Pesawat Buddha Air Terbang Salah Arah, Kok Bisa?

Dythia Novianty | Suara.com

Kamis, 24 Desember 2020 | 05:57 WIB
Pesawat Buddha Air Terbang Salah Arah, Kok Bisa?
Buddha Air. [Screenshot]

Suara.com - Sebuah maskapai penerbangan Nepal secara tidak sengaja menurunkan penumpang di bandara yang salah, 160 mil dari tujuan yang mereka tuju setelah ada kekacauan oleh staf.

Pesawat Buddha Airlines seharusnya terbang ke selatan ke Janakpur dari Bandara Internasional Tribhuvan Kathmandu, tetapi terbang ke barat laut menuju Pokhara di Nepal tengah.

Sebanyak 69 penumpang itu bingung ketika mereka melihat keluar jendela pesawat mereka di kota Nepal yang salah.

"Ada miskomunikasi antara staf darat dan pilot," kata seorang pejabat dari maskapai itu kepada The Kathmandu Post, dilansir laman Dailymail, Kamis (24/12/2020).

Kondisi cuaca buruk membuat penerbangan ke Pokhara diizinkan hingga jam 3 sore. Buddha Air mengambil tindakan dan mengubah nomor penerbangan dan memindahkan 69 penumpang, bermaksud pergi ke Janakpur ke penerbangan yang diizinkan menuju Pokhara oleh pengawas lalu lintas udara.

Sementara semuanya dalam urutan yang benar di atas kertas, staf darat dan pramugari gagal memberi tahu pilot tentang perubahan nomor penerbangan dan karenanya mereka menerbangkan pesawat ke Pokhara.

Cuaca 'semilir' menyebabkan penumpang yang naik ATR 72 Buddha Air pada Jumat lalu menghadapi penundaan. Kondisi tersebut menyebabkan pilot harus bergegas keluar tepat waktu dan menggunakan jendela perjalanan yang tersedia di mana mereka diizinkan untuk lepas landas.

"Dokumen baik-baik saja," kata Birendra Bahadur Basnet, direktur pelaksana Buddha Air.

Menurut maskapai tersebut, para penumpang diterbangkan ke Janakpur langsung dari Pokhara pada hari yang sama. Masalah ini disebabkan oleh kesalahan manusia.

"Ini kesalahan pekerjaan atau kesalahan manusia yang bisa Anda katakan. Meskipun kesalahan seperti itu menyebabkan kerugian bagi organisasi, itu tidak ada hubungannya dengan masalah keamanan," kata Basnet.

Buddha Air, mengakui kesalahan mereka, telah melakukan penyelidikan internal atas insiden tersebut.

"Komite internal kami akan merekomendasikan sistem yang tepat untuk tidak mengulangi kesalahan di masa mendatang," kata Basnet.

Mantan Direktur Jenderal Otoritas Penerbangan Sipil Nepal, Tri Ratna Manandhar, mengatakan, insiden itu terjadi karena miskomunikasi.

"Ini bukan bagian dari penyimpangan keselamatan tetapi penyimpangan yang serius di pihak manajemen," kata Manandhar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Best 5 Oto: Maling Incar Velg Mobil Listrik, VW Combi Tiruan

Best 5 Oto: Maling Incar Velg Mobil Listrik, VW Combi Tiruan

Otomotif | Senin, 05 Oktober 2020 | 09:10 WIB

Viral Video Motor Terbakar di Nepal Van Java

Viral Video Motor Terbakar di Nepal Van Java

Jawa Tengah | Minggu, 04 Oktober 2020 | 11:44 WIB

Wisata Ke Nepal Van Java Berujung Petaka, Motor Ludes Terbakar di Tanjakan

Wisata Ke Nepal Van Java Berujung Petaka, Motor Ludes Terbakar di Tanjakan

Otomotif | Minggu, 04 Oktober 2020 | 11:27 WIB

Marak Terjadi, Nepal Perkuat Hukuman Bagi Pelaku Serangan Asam

Marak Terjadi, Nepal Perkuat Hukuman Bagi Pelaku Serangan Asam

News | Selasa, 29 September 2020 | 20:17 WIB

Rekomendasi Tempat Wisata Kaliangkrik di Lereng Gunung Sumbing

Rekomendasi Tempat Wisata Kaliangkrik di Lereng Gunung Sumbing

Lifestyle | Kamis, 17 September 2020 | 06:47 WIB

Tanah Longsor Tewaskan 12 Orang di Nepal, Puluhan Hilang

Tanah Longsor Tewaskan 12 Orang di Nepal, Puluhan Hilang

News | Senin, 14 September 2020 | 09:52 WIB

Terkini

Survei Cyrus Network: 70 Persen Masyarakat Puas Kinerja Menteri Kabinet Merah Putih

Survei Cyrus Network: 70 Persen Masyarakat Puas Kinerja Menteri Kabinet Merah Putih

News | Rabu, 15 April 2026 | 00:14 WIB

Survei Cyrus: 65,4 Persen Publik Dukung MBG

Survei Cyrus: 65,4 Persen Publik Dukung MBG

News | Selasa, 14 April 2026 | 23:49 WIB

Lolos dari Bandara Soetta, Sabu 4,8 Kg Kiriman dari Iran Disergap di Pamulang!

Lolos dari Bandara Soetta, Sabu 4,8 Kg Kiriman dari Iran Disergap di Pamulang!

News | Selasa, 14 April 2026 | 22:14 WIB

Mendagri Tito Bahas Persiapan Program Perumahan di Wilayah Perbatasan

Mendagri Tito Bahas Persiapan Program Perumahan di Wilayah Perbatasan

News | Selasa, 14 April 2026 | 21:51 WIB

Bisa Jadi Pintu Masuk HIV: 19 dari 20 Remaja Jakarta Terinfeksi Penyakit Menular Seksual

Bisa Jadi Pintu Masuk HIV: 19 dari 20 Remaja Jakarta Terinfeksi Penyakit Menular Seksual

News | Selasa, 14 April 2026 | 21:45 WIB

Begal Petugas Damkar Ditangkap di Hotel Pluit, Polisi: Masih Ada 4 Pelaku yang Buron!

Begal Petugas Damkar Ditangkap di Hotel Pluit, Polisi: Masih Ada 4 Pelaku yang Buron!

News | Selasa, 14 April 2026 | 21:07 WIB

Makar atau Kebebasan Berekspresi? Membedah Kontroversi Pernyataan Saiful Mujani

Makar atau Kebebasan Berekspresi? Membedah Kontroversi Pernyataan Saiful Mujani

News | Selasa, 14 April 2026 | 20:35 WIB

Perintah Tegas Pramono ke Pasukan Kuning: Jangan Tunggu Viral, Jalan Rusak Harus Cepat Ditangani!

Perintah Tegas Pramono ke Pasukan Kuning: Jangan Tunggu Viral, Jalan Rusak Harus Cepat Ditangani!

News | Selasa, 14 April 2026 | 20:31 WIB

Dipolisikan Faizal Assegaf ke Polda Metro, Jubir KPK Santai: Itu Hak Konstitusi, Kami Hormati

Dipolisikan Faizal Assegaf ke Polda Metro, Jubir KPK Santai: Itu Hak Konstitusi, Kami Hormati

News | Selasa, 14 April 2026 | 20:08 WIB

Analis Selamat Ginting: Gibran Mulai Manuver Lawan Prabowo Demi Pilpres 2029

Analis Selamat Ginting: Gibran Mulai Manuver Lawan Prabowo Demi Pilpres 2029

News | Selasa, 14 April 2026 | 19:39 WIB