New York Times: Pesawat Sriwijaya Air Mungkin Jatuh karena Hiatus

Reza Gunadha, Rima Suliastini

Kamis, 14 Januari 2021 | 15:00 WIB
New York Times: Pesawat Sriwijaya Air Mungkin Jatuh karena Hiatus
ILUSTRASI: Sriwijaya Air Boeing 737-500 at Jakarta airport (CGK) in Indonesia. ANTARA/Shutterstock/pri. (ANTARA/Shutterstock)

Suara.com - Kecelakaan pesawat Sriwijaya Air menarik pemberitaan media asing. Dalam laporannya pada Rabu (13/01) New York Times menulis waktu istirahat pesawat yang cukup panjang mungkin menjadi penyebab kecelakaan.

"Ada masalah besar yang mulai muncul dalam hal pemulihan pesawat," kata Hugh Ritchie, kepala eksekutif perusahaan konsultan keamanan udara Australia, Aviation Analysts International

"Karena saat tidak digunakan selama sembilan atau 10 bulan, mereka harus tetap beroperasi, jika tidak maka akan memburuk," lanjutnya.

Laporan Kementerian Perhubungan menyebut Sriwijaya Air hanya mengoperasikan lima dari 18 pesawatnya dan Boeing 737-500 yang jatuh sedang dalam posisi istirahat sejak 23 Maret dan tidak beroperasi hingga akhir tahun.

Kementerian mengatakan telah memeriksa pesawat pada 14 Desember dan mengeluarkan sertifikat kelaikan udara baru pada 17 Desember.

Petugas Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) membawa kotak hitam (black box) pesawat Sriwijaya Air SJ-182 di Dermaga JICT 2, Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (12/1/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]
Petugas Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) membawa kotak hitam (black box) pesawat Sriwijaya Air SJ-182 di Dermaga JICT 2, Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (12/1/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Setelah kembali beroperasi bulan lalu, pesawat itu diterbangkan dari tempat istirhatnya di Surabaya ke Jakarta pada 19 Desember untuk melanjutkan layanan penumpang keesokan harinya.

Menurut data dari situs pelacakan Flightradar24, pesawat berumur 26 tahun ini telah melakukan 132 penerbangan sejak saat itu, kata Ian Petchenik, juru bicara Flightradar24.

"Kami tidak dapat berbicara apakah penyimpanan mungkin menjadi faktor penyebab kecelakaan itu atau tidak, tetapi penyelidik pasti akan melihat semua kemungkinan skenario," kata Petchenik dalam email.

"Pembacaan perekam data penerbangan diharapkan membantu dalam menentukan penyebabnya."

baca juga

Menurut informasi kepala eksekutif Sriwijaya Air, Jefferson Irwin Jauwena, maskapai ini telah menjalani audit independen pada bulan Maret.

Audit ini menilai perizinan, manual operasi, suku cadang, manajemen sistem keselamatan dan kualitas, pelatihan awak dan pengawasan pesawat melalui program Basic Aviation Risk Standard yang dijalankan oleh Flight Safety Foundation, sebuah lembaga nirlaba yang berbasis di Alexandria, Va.

Selain masa hiatus yang cukup panjang, pilot yang lama tidak terbang mungkin mengalami penurunan performa sehingga butuh waktu untuk kembali stabil.

Kapten Afwan, pilot di Sriwijaya Air Penerbangan 182 diketahui menghabiskan sebagian besar waktunya tahun lalu dalam sesi simulator penerbangan untuk menjaga kemampuannya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prabowo ke Pentagon AS, New York Times Singgung Isu Pelanggaran HAM

Prabowo ke Pentagon AS, New York Times Singgung Isu Pelanggaran HAM

Jakarta | Jum'at, 16 Oktober 2020 | 10:17 WIB

Ribuan Nama Korban Covid-19 Terpampang di Halaman Depan The New York Times

Ribuan Nama Korban Covid-19 Terpampang di Halaman Depan The New York Times

News | Senin, 25 Mei 2020 | 12:26 WIB

New York Times: Jokowi Menang Lagi, Kalahkan Eks Jenderal Garis Keras

New York Times: Jokowi Menang Lagi, Kalahkan Eks Jenderal Garis Keras

News | Selasa, 21 Mei 2019 | 10:23 WIB

Terkini

Pikirannya Nggak Bisa Diam? Kenali 4 Jenis Overthinking dan Cara Mengatasinya

Pikirannya Nggak Bisa Diam? Kenali 4 Jenis Overthinking dan Cara Mengatasinya

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 16:33 WIB

Pramono Rayu Prabowo, Danantara Diminta Bantu Ekspansi LRT ke JIS dan Halim

Pramono Rayu Prabowo, Danantara Diminta Bantu Ekspansi LRT ke JIS dan Halim

News | Rabu, 16 September 2026 | 16:31 WIB

TradingPRO Merayakan Pencapaian 10 Tahun dengan Total Hadiah $10.000

TradingPRO Merayakan Pencapaian 10 Tahun dengan Total Hadiah $10.000

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 16:28 WIB

Prabowo Bagi-bagi Kaus dari Sunroof Mobil, Warga Manggarai Histeris Rebutan

Prabowo Bagi-bagi Kaus dari Sunroof Mobil, Warga Manggarai Histeris Rebutan

News | Rabu, 16 September 2026 | 16:28 WIB

Semen Gresik Kolaborasi Bersama Warga Desa Pasucen, Gotong Royong Bersihkan Aliran Mata Air Brubulan

Semen Gresik Kolaborasi Bersama Warga Desa Pasucen, Gotong Royong Bersihkan Aliran Mata Air Brubulan

Jawa Tengah | Rabu, 16 September 2026 | 16:22 WIB

Tak Seindah Ekspektasi: Novel 'Sisi Tergelap Surga' Buka-bukaan Fakta Pahit Kerasnya Jakarta

Tak Seindah Ekspektasi: Novel 'Sisi Tergelap Surga' Buka-bukaan Fakta Pahit Kerasnya Jakarta

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 16:18 WIB

Purbaya Dicopot Pas Lagi Rapat RAPBN, Akademisi UMY Soroti Etika dan Kepatutan Penguasa

Purbaya Dicopot Pas Lagi Rapat RAPBN, Akademisi UMY Soroti Etika dan Kepatutan Penguasa

Jogja | Rabu, 16 September 2026 | 16:16 WIB

Disimpan di Gudang Jakut, Penyelundupan Kacang Tanah 49,50 Ton Asal India Terbongkar

Disimpan di Gudang Jakut, Penyelundupan Kacang Tanah 49,50 Ton Asal India Terbongkar

News | Rabu, 16 September 2026 | 16:13 WIB

Sudah Sukses, Jangan Lupa! Alumni Penerima KIP Kuliah Diminta Balas Budi ke Adik Kelas

Sudah Sukses, Jangan Lupa! Alumni Penerima KIP Kuliah Diminta Balas Budi ke Adik Kelas

News | Rabu, 16 September 2026 | 16:12 WIB

Kedubes AS di Arab Saudi: Warga Amerika Jangan ke Perbatasan Yaman, Risiko Terorisme

Kedubes AS di Arab Saudi: Warga Amerika Jangan ke Perbatasan Yaman, Risiko Terorisme

News | Rabu, 16 September 2026 | 16:10 WIB

×