Satelit Kayu, Cara Jepang Menjaga Lingkungan Hingga Luar Angkasa

Reza Gunadha, Rima Suliastini

Rabu, 30 Desember 2020 | 12:01 WIB
Satelit Kayu, Cara Jepang Menjaga Lingkungan Hingga Luar Angkasa
Ilustrasi satelit (Shutterstock).

Suara.com - Sebuah perusahaan di Jepang mulai mengembangkan satelit yang terbuat dari kayu untuk mengurangi sampah di luar angkasa. Menyadur BBC Rabu (30/12), satelit kayu ini akan diluncurkan 2023.

Bekerja sama dengan Universitas Kyoto, perusahaan Sumitomo Forestry mengatakan telah memulai penelitian tentang pertumbuhan pohon dan penggunaan material kayu di luar angkasa.

Program ini akan memulai eksperimen mereka dengan memilah jenis-jenis kayu di lingkungan ekstrem bumi.

"Kami sangat prihatin dengan fakta bahwa semua satelit yang masuk kembali ke atmosfer bumi terbakar dan menciptakan partikel alumina kecil yang akan mengapung di atmosfer atas selama bertahun-tahun," kata Takao Doi, astronot yang kini menjadi profesor di Universitas Kyoto.

"Akhirnya itu akan mempengaruhi lingkungan bumi."

Ilustrasi satelit (Shutterstock).
Ilustrasi satelit (Shutterstock).

Dengan adanya satelit kayu, maka diharapkan materialnya terbakar tanpa melepaskan zat berbahaya ke atmosfer juga tidak menghujani bumi dengan puing-puing sampah.

Profesor Doi mengatakan tahap selanjutnya adalah pengembangan model rekayasa satelit yang selanjutnya akan dibuat model penerbangan. Sebagai astronot ia mengunjungi Stasiun Luar Angkasa Internasional pada Maret 2008.

Selama misi itu, ia menjadi orang pertama yang melempar bumerang ke luar angkasa yang telah dirancang khusus untuk digunakan dalam microgravity.

Seiring dengan banyaknya pesawat luar angkasa dan satelit yang diluncurkan, sampah luar angkasa kerap jadi sorotan ahli karena berpotensi jatuh ke bumi.

baca juga

Pakar dan peneliti luar angkasa telah menyelidiki berbagai pilihan untuk menghilangkan dan mengurangi sampah luar angkasa termasuk merancang satelit kayu.

Ada hampir 6.000 satelit yang mengelilingi Bumi, menurut Forum Ekonomi Dunia (WEF). Sekitar 60% dari mereka sudah tidak berfungsi dan berubah jadi sampah luar angkasa.

Perusahaan riset Euroconsult memperkirakan 990 satelit akan diluncurkan setiap tahun pada dekade ini, yang berarti pada 2028, mungkin ada 15.000 satelit di orbit.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jepang Melaporkan 5 Kasus Mutasi Virus Corona yang Berasal dari Inggris

Jepang Melaporkan 5 Kasus Mutasi Virus Corona yang Berasal dari Inggris

Health | Sabtu, 26 Desember 2020 | 13:20 WIB

Salut! Mantan PM Jepang Minta Maaf Telah Pakai Uang Rakyat untuk Pesta

Salut! Mantan PM Jepang Minta Maaf Telah Pakai Uang Rakyat untuk Pesta

Lampung | Sabtu, 26 Desember 2020 | 09:59 WIB

Tradisi Orang Jepang Merayakan Natal, Salah Satunya Makan Malam Romantis

Tradisi Orang Jepang Merayakan Natal, Salah Satunya Makan Malam Romantis

Lampung | Jum'at, 25 Desember 2020 | 12:33 WIB

Terkini

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:11 WIB

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:02 WIB

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Bola | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:55 WIB

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:42 WIB

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:26 WIB

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:53 WIB

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:46 WIB

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:42 WIB

×