemerintahnya antipati, menurut saya ya sudah, tidak akan ada masyarakat yang ingin berdamai juga," kata Monique memungkasi.
Sebelumnya, Palestina menentang normalisasi hubungan negara Arab-Israel menyebutnya "sebagai pengkhianatan."
Selain The Guardian, koran Israel The Jerusalem Post juga mengangkat analisis tentang kemungkinan Indonesia dan Oman membuka hubungan diplomatik dengan pemerintah di Tel Aviv.
Sumber-sumber diplomatik kepada The Jerusalem Post mengindentifikasi Oman dan Indonesia sebagai dua negara yang segera menjalin hubungan resmi dengan Israel.
Bahkan dikatakan, normalisasi hubungan Indonesia-Israel bisa diumumkan sebelum Presiden Donald Trump meninggalkan Gedung Putih pada 20 Januari 2021.