Orangutan yang Diselundupkan ke Thailand-Malaysia Dipulangkan ke Indonesia

Siswanto, BBC

Jum'at, 18 Desember 2020 | 16:50 WIB
Orangutan yang Diselundupkan ke Thailand-Malaysia Dipulangkan ke Indonesia
BBC

Suara.com - Sebanyak 11 orangutan Sumatera (Pongo abelii) korban perdagangan satwa liar dari Thailand dan Malaysia dipulangkan ke Indonesia pada Kamis (17/12).

Pemulangan 11 orangutan tersebut dilakukan melalui koordinasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan beserta Kementerian Luar Negeri, yakni Kedutaan Besar RI Kuala Lumpur dan Kedutaan Besar RI Bangkok.

Dari 11 ekor orangutan tersebut, sembilan disita di Malaysia. Mereka terdiri dari empat orangutan jantan dan lima orangutan betina dengan berat rata-rata 15-20 kg, berusia sekitar enam hingga tujuh tahun.

Selain sembilan ekor dari Malaysia, dua lainnya dipulangkan dari Thailand dengan jenis kelamin jantan dan betina. Mereka saat ini berusia enam tahun dengan berat rata-rata 25 kilogram (kg). Yang jantan bernama Ung Aing, sedangkan yang betina bernama Natalee.

Keduanya, sebagaimana dilaporkan kantor berita AFP, berupaya diselundupkan bersama satwa-satwa lainnya melalui Malaysia pada Juni 2017, namun digagalkan aparat setempat.

Proses hukum

Selama berada di Malaysia, sembilan orangutan dirawat di National Wildlife Rescue Centre (NWRC), Perak, di bawah pengawasan Department of Wildlife and National Parks (PERHILITAN) Peninsular Malaysia.

Malaysia secara resmi menyerahkan kesembilan orangutan kepada Pemerintah Republik Indonesia melalui Kedutaan Besar RI Kuala Lumpur pada 17 Desember 2020.

Duta Besar RI untuk Malaysia Hermono mengantarkan orangutan tersebut ke Bandara Internasional Kuala Lumpur untuk diterbangkan ke Indonesia menggunakan penerbangan Garuda Indonesia GA-821 pukul 12.50 waktu setempat.

Adapun kedua orangutan yang disita di Thailand dirawat di Khao Prathap Chang Wildlife Breeding Centre, Provinsi Ratchaburi, di bawah pengawasan Department of National Parks, Wildlife and Plant Conservation (DNP), selama proses hukum berlangsung.

Setelah menyelesaikan proses hukum yang memakan waktu sekitar empat tahun, Duta Besar RI untuk Thailand Rachmat Budiman mengantarkan dua orangutan ke Bandara Internasional Suvarnabhumi Bangkok dan diterbangkan pada 17 Desember menggunakan Garuda Indonesia GA-867 pukul 14.10 waktu setempat.

Sebelum dipulangkan ke Indonesia, ke-11 orangutan tersebut telah menjalani serangkaian pemeriksaan kesehatan oleh otoritas kesehatan pada masing-masing negara baik secara fisik maupun uji laboratorium, termasuk Covid-19.

Deputi Direktur Jenderal Departemen Taman Nasional dan Alam Liar, Prakit Vongsrivattanakul, mengatakan sebanyak 69 ekor orang utan sitaan telah dikembalikan ke Indonesia sejak 2006.

Kedatangan 11 orangutan disambut

Kedatangan 11 ekor orangutan di Bandara Soekarno-Hatta segera disambut Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) yang diwakili oleh Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Wiratno, perwakilan Kedutaan Besar Thailand, perwakilan Kedutaan Besar Malaysia, perwakilan Kementerian Luar Negeri, dan Kementerian/Lembaga lainnya, sebagaimana dilaporkan kantor berita Antara.

Para orangutan kemudian diperiksa oleh tim dokter hewan dan petugas karantina yang melakukan pengecekan kesehatan setiap orangutan serta memberikan asupan makanan dan minuman setelah perjalanan.

Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Rasio Ridho Sani secara daring di Jakarta, Kamis (17/12) berharap ke depan kerja sama penanganan kejahatan transnasional bisa terus ditingkatkan baik di tingkat bilateral maupun multilateral.

Pada 2018, sebuah penelitian mengungkapkan bahwa lebih dari 100.000 orangutan terbunuh di pulau Kalimantan sejak 1999.

Penelitian itu juga mengungkap bahwa sumber daya alam di Kalimantan terus dieksploitasi "di tingkat yang tidak tertanggungkan".

Aktivitas penebangan hutan saja, para ilmuwan memprediksi, bisa mengakibatkan lebih dari 45.000 orangutan lainnya lenyap dalam 35 tahun ke depan.

Menurut International Union for Conservation of Nature (IUCN), selama 75 tahun terakhir, populasi orangutan sumatera telah mengalami penurunan sebanyak 80%. Dalam IUCN Red List, Orangutan Sumatera dikategorikan Kritis (Critically Endangered).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Otaknya Nggak Kalah Sama Manusia! Ini 10 Hewan Paling Cerdas di Muka Bumi

Otaknya Nggak Kalah Sama Manusia! Ini 10 Hewan Paling Cerdas di Muka Bumi

Your Say | Rabu, 19 November 2025 | 17:31 WIB

Menguji Klaim Harmoni Sawit dan Orangutan: Mungkinkah Hidup Berdampingan?

Menguji Klaim Harmoni Sawit dan Orangutan: Mungkinkah Hidup Berdampingan?

News | Senin, 20 Oktober 2025 | 10:44 WIB

Bayi Orangutan Lahir di Riau, Tanda Harapan di Tengah Ancaman Masih Ada

Bayi Orangutan Lahir di Riau, Tanda Harapan di Tengah Ancaman Masih Ada

News | Senin, 26 Mei 2025 | 08:33 WIB

Ditawari Kerja jadi Admin Situs Judi Online di Kamboja, Polisi Tangkap 2 Tersangka Penyeludup 14 CPMI Ilegal

Ditawari Kerja jadi Admin Situs Judi Online di Kamboja, Polisi Tangkap 2 Tersangka Penyeludup 14 CPMI Ilegal

News | Senin, 16 September 2024 | 15:21 WIB

Sejumlah Ibu Muda Ajarkan Cara Menyusui pada Orangutan yang Baru Melahirkan di Kebun Binatang Dublin

Sejumlah Ibu Muda Ajarkan Cara Menyusui pada Orangutan yang Baru Melahirkan di Kebun Binatang Dublin

News | Rabu, 14 Agustus 2024 | 03:00 WIB

Yuk, Lestarikan Orangutan Demi Menghidupkan Masa Depan!

Yuk, Lestarikan Orangutan Demi Menghidupkan Masa Depan!

Lifestyle | Sabtu, 04 November 2023 | 18:30 WIB

Momen Pelepasliaran Orangutan di Petualangan Sherina 2 Nyata Adanya

Momen Pelepasliaran Orangutan di Petualangan Sherina 2 Nyata Adanya

Your Say | Selasa, 17 Oktober 2023 | 19:02 WIB

Diperingati sebagai Hari Orangutan Internasional, Berikut 3 Fakta Unik Satwa Satu Ini

Diperingati sebagai Hari Orangutan Internasional, Berikut 3 Fakta Unik Satwa Satu Ini

Your Say | Sabtu, 19 Agustus 2023 | 07:50 WIB

Edukasi Pelestarian Orangutan Harus Dipahami Generasi Muda, Ternyata Ini Pentingnya Untuk Lingkungan Hidup

Edukasi Pelestarian Orangutan Harus Dipahami Generasi Muda, Ternyata Ini Pentingnya Untuk Lingkungan Hidup

Lifestyle | Sabtu, 27 Mei 2023 | 09:35 WIB

Keberadaan Proyek PLTA Batang Toru Ancam Habitat Orangutan Endemik Tapanuli Hingga Kelestarian Lingkungan

Keberadaan Proyek PLTA Batang Toru Ancam Habitat Orangutan Endemik Tapanuli Hingga Kelestarian Lingkungan

News | Kamis, 09 Maret 2023 | 21:29 WIB

Terkini

Krisis Literasi Belum Selesai, Kenapa Siswa Bakal Dipaksa Belajar Bahasa Prancis?

Krisis Literasi Belum Selesai, Kenapa Siswa Bakal Dipaksa Belajar Bahasa Prancis?

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 10:18 WIB

Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up

Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 10:12 WIB

Risiko Bencana Alam, Bupati dan Wali Kota Jabar Diminta Hentikan Pembangunan di Hutan & Perkebunan

Risiko Bencana Alam, Bupati dan Wali Kota Jabar Diminta Hentikan Pembangunan di Hutan & Perkebunan

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 08:57 WIB

Skandal Epstein Memanas! Pam Bondi Akui Ada Kesalahan, DPR AS Curiga Ada Fakta yang Ditutupi

Skandal Epstein Memanas! Pam Bondi Akui Ada Kesalahan, DPR AS Curiga Ada Fakta yang Ditutupi

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 08:42 WIB

Banten Media Hub 2026: Ikhtiar Strategi Komunitas Media Lokal Bertahan di Era Digital

Banten Media Hub 2026: Ikhtiar Strategi Komunitas Media Lokal Bertahan di Era Digital

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 07:15 WIB

Prabowo Akhiri Kunjungan Kenegaraan di Prancis, Bertolak Kembali ke Jakarta

Prabowo Akhiri Kunjungan Kenegaraan di Prancis, Bertolak Kembali ke Jakarta

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 23:50 WIB

Mangkir dari Pemeriksaan Gas 'Whip Pink', Influencer ZNM dan Dua Saksi Lain Dijemput Paksa Polisi

Mangkir dari Pemeriksaan Gas 'Whip Pink', Influencer ZNM dan Dua Saksi Lain Dijemput Paksa Polisi

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 23:46 WIB

Dulu Diminta Balik ke Barak, Ray Rangkuti Kritik TNI Kini 'Kepung' Ranah Sipil

Dulu Diminta Balik ke Barak, Ray Rangkuti Kritik TNI Kini 'Kepung' Ranah Sipil

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 23:10 WIB

Modus Pungli dan Titipan dalam SPMB 2026, dari Uang Bangku hingga Rekayasa Domisili

Modus Pungli dan Titipan dalam SPMB 2026, dari Uang Bangku hingga Rekayasa Domisili

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 22:46 WIB

Tragedi Jip Wisata Bromo: Rem Blong di Tikungan Letter S Wonokitri, Dua Orang Tewas

Tragedi Jip Wisata Bromo: Rem Blong di Tikungan Letter S Wonokitri, Dua Orang Tewas

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 22:38 WIB