Remaja Lelaki Dipaksa Operasi Kelamin Lalu Diperkosa Ramai-ramai

Reza Gunadha, Hikmawan Muhamad Firdaus

Selasa, 19 Januari 2021 | 15:39 WIB
Remaja Lelaki Dipaksa Operasi Kelamin Lalu Diperkosa Ramai-ramai
Ilustrasi korban kekerasan atau pelecehan seksual - (Pixabay/Anemone123)

Suara.com - Seorang remaja 13 tahun di India menjadi korban penipuan yang kemudian dipaksa untuk operasi kelamin dan kemudian diperkosa beramai-ramai.

Menyadur India.com, Selasa (19/1/2021) seorang remaja berusia 13 tahun dipaksa operasi ganti kelamin di sebuah lokasi di Koloni Geeta Delhi oleh enam pria yang kemudian memerkosa beberapa kali selama berbulan-bulan.

Insiden tersebut bermula ketika korban bertemu dengan seorang tersangka di daerah Laxmi Nagar Delhi sekitar tiga tahun yang lalu di sebuah acara pertunjukan tari.

Korban kemudian diundang ke daerah Mandavali oleh tersangka dan dijanjikan akan diajarkan dan diberi fasilitas untuk belajar bentuk tari.

Korban mulai belajar menari dan mendapatkan uang dari hasil menari. Korban kemudian dibujuk tersangka harus terus menari untuk mencari nafkah.

Dalam pengaduan polisi, korban mengatakan bahwa dia diberi zat yang memabukkan oleh para pria ketika dia baru berusia 13 tahun.

Kemudian, mereka secara paksa melakukan operasi ganti kelamin padanya dan juga diberi obat hormonal, yang membuatnya terlihat seperti perempuan.

Terdakwa diduga telah memerkosa korban selama beberapa kali dan bahkan membawa pelanggan yang akan mengeksploitasi korban secara seksual. Korban juga dipaksa mengemis di rambu lalu lintas untuk mencari nafkah.

Berdasarkan laporan, korban diancam akan dibunuh dan keluarganya juga akan dirugikan jika mencoba melaporkan perbuatan tersangka.

baca juga

Namun, saat wabah Covid-19 mulai menyerang India, korban berhasil kabur dan menemui ibunya. Namun para tersangka mengetahui keberadaan korban dan membawanya kembali ke tempat yang sama dan memperkosanya.

Beberapa hari kemudian, korban dan temannya kembali berhasil melarikan diri dari para tersangka dan bersembunyi di stasiun kereta api New Delhi.

Untungnya, seorang pengacara kemudian melihat korban dan teman-temannya lantas segera membawa mereka ke Komisi Wanita Delhi (DCW.

Saat ini, kasus tersebut telah diajukan terhadap terdakwa. Dalam sebuah pernyataan, DCW mengatakan pihaknya memberikan bantuan hukum kepada para korban dan juga memberikan rehabilitasi serta perlindungan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Duh! Tenaga Medis Meninggal Dunia Usai Divaksin Covid-19

Duh! Tenaga Medis Meninggal Dunia Usai Divaksin Covid-19

Sumbar | Selasa, 19 Januari 2021 | 09:10 WIB

Mau Beli Biskuit, Gadis 13 Tahun Diperkosa dan Dihabisi Pemilik Toko

Mau Beli Biskuit, Gadis 13 Tahun Diperkosa dan Dihabisi Pemilik Toko

Malang | Jum'at, 15 Januari 2021 | 20:06 WIB

Terkuak, Alasan Bengaluru Terpilih Jadi Lokasi Pabrik Tesla di India

Terkuak, Alasan Bengaluru Terpilih Jadi Lokasi Pabrik Tesla di India

Kaltim | Jum'at, 15 Januari 2021 | 18:15 WIB

Terkini

Misi Balas Dendam! 23 Pemain Terbaik Madura United Siap Bungkam Tren Positif PSM Makassar

Misi Balas Dendam! 23 Pemain Terbaik Madura United Siap Bungkam Tren Positif PSM Makassar

Sulsel | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 06:29 WIB

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:40 WIB

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:28 WIB

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:50 WIB

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:47 WIB

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Bogor | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:31 WIB

×