Rusia Bantah Racuni Navalny, Putin: Jika Iya, Dia Pasti Sudah Habis

Reza Gunadha, Rima Suliastini

Jum'at, 18 Desember 2020 | 16:25 WIB
Rusia Bantah Racuni Navalny, Putin: Jika Iya, Dia Pasti Sudah Habis
Presiden Rusia Vladimir Putin. (Shutterstock/Plavevski)

Suara.com - Presiden Rusia, Vladimir Putin membantah hasil investigasi yang menyebut dirinya sebagai dalang atas peristiwa yang menimpa Alexei Navalny.

Putin yang menyebut Navalny sebagai 'pasien di klinik Berlin' ini mengakui secara tak langsung bahwa agennya membuntuti telah Navalny. Lalu ia mengklaim badan intelijen AS melindungi rivalnya meski tak menunjukkan bukti.

"Jika itu benar, maka itu menarik, dan tentu saja layanan khusus (kami) harus mengawasinya," ujar Putin dalam konferensi pers tahunannya, seperti yang diberitakan CNN Jumat (18/12).

Putin juga mengatakan kalau ia mau, pasukannya bisa menyelesaikan tugas ini dengan lebih rapi sejak dulu.

"Tapi itu tidak berarti dia perlu diracuni, lagipula siapa yang membutuhkannya? Jika mau, mereka mungkin sudah menghabisinya," tambah Putin yang menyebut istri Navalny menghubunginya.

Alexei Navalny, kritikus sekaligus opisis Kremlin.[Twitter/@Kira_Yarmysh]
Alexei Navalny, kritikus sekaligus opisis Kremlin.[Twitter/@Kira_Yarmysh]

"Tapi dalam kasus ini, istrinya memintaku, dan aku segera memberi perintah agar dia keluar negeri untuk dirawat di Jerman."

Tak sampai di situ, Vladimir Putin memberi persepsi berbeda tentang kasus ini dan mengambil kesimpulan bahwa ia difitnah. "Ini tipuan untuk menyerang pemimpin (Rusia)."

Sebelumnya kelompok investigasi Bellingcat dan CNN merilis laporan yang mengungkap bukti bahwa Alexei Navalnya diracun oleh Dinas Keamanan Rusia (FSB) atas perintah Putin.

Alexei Navalny diduga diracun dengan Novichok hingga nyaris tewas pada bulan Agustus. Setelah perawatan awal di Omsk, Siberia, dia dibawa ke sebuah klinik di Berlin dan selamat.

baca juga

Kremlin berulang kali membantah terlibat dalam kasus ini sedangkan Amerika tegas menuduh Rusia yang bertanggung jawab sepenuhnya.

"Rusia hanya memberikan teori alternatif imajinatif liar untuk menabur keraguan. Tujuan mereka adalah membuat orang bertanya-tanya apakah mungkin ada penjelasan masuk akal lain untuk keracunan Navalny dengan agen saraf Novichok," kata juru bicara Departemen Luar Negeri pada CNN.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Komentari Kartun Nabi Muhammad, Putin: Hina Orang Beragama Akan Ada Balasan

Komentari Kartun Nabi Muhammad, Putin: Hina Orang Beragama Akan Ada Balasan

News | Jum'at, 18 Desember 2020 | 14:41 WIB

Vladimir Putin Tak Boleh Divaksin Sputnik V, Kenapa?

Vladimir Putin Tak Boleh Divaksin Sputnik V, Kenapa?

News | Jum'at, 18 Desember 2020 | 09:05 WIB

Presiden Rusia Vladimir Putin Akhirnya Ucapkan Selamat kepada Joe Biden

Presiden Rusia Vladimir Putin Akhirnya Ucapkan Selamat kepada Joe Biden

News | Rabu, 16 Desember 2020 | 14:39 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×